Tag Archives: kyuhyun fanfict

K-Pop Fanfict : “True Friendship/진정한 우정” [Part 1]

15 Jan

Annyeonghaseyo, nae chingudeul~ ^^

saiia Choi Mi Sun (gnti nama korea lgi, hehe) pngen buatin chingudeul sekalian ff lagi, ^^

starringx siapa hayooo~~???

♥ YOON SHI YOON !!! ♥ *smngat 45*

kan jarang2 ada fanfiction yg muncul Yoon Shi Yoon~ #PLAK

hoho~ saiia lgi ngontrak dia di drama ff gw yg terbaru ini. haha~
met baca aja smuanye… ^^

Cast :

– Yoon Shi Yoon

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin… and others.

Genre :

Friendship

****

[ShiYoon POV]

Ini sudah jam 3 pagi. Huwa~ aku bangun untk merapikan meja kantorku, haha~ sbenarnya, hnya meja kecil kesayanganku dengan shabatku dlu. Eh~ modemku msih nyantol di laptop. Udah ah, ksempatan online sbentar, hehehe^^

aku mulai iseng2 membuka google dan searching nama “Super Junior”. Wah~ ternyata shabatku mulai populer sekarang. Aku trsenyum bangga. Dulu kami berharap bisa menjadi master game bersama. Ternyata takdir mengatakan lain. Aku yang sekarang, beda dengannya yg sekarang. Kami terpisah jauh. Walaupun, sekarang aku mulai terkenal dan menjadi bnyak pujaan hati para yeoja. Tapi, yah~ dia selalu mengingatkanku dengan satu hal, “jangan sombong jika kau berada diatas, sewaktu2 kau akan malu jika berada dibawah,”

haa~ kata2 itu selalu teriang dikepalaku. Wlaupun anaknya agak bodoh, tapi dia pintar juga sih~

~~[FLASH.BACK]~~ saat Shi-Kyu berumur (sekitar) 16thun~

[Author POV]

“Kyu-Hyung, kenapa kau lama sekali? aku sudah menunggumu untk bermain starcraft bersama..” desah Shi Yoon manja pada shabatnya, Kyuhyun.

Kyuhyun manyun.

“Yah, Goo-hyung~ kau itu yang lebih kakak dariku, kenapa kau selalu memanggil ‘hyung’ pada namaku?” jengkel Kyuhyun karena di anggap tua.

“udahlah~ gag udah marah… orang2 juga bilang kita ini sperti kkak-adik. mreka bilang kau yang kkak dan aku adiknya. Well~ wjahku memang lbih cute dan manis, sedangkan kau, sperti ahjusshi yang gag laku, hahhaaa~” tawa Shiyoon dan merangkul Kyuhyun yg tengah manyun.

“YAH, YAH! kau memang imut, tapi mlutmu pedas…” sindir Kyuhyun mrah.

“Hahaha~ gtu aja mrah~ ntar gag keliatan sperti kakak, lho~”

“aku gag pduli~” Kyuhyun manyun lagi.

“Ayo kita main starcraft, aku yang bayar~ jangan mrah ya, hyung~” rayu Shiyoon trpksa.Kyuhyun trsenyum.

“AYO!!”

Bgitulah persahabatan Shi Yoon dan Kyuhyun. Dua orng shabat yang sekarang tengah berada di atas kepopuleran mreka. Sahabat yang dulu bercita2 mnjadi master game, tpi berjalan di jalan yang berbeda…

~~[FLASH BACK. -END-]~~

[ShiYoon POV]

Arghhh!! kenapa tiba2 aku ingat dengan masa indahku saat bersama Kyuhyun. Ah! Tidak! Dia itu masa lalu… Dia bahkan tidak pernah kontak lagi denganku. Pdhal, saat bertemu di SBS Strong Heart tempo hari yg lalu, aku sudah mmberikan nmor telponku dengan temannya, Lee Sungmin. Tapi, kenapa dia belum menelponku juga?

“Eonjena bami jina gago tto bami jina gago

tto bami jina na giogik himiejodyo,”

handphoneku brdering, langsung kuangkat..

“Kyuhyun-ah??” sahutku langsung.

“Dong Goo? ini aku Kang Hye Sun,”

“owh!” aku menunduk.

“Mian, HyeSun-ah~ mm.. ada apa?”

“kita ada rapat untk drama terbarumu,”

“Baiklah aku kesana,”

aku mnutup tlponku. ternyata Manajer Kang. Haa~ kapan Kyuhyun menelpon!??

****

Aku sampai di kantor Taxi Entertainment, tempat dimana aku memulai talentaku sebagai seorang aktor.

“Shi Yoon! kau datang juga,” kata Manajer Kang padaku.

“ada apa?” tnyaku langsung.

“Pak Presdir ingin menawarkanmu drama baru. Stelah drama ‘King of baking, Kim Tak Goo’ itu sukses, spertinya kau akan ditawarkan drama baru,” jelas Hyesun padaku.

Aku tersenyum.

“ok, gomawo Hyesun-ah,” lalu aku pergi menuju ruangan Presdir.

Sesampainya disana, aku melihat Pak Presdir membaca suatu berkas. Mungkin itu file untk drama terbarunya.

“ah, Yoon Shi Yoon aktor favoritku! Kau datang juga…” sapanya sok suci.

“…….” aku hanya diam.

[Author POV]

*pertama2 para readers, mian kalo gw buat agak alay dan mrip2 drama Roti itu yah~ krna aku memang suka akting Shiyoon sbgai orng yg ceria, pendendam, dan jago kelahi ^^

So~ nikmati saja alur ceritanya~ ^^*

“namaku Yoon Dong Goo!” pekik Shiyoon tegas.

“Apa2an kau? nama itu sudah pasaran! Lbih baik kau gunakan nama Yoon Shi Yoon. Nama ini membuatmu tenar dan terkenal, iya kan? Nah~ ayo sekarang kita bicarakan drama terbarumu..” ajak Presdir.

“Aku tidak mau!!” bantah Shiyoon.

Presdir nganga.

“kau kenapa? kau msih marah karena aku tidak mmberikan bagian yang cukup untkmu dan tmen2mu di drama Roti itu??”

Shiyoon menghela nafas. Emosinya melunjak.

“Kau… Presdir macam apa kau??? Memegang entertainment sperti ini dan mengambil untung,” ujar Shiyoon pelan.

“Kau masih marah dengan kejadian itu trnyata,” Presdir duduk di bangkunya.

“Maaafkan aku, ShiYoon… itulah bisnis. Kau tidak pernah tahu, bagaimana cara untuk tetap berdiri dan menghancurkan entertainment lain,” Presdir mengubah raut wajahnya. “Terutama SM entertainment… Ya, dia sudah banyak mengambil untung dariku… Lihat saja mreka,”

Shiyoon terbelalak kaget.

“Kau mau apa dengan SM ??” tnya Shiyoon pnasaran.

“haha~ kau lihat saja nanti. Lagipula untk apa bocah spertimu tahu?” Presdir menyerahkan kertas2 pada Shiyoon.

“ambil… ini surat pnyetujuan untk drama barumu,” jelas Presdir.

Shiyoon mntap Presdir tajam.

“aku bilang, aku tidak mau menerima tawaran apa pun darimu!” bantah Shiyoon lagi dan pergi meninggalkan Presdir di ruangannya.

Presdir mnghela nafas pnjang.

“anak itu~ haa… spertinya msih mnyimpan dendam padaku,”

****

ShiYoon jalan sampai ke parkiran Taxi Entertainment yg cukup luas dan duduk di salah satu bangku.

“Haaaaaa!!!!! Mnyebalkan! sampai kpan aku harus trjebak dalam entertainment gila ini!” kata Shi yoon mrah2.

“kau harus bersabar,”

Shiyoon kaget saat seorang wanita mnegurnya.

“Hye… Hye sun???”

Hyesun dduk disamping Shiyoon.

“Shi Yoon, kau itu pria yang tegar. Mirip sekali dengan watak Kim Tak Goo. Orng yg ceria, penuh semangat, dan penuh percaya diri. Hadapilah masalahmu sperti apa yang Tak Goo lakukan,” nasehat Hyesun.

“aku mirip Tak Goo?” heran Shi Yoon.

“Ne~ dari caramu berbicara, bersikap, tertawa… ya, tentu saja. kau kan pmeran Kim Tak Goo~ kau juga manis, dan..”

“Apa? Manis?”

Hyesun keceplosan.

“eng~ Shiyoon, aku pergi dlu, ada urusan~ bye~” Dengan buru2 ia meninggalkan shiyoon yang kebingungan.

“manis?” ujar Shiyoon trsenyum.

****

Mlam harinya,

[ShiYoon POV]

Ah~ akhirnya aku berada dsini. Di tepi pantai yang sejuk dan dingin. Ini tempat saat aku dan Kyuhyun memakan mangga dari hasil curian kami. Hehe~ bisa kuakui, kami dulu pencuri kecil disekitar blok di rumah kami yang dulu. Entah sekarang, dia masih ingat atau tidak.

Owh~ aku sangat lelah. Aku ingin duduk di suatu tempat. Tapi, disini ramai sekali.

Ah~ Mataku tertuju pada bangku panjang yang diduduki seseorang disamping pohon. Aku langsung mendatanginya karena kupikir cukup beruda untkku ^^

“Permisi, boleh aku duduk dsini?” tnyaku ramah.

“Ne~” jwab orng itu singkat. AH, orng yg cuek sekali. Dia menggunakan jaket warna hitam panjang sampai lutut, celana tissu warna hitam, dalaman biru sapphire, kacamata hitam, memakai topi dengan angka 13, dan mndengarkan iPod sambil menunduk membaca buku. Tapi, bukan sembarang buku, itu rumus matematika.

Gila aja. masih ada orng yg memikirkan hal sperti itu di pantai yang santai sperti ini… =3= masih mending aku yang hnya mnggunakan kacamata hitam, hnya supaya orng tidak mngenaliku.

[Author POV]

Kyuhyun dan Shiyoon berdiam sangat lama sampai akhirnya shiyoon bersuara.

“Aku ingat dulu bersama sahabatku disini… kami suka melakukan apa pun di tmpt ini, tepat dikursi ini, kami pasti mengambil kelapa di atas pohon itu dan meminumnya bersama, ha~ sungguh kenangan indah bersamanya,” jelas Shiyoon trsenyum memandang lautan biru yang menyilaukan krna cahaya bulan.

Kyuhyun pun menutup bukunya dan ikut memandangi lautan.

“aku juga bgtu. Dia sahabat baikku. Aku ingin bertemu dengannya. Aku rindu masa2 indah bersamanya,” ujar Kyuhyun ikut terlarut bersama Shiyoon dengan kenangan mreka sendiri2.

“Eonjena bami jina gago tto bami jina gago

tto bami jina na giogik himiejodyo,”

Kyu langsung menoleh ke arah Shiyoon.

“hallo?” Shiyoon mengangkat telponnya.

“Ah~ iya…. baiklah…. Ne, arasseo…,” Shiyoon langsung berdiri dan membungkuk pada pria disampingnya.

“Chingu, aku pergi dulu~ sampai jumpa,” kata Shiyoon pada Kyuhyun dan berlari pergi.

Kyu hnya heran mmperhatikan Shiyoon. Lalu Kyu trsenyum.

“hh~ dia itu namja yang aneh. Tp, dia menggunakan lagu Listen To You sebagai ringtone-nya. Wah~ spertinya dia k-pop lovers juga. btw, Sikapnya sopan sekali. Caranya berbicara, mengingatkanku pada seseorang… Ah, sudahlah~ mungkin hanya mirip,” kata Kyuhyun lagi dan melanjutkan membaca buku matematika.

****

Suju dorm.

[Kyuhyun POV]

Akhirnya nyampe dirumah. Ah~ aku bner2 senang menghiruo udara bebas tanpa diketahui seorang pun tadi. Mungkin aku pikir namja tadi fansku, dan bermaksud minta tanda tangan. Tapi, gak mungkin lah~ tempat itu hanya aku dan sahabatku yang tahu. Apa mungkin, namja tadi adalah~

“Kyuhyun-ah!” pekik Sungmin padaku.

“Owh~ SUngmin, ada apa?”

“Kenapa kau lama sekali pulang.? Aku dan Ryeowook sudah menyiapkan mkan mlam untkmu,”

“Ah, Mianhae Sungmin-ah~ aku hnya pergi jlan2 sbentar,”

“Okeh~ kalo mau mkan, ambil saja di dapur, aku mau tdur dluan~ annyeonghi jumuseyo~”

“Ne~ Annyeonghi jumuseyodu,” balasku dan sungmin pergi dluan ke kamar kami.

Haa~ kuakui Sungmin mmberikanku perhatian lebih akhir2 ini. Dia jadi sering mengajakku keluar dan menyiapkan apa pun yg kubutuhkan. Bner2 sperti kkak sndiri.

Selesai makan dan ganti baju, aku langsung mnyusul Sungmin dikamarnya. Saat aku membuka pintu, aku mndapati sesuatu yg jatuh dari saku jaket Sungmin.

itu secarik kertas yang bertuliskan,

“Kyuhyun-ah, ini aku Yoon Dong Goo! Hubungi aku setelah acara ini,”

Lalu dibelakang kertas itu terdapat nmor telepon.

“Yoon… Yoon Dong Goo ??!??” pekikku agak keras sehingga membngunkan Sungmin.

“mhmm… ayam goreng,, hmmm….” ternyata sungmin mengigau.

“Fuhh~~ hampir saja,” aku berjalan perlahan keluar dari kamar itu dan menuju balkon dorm kami.

TUT…TUT…

Aku mencoba menghubungi nmor itu, siapa tau itu Dong Goo, shabat lamaku.

“Heh~ siapa ini?” suara seorang ahjusshi.

“………..” aku blum mnjwab.

“heh~ kau salah sambung, ya?”

“maaf, bisa bicara dengan Yoon Dong Goo?” tnyaku.

“Ah~ mau bicara dengan bocah tengik itu?” eh, kenapa suara ahjusshi ini sperti menantang?

“Bicaralah padanya,” kata ahjusshi itu lagi.

“Uhuukkk… ohoekkk…” Aku hnya mndengar suara batuk2.

“Hey! Dmna Yoon Dong Goo?!” tnyaku lagi.

“memangnya kau siapa, hh? penggangu,” dia langsung mematikan telponnya.

“Mwo!? Yoboseyo!! Yah, jwab aku!! Aisshh!!!” aku pun frustasi dan langsung mengambil jaketku dan pergi keluar lagi.

Tadi aku mndengar suara pantai. Aku yakin ada Dong Goo dsana. Tunggu aku Dong Goo !

——-

[Shi Yoon POV]

Aku berlari meninggalkan pantai yang sejuk itu dengan senyuman. Well~ bnyak orng yg bilang aku ini orng yg murah senyum. Tidak juga, sih~

Eh, tiba2 aku di hadang oleh mobil BMW berwarna hitam.

“Siapa kalian??” tnyaku langsung.

Tiba2 seorang ahjusshi keluar dari mobil itu.

“kau mau masuk, Yoon-Shi Yoon-Shi ??” tnyanya.

“KAU! Pak Presdir…” tanganku sudah mngepal.

“Ayo masuk~ aku yakin kau mau mempertimbangkan lagi tentang..”

“SEKALI TIDAK TETAP TIDAK! Kau pikir kau siapa? Berani mengancam sperti itu? Dasar ahjusshi tua!” bantahku lagi padanya.

Dia terlihat marah.

“Bner2 nyari mati,” kata Presdir singkat. “Hajar dia,” katanya lagi.

Otomatis aku langsung berlari, tapi pengawalnya banyak sekali. Belum sempat berkata2, aku sudah di tonjok dan di gebukin habis2an.

“akhhh….” aku mndesah ksakitan.

“hnya itu… hh~ hnya itu kmampuan klian!?!!” tantangku lagi.

Baru ingin membalas satu pukulan, mreka sudah menendang perutku.

RAsanya perih, perutku sperti di goncang hebat, sperti mau muntah~

“Eonjena bami jina gago tto bami jina gago

tto bami jina na giogik himiejodyo,”

handphone-ku berdering lagi. Ah, sial~ Presdir mengambilnya.

“Ughh!!!” aku dihajar lagi. Sialan! Andai aku mmbawa geng-ku yang lain.

“bicaralah padanya…” tiba2 Presdir menempelkan handphone-ku di telingaku.

“Uhukkk~” aku hanya batuk2 ingin mengisi tenaga yang aku punya untk berbicara.

AH! Damn! Dia langsung menariknya dari telingaku dan memaki orng di hp itu. Kemudian mematikannya dan melempar hp-ku di dpn mataku.

“EH! KADAL RAKSASA, ITU HP PEMBERIAN TEMANKU!!! SIALAN KAU!!” aku berusaha menonjoknya.

“SINI KALO BERANI, HADAPI AKU SENDIRIAN!!! KADAL GILA!!!”

PLAKKK!

satu tamparan melayang di pipiku.

Presdir menatapku dengan marah dan menarik rambutku agar kepalaku sejajar dengan wjahnya.

“Heh, bocah tengik~ siapa yang mengajarimu bicara kasar sperti itu?? NUgunde!!?? Bner2 tidak berpendidikan!” Presdir melepaskanku sperti melempar bola basket ke tanah, sehingga aku jatuh dan masih menatapnya dengan nafas setengah2.

[Author POV]

Mobil Kyuhyun melaju dengan cepat di gang dekat pantai itu.

“DAPAT!” gumam Kyuhyun senang.

Presdir dan anak buahnya langsung naik ke mobil dan cabut. Mreka mengira bahwa Mobil Kyuhyun adlah polisi.

Kyuhyun memakirkan mobilnya tidak jauh dari tmpt Shiyoon tergeletak. Kyuhyun pun menyusul Shiyoon.

“Dong Goo!! Dong Goo-ah!” pekik Kyuhyun panik krna mndapati tmennya stengah sadar di jlanan itu.

“Dong Goo, lihat aku! astagaa~ kenapa kau babak belur begini, Dong Goo???” Kyuhyun terus2an menyadarkan Shiyoon.

SHiyoon mnatap Kyuhyun.

“Hey~ Hyungnim, apakah itu kau?? ughh…” Shiyoon msih dlam ksadarannya.

“Ya~ ini aku, Tak Goo~” jwab Kyuhyun brcnda.

Shiyoon trtawa.

“Jangan panggil aku bgtu~ aku benci nama itu, namaku Yoon Dong Goo~” jwab Shiyoon ketus.

“aku tahu,” jwab Kyuhyun lalu menggendong Shi yoon ke dalam mobil.

“Kyuhyun~” panggil Shiyoon saat Kyuhyun ingin menjalankan mobilnya.

“Ne?”

“aku senang brtemu denganmu~”

Kyuhyun trsenyum, “Ne, aku tahu,”

Shiyoon trsenyum sekilas dan langsung tak sadarkan diri. (read: pingsan)

Kyuhyun trtawa kecil melihat Shiyoon.

“Kkk~ wajah Dong Goo ttep baby face aja,” gumam Kyuhyun dan mnjalankan mobilnya.

======

segini aja dlu~ gw JANJI lanjutin kalo klian suka >_<

Comment! ^^
Iklan

Super Junior FanFiction : “Listen to You” [part 2]

18 Okt

Yang blum baca part1, search di website saiia yah^^ happy reading~

******

“aduh.. Aw..” ringis EunJae ksakitan.

“tahan, ya.. Rasa sakit’nya sbentar saja..” kata kyu smbil mengobati lutut Eun Jae.

Eun Jae melihat wjah Kyu yg polos itu. Kyu trlihat tulus m’obati siku & lutut’nya. Eun Jae hnya trsnyum mlihat wajah manis kyu.

“nih, sudah..” Kyu mnghentikan tngan’nya.
Tiba2 Kyu mlihat ke arah Eun Jae.

“ada apa.?” tnya Eun Jae gugup.

“tnggu sbentar,” kyu trlihat smakin mndekati wajah Eun Jae.

Ah, apa lagi yg akan dia lakukan? Pikir Eun Jae dlam hati. Sudah tidak trpikirkan lagi rasa sakit yg ada pada Eun Jae. Smakin Kyu mndekat, Eun Jae pun prlahan mnutup mata’nya..

Dan…

“aduh..!!” teriak Eun Jae tiba2.
Trnyata, Kyu mndekat untk mengobati dahi Eun Jae yg brdarah.

“kmu jgn triak gtu.. Nti smakin sakit..” kata Kyu dan brdiri dari tmpt’nya.
“istirahatlah.. Aku akan mnghubungi ibu’mu agar tak perlu khawatir,” sambung Kyu dan pergi mninggalkan Eun Jae.

Dan wajah Eun Jae memerah gak jelas.

******

Di rumah Eun Jae pada malam hari, saat Eun Jae sdg dduk di sofa.

“Eun Jae,.” tegur ibu’nya dan lngsung dduk di smping Eun Jae.

“ada apa, bu.?” tnya Eun Jae sambil melahap snack’nya.

“kyuhyun itu siapa.,?” tnya ibu’nya singkat.

“oh.. Anak ttangga di dpn rumah. Memang’nya knapa, bu.?” eun jae langsung serius.

“tadi siang dia dtg, trus bilang kalo kmu kcelakaan. Tpi, dia bilang tak prlu khawatir, krna dia sdh merawatmu..” diam ibu sjenak.
“.. Mnurut ibu, dia itu pria yg baik, ibu brencana mnjodohkan’nya dgn’mu,” sambung Ibu smangat.

“Mwo..??!! Ibu, aku bkn anak kecil yg hrus di jodoh2kan. Aku mau memilih psangan hidupku sndiri…” gerutu Eun Jae kesal, dan prgi ke kamar’nya.

Ibu Eun Jae hnya menggeleng, dan trtawa kecil.

******

Esok hari sepulang sekolah, Eun Jae pulang dgn wajah brseri2 . Dia mmbayangkan di rumah’nya sudah trsedia ayam goreng, sperti janji ibu’nya tadi siang.
Namun, trnyata apa yg di dapat’nya….
KYUHYUN & ibu’nya di ruang tamu rumahnya.

“ah, annyeong Eun Jae.. Udh pulang,” sapa Ibu Kyu dan langsung trsenyum padanya.

“annyeong,..” blas Eun Jae agak malu.

Eun Jae mlihat Kyu yg sdg asik memainkan laptop’nya. Wjah’nya cuek bgt. Pkok’nya dingin.

“kyu, knp kmu tdk dduk di luar dgn Eun Jae. Ibu mau ngobrol dgn Ibu Eun Jae.. Tpi, jgn bawa laptop’mu..” suruh Ibu Kyu sdikit m’maksa.

Kyu yg m’angguk kcil lngsung keluar dan di’ikuti Eun Jae. Di luar mrka malah diam2an.

“jadi… Knp kau mau di suruh keluar brsamaku.?” tnya Eun Jae lngsung m’ngawali pmbicaraan.

“karena mreka mminta’nya. Itu cara orng tua mnjodoh’kan anak’nya. Aku yakin kau sdh tau,” gumam Kyu agak cuek, sikap itu mmbuat Eun Jae panas.

“huh, dnger, ya.. Aku juga gak mau di jdohkan sama orng yg super cuek kyak kmu. Kalo aku sampai nikah dngn’mu,. Hidupku, bgaikan ES BATU yg slalu dingin.!!” bentak Eun Jae dan melipatkan kedua siku’nya.

Kyu lngsung menoleh, agak trsinggung.

“Hey, Babo~ kau pikir aku mau di jdohkan sama orng ling lung kyak kmu. Sorry, deh.. Gak bakal. Masih bnyak wanita yg lbih baik dari’mu di luar sana yg mnungguku untk m’nikahi mreka.. Lgi pula aku ini trlalu tampan untukmu. Jangan harap aku mau dngan’mu.!!” balas Kyu pnjang lebar.

“kau..” Eun Jae smakin panas di buat’nya.

Kyu hnya cuek dan mengeluarkan PSP yg ada di saku baju’nya. Kyu mulai main game, dan mengabaikan Eun Jae yg memanas di samping’nya.

Tiba2 ibu Kyu & Eun Jae keluar.
“Kyu sdh slesai ngobrol.?” tnya Ibu Eun Jae ramah.

Kyu hnya mengangguk kecil.

“Ya udh.. Mmhm.. Saya pulang dulu, ya.. Msih ada ssuatu yg harus aku siapkan di rumah.. Saya pulang dulu ya, ayo Kyu..” kata Ibu Kyu, dan permisi pulang.

Kyu hnya brdiri dan tidak melirik Eun Jae. Trnyata, Kyu memang Babo bgt.! Dasar orng aneh, pdhal kemarin peduli bgt sama gw.. Pikir Eun Jae dlam hati.

*****

Esok hari di sekolah, Eun Jae hnya dduk2 di bwah pohon belakang sekolah. Phon itu besar dan akar’nya sgt ccok untk dduk2 santai. Namun, apa yg di temukan Eun Jae..
Di samping’nya ada cwo yg juga sdg asyik maen game dan itu adlah….
“KAU…?!??”

Eun Jae trbelalak melihat Kyu yg sdg asyik brmain Psp di samping’nya. Kyu hnya cuek. Dia fokus dgn game’nya.

“eh, maniak game.. Kmu ngapain dsini.?” tnya Eun Jae kesal.
“kenapa setiap aku ingin brsantai sehari saja, kmu psti dtg mnganggu hdupku.?” sambung Eun Jae lagi.

Kyu mnghentikan game’nya & melawan Eun Jae..
“heh, Babo maniak.. Kmu pikir aku ksini untk apa.? Aku mau mngatur rncana dgn’mu untk mmbtalkan prjodohan ini~ ” jelas Kyu dgn kesal.

“oh.. Baiklah.. Lalu, apa rencana’mu.?” tnya Eun Jae.

“ah, nver mind. Ide’ku itu psti… Kau tdk akn mnyetujui’nya.. Lbih baik kita cari ide lain.” ujar Kyu kmbali mmainkan game’nya.

“mwo.? Hey, kyu.. Bgaimana bisa aku tdk stuju, pdhal aku blum mndengar ide’mu itu.? Ayolah.. Katakan saja,.” pinta Eun Jae sambil mendekati Kyu.

“Tidak akan..” jwb kyu.

“waeyo.?? Aissh~ PELIT.!!” kesal Eun Jae sembari mngambil tas’nya & ingin pergi.
Tapi…

“hoi, babo~ mau kmna.??” kata kyu smbil menarik tngan Eun Jae.
“mslah kita blum slesai~ hm.. Baiklah akan kuberi tahu ide’ku yg gila ini..” nyerah Kyu kmudian.

“mwo.? Malhaejyo…” pnta Eun Jae dan lngsung dduk d’smping kyu.

“bgaimana klu kita pura2 pacaran.??” kata Kyu agak malu.

“MWO..??? Pcaran.??!? Hmmph…” kta Eun Jae yg ingin trtawa.

“heh, udh ku bilang ideku gila. Sudhlah, lupakan saja..” kta Kyu dgn jengkel.

“ngga koq… Biasa aja..” gumam Eun Jae.

“kmu bisa gak sih, dgr dlu pnjelasan ku.? Kita itu pura2 pcaran, spy ortu kita tau kita beneran pcaran. Nah, klu udh pas wktu’nya kita putus.. Dgn alasan kita sdh tdk ccok. Otomatis, ortu kita pasti tdk akn m’maksa orng yg tdk ccok mnikah….” jelas Kyu.

“wah… Kmu benar,.. Ide’mu hebat.! Tpi, sjak kpan kita pcaran.?” tnya Eun Jae lagi.

“SEJAK HARI INI.,..” Jwab Kyu mulai malas.

“oh, baiklah.. Kyu, aku pulang dulu, ya..” pamit Eun Jae.

“eitss… Aniyo.!” cegat Kyu lngsung brdiri.
“mulai hari ini aku akn mngantarmu. Jdi, kita trlihat bner2 pcaran., ayo.. Biar aku antar..” Kyu menarik tgn Eun Jae.

*****

sampai di rumah..

“IBU… Aku pulang…” sapa Eun Jae dan lngsung memasuki rumah yg kosong itu, diikuti Kyu dari belakang.

“annyeong, dongsaeng..” blas sungmin dari dlam rumah.

“Lho, oppa.. Ibu mana.??” tnya Eun Jae.

“oh, ibu prgi keluar sbentar.. Ah, iya.. Dongsaeng, Oppa mau prgi ke studio Dream Concert.. Sbentar saja.. Member lain sdh m’nunggu..” pamit Sungmin buru2. Tpi, saat keluar Sungmin malah brpapasan dgn Kyu.

“annyeong, hyung..” sapa Kyu lngsung menunduk.

“annyeong, Kyu.. Kmu pcar’nya Eun Jae kn.? Hehe.. Tolong temani dia sbentar, aku mau pergi.. Tolong, ya,” pinta Sungmin & lngsung mninggalkan tmpt itu.

“hehe.. Pcar..?” kta Kyu trtawa sambil memasuki rumah Eun Jae.

Kyu trpana oleh PS3 yg trgeletak di dpn TV ruang tamu Eun Jae. Kyu lngsung melepas tas’nya dan..
“EUN JAE,… INI PUNYA SIAPA.??” teriak Kyu mantap.

“ah, itu punya ku. Hdiah ultah dari Paman’ku kemarin. Krna gw gak suka, gw taruh aja dstu. Yg main biasa’nya Sungmin oppa, dan kkak sepupu’ku, Donghae oppa,” jelas Eun Jae dari dapur.

“aku mainkan, ya.??” pnta kyu memohon.

“ne… Main saja yg pnting kau senang..” kata Eun Jae smbil mnyusul Kyu di ruang tamu.

Bberapa menit kmudian..
“hah, aku bosan… Dari tadi raja’nya kalah terus.. Huh, dsar game payah….” gerutu Kyu smbil melihat Eun Jae.
Tpi, trnyata Eun Jae sdh trlelap dalam tidur’nya.

Kyu mmperhatikan Eun Jae, dan sesekali dia trtawa sperti orng sdg jatuh cinta. Kyu lngsung merapikan PS3 itu, dan prgi keluar. Tpi, kyu tetap kasihan melihat Eun Jae dgn posisi tidur yg aneh.
Kyu memutuskan untk membaringkan Eun Jae di sofa ruang tamu’nya.
“selamat tidur, Babo~ hehe..” kta Kyu sambil trtawa kecil dan prgi dari tmpt itu.

******

Di rumah, Kyu hnya trtawa m’ngingat kjadian tadi siang. Kyu terus mmbayangkan wajah Eun Jae yg tidur dgn lelap di ruang tamu tadi siang. Bberapa tmen’nya yg minta brmain PB dngan’nya, Kyu abaikan sperti prmintaan teman di Facebook. Sungguh aneh, tapi Kyu merasakan ssuatu trjadi pada drinya..

TOK . . .tok . . . TOK ..

Suara pintu kamar Kyu di ketok s’seorang…

“Kyuhyun….” panggil suara seorang wanita.

“ah.. Nonna..!!” teriak Kyu dari dalam.

Trnyata, itu adlah kkak Kyuhyun, CHO AHRA. Ahra baru pulang dari Australia. Tntu saja Kyu kangen dgn Ahra.

“Nonna… Knp kau jarang menelponku.? Aku kangen~” kata Kyu dgn manja.

“haha, dongsaeng ku makin tinggi, ya.? Oh, ya.. Aku dgr kau mau di jdohkan.. Siapa wanita itu..?” tnya Ahra dgn trsnyum.

“ah, itu Eun Jae… Rumah’nya tepat di dpn kita,” jwab Kyu cepat.

“oh, besok temani aku kesana, ya.. ^^ ah, Kyu.. Aku ke dapur dlu.. Jgn lupa ya, besok..” pinta Ahra dan meninggalkan kamar Kyu.

Kyuhyun hnya bengong sperti orang Babo… XD

~ TBC ~

Super Junior FanFiction : “Listen to You” [part 1]

24 Sep

Main cast :

~ Lee Eun Jae

~ Cho Kyu Hyun

~ Kim Ryeowook

~ Lee Sungmin

cameo :

~ Cho Ahra

~ Kyuhyun’s mother

~ Eunjae’s Mother

******

Suatu sore, Eun jae, Sungmin, dan ibu’nya tlah sampai di rumah baru mrka. Ya, mrka baru saja pndah dari Incheor ke Anyang. Eun Jae pun harus beradaptasi dgn lingkungan baru.

“eun jae, tolong beli tissu di toko sbelah,” teriak sungmin sambil mengangkat barang ke dlam rumah.

Sambil malas2an, Eun jae mengangguk tnda setuju. Dari awal, eun jae memang tdk stuju jika dia pndah.
Saat di toko..

“annyeong…” eun jae menyapa toko yg sepi itu.

Ah, tidak ada jwaban. Tapi. ..

“ne, annyeong..” jwab seorng cwo manis yg brbdan mungil.

“Ryeowook.??!?” teriak Eun jae melongo mlihat cwo yg dia kenal, tmen s’masa SMP .

“haha.. Lee Eun Jae,? Wah, lama tak brtemu..” snyum Ryeowook smakin manis.
“kau sdg apa dsini.?” sambung Ryeo.

“aku baru pndah ksini bberapa mnit yg lalu. Ah, jadi stelah lulus SMP kmu pndah ke Anyang, ya.. Oh~” ujar Eun Jae yg lngsung mngerti.

“ne.” sambung Ryeo.

“Ryeo, aku mau beli tissu satu dong..” kta Eun Jae.

“ok.. Tnggu sbentar.” ryeo mengambilkan tissu yg ada di belakang’nya.

Tiba-tiba,,. Sbuah suara teriakan mengagetkan Ryeo & Eun Jae..
“RYEO-HYUNG.. DIMANA PSP KU.??!??”

“suara siapa itu.?” tnya Eun Jae mantap.

“ah, itu..” belum smpat Ryeo mnjawab, cwo itu udh keluar dari dlam kamar’nya mnuju toko kecil Ryeowook.

Hmm.. Cwo itu sgt tampan, imut, hidung’nya tinggi, dan mata’nya… Wow~

“hey, hyung.. Ada dmna.?” tnya cwo itu lagi.

“oh, Kyu saeng.. Ada di atas meja dekat dapur.. Mian, kgak ngasih tau..” ngeliat Kyu & Eun Jae.
“Kyuhyun, prkenalkan.. Ini tmenku saat SMP di Incheor,” sambung Ryeo.

Eun Jae menatap Kyu dgn kagum. Eun Jae sgt trpesona dgn wajah Kyu yg manis itu.

“Lee Eun Jae, ibnida..” sapa Eun Jae.

“Kyuhyun,” jwb Kyu dingin, dan lngsung meninggalkan tmpt trsebut.

Seketika itu, Eun Jae merasa sakit hati. Perasaan’nya di acuhkan bgtu saja dgn Kyuhyun.?? Trnyata, orng’nya sngat dingin. Ttep saja keren.

“ini Eun Jae.. Lain kali, mampir ke rumah, ya…” kta Ryeo sembari mmberikan plastik berisi tissu.

“kamsa, Ryeo.. Gw psti mampir. Bye..” snyum Eun Jae, dan mninggalkan tmpt itu.

******

malam hari pun tiba. Bberapa orng di rumah Eun Jae msih sbuk dgn urusan’nya msing2.
“lbih baik aku keluar saja..” gumam eun jae dan prgi ke luar rumah.

Di luar rumah, Eun Jae melihat ada bangku brhadapan lawan arah, di tengah taman blok rumah’nya. Trlintas di pkiran’nya, ingin dduk dsana dan maen twitter spuas’nya. Eun Jae pun dduk di bangku itu.
Namun, ia kaget saat bberapa menit online, ada se’orng cwo yg trlihat ngutak”ngatik keyboard laptop di dpn mata’nya. Cwo itu dduk di bwah phon rindang yg disinari chaya lampu dari rumah’nya..

“itu kan.. KYUHYUN.?” jwab Eun Jae mantap.

Jarak mreka dket sekali. Sperti meja seorang guru dan murid’nya. Tiba2 Kyu melihat Eun Jae..

“kau.? Ngapain dsini..” tnya Kyu singkat.

“waeyo.? Aku dluan dsini.. Knapa jdi kau yg balik brtnya.?” jwab Eun Jae yg mulai judes.

“hoi, orang.. Aku sdh daritadi dsini.. Kmu aja yg gak liat, krna aku dibwah phon…” jwab Kyu mulai emosi.

“hhh.. I don’t care..” jwab Eun Jae mlanjutkan twitteran lagi.

“kau sdg apa,?” tnya Kyu mulai ngajak ngobrol.

“hm,.. Twitteran.” jwab Eun Jae yg mulai mmperhatikan Kyu.

“oh.. Username kmu apa.? Boleh gw follow gak.?” tnya Kyu sambil mndekati Eun Jae.

“waeyo.?? Kmu ngapain dket2 ..??” tnya Eun Jae yg agak panik.

“ndak.. Cuma pngen dduk dsitu aja. Disana bnyak nyamuk, gak boleh ya.??” tnya Kyu mulai sopan.

“b-b-boleh.. Boleh..” jwab Eun Jae yg ggup dan lngsung mmpersilahkan Kyu dduk.

Kyuhyun pun dduk di samping Eun Jae dan membuka kmbali laptop’nya. Sesekali Eun Jae brpikir dlam hati, “ada apa dgn cwo ini. Pdhal tadi siang dingin sekali,”. Tpi, Eun Jae lihat lagi KYUHYUN MEMANG SANGAT MANIS wlaupun sdg serius. Eun Jae bner2 mnyukai Kyu skarang.

“hei, kau knapa.? Dari tadi melihatku terus?” tnya Kyu yg lngsung mengagetkan Eun Jae.

Eun Jae yg brjarak 15cm dari wjah Kyu lngsung mundur dan mmbalikkan wjah’nya. Eun Jae takut, Kyu melihat wjah’nya yg semakin memerah karena malu.

“EUN JAE…” sbuah suara mmecah k’heningan trsebut.

EunJae menoleh dan terlihat Sungmin brjalan ke arah Kyu & Eun Jae. Sungmin hnya m’msang wjah masam dan menarik tngan Eun Jae pergi. Kyu hnya cuek dan mlanjut’kan maen game di laptop.

*****

Pagi hari pun tiba. Pagi itu, hari pertama Eun Jae brsekolah di SMP HAN GYEON. SMP itu sama dgn Ryeo dan Kyu. Tntu saja Eun Jae senang bisa satu sekolah dgn dua orng yg dia anggap shabat.

“Eun Jae..” teriak Ryeo dari luar gerbang rumah Eun Jae.

“ah.. Ryeo Oppa. Udh siap.?” tnya Eun Jae sambil merapikan tas’nya.

“iya. Tinggal nunggu Kyu aja. Dia msih sibuk sama psp ‘nya..” jwab Ryeo melirik Kyu.

“ah, ok.. Kita berangkat skarang,” twar Eun Jae lngsung berangkat dgn Ryeo dan Kyu.

*****

Di sekolah, Ryeo & Eun Jae tidak satu kelas. Eun Jae malah satu kelas dgn Kyu. Walau agak senang, ttep aja bagi Eun Jae, Ryeo itu shabat’nya dan ingin terus brsama’nya.
Dan saat tengah istirahat, Eun Jae pun melirik ke arah Kyu yg juga teman sebangku’nya..

“hey,, knp smalam kau bgtu baik pda’ku.?” tnya Eun Jae sntai.

“kau pikir knapa.? Karena baik.? Tidak.” jwab Kyu sadis.

Kyu kmbali brsikap sadis. Eun Jae malah bingung di buat’nya.
“hei, ada apa dgn’mu.?” tnya Eun Jae.

“knp.?? Kau tdk tau aku siapa.???” brhenti brmain psp dan mndekati Eun Jae.
“aku ini.. LELAKI TERTAMPAN dan CUTE di skolah ini. Kmu tdk tau ya.? Bnyak cwek yg m’ngagumi ku.? Hhe.. Tdi malam itu aku hnya mmberimu sdikit snjata andalanku. Yaitu senyumanku,” sambung Kyu yg lngsung trsenyum…… Manisss……

Glek!

Kali ini Eun Jae bner2 marah dan jengkel. Bgaimana bisa dia di’bhongi oleh cwok yg belum lama ia kenal. Owh..

“kyaaaaa~ itu CHO KYUHYUN.!!”
“Uwaaaa~ dia Cute bnget, ya.?”
“ah… Snyuman’nya Evil bgt, ah~”
trdengar bberapa komentar para cwe yg lewat di kelas itu. Sekali aja Kyu brkedip, smua cwe itu lngsung brteriak dan mngatakan, “YOU ARE SO CUTE,” Kyu menanggapi’nya dgn trsnyum & sekali lagi, dgn snyum yg CUTE.!

“udh liat kn.?” sombong Kyu memonyongkan bibir’nya.
“jadi, lbih baik kmu brsyukur bisa dduk dgn ku.. Bnyak cwe pada ngantri pngen dduk sama aku..” pesan Kyu dgn sombong.

Eun Jae pun brdiri..
“aku tdk akn prnah trhanyut dlam senyum’mu itu Kyuhyun. Liat saja.. Akan ku buktikan, snyum mu itu pasaran.!!” blas Eun Jae kesal & lngsung mninggalkan Kyu di meja’nya.

“hm.. Cwe itu beda sekali. Akan ku buat dia suka padaku,” gumam Kyu dlam hati.

*****

saat pulang sekolah, Eun Jae sdikit kesal. Dia msih m’ngingat wjah Kyu yg terus trsenyum. Memang, Kyu itu manis. Tpi, sikap sombong’nya mmbuat Eun Jae hilang kesabaran.
Tiba-tiba …

CITT…. CIT….
BRUKKHH…..!!!!

Suara mobil mnabrak seorang cwe. Dan cwe itu adlah Eun Jae. Eun Jae trlihat ksakitan dan siswa lain msih mmbntu Eun Jae yg trluka di dahi, siku, dan lutut.

Dan, lewatlah seorang pria dgn jaket putih dan helm putih..
Saat dia brhenti di dpn Eun Jae, dia mmbuka helm’nya..
Dan, seketika itu para siswi teriak..
“KYAAA~ CHO KYUHYUN….. Ahh~”

kyu hnya mengabaikan pnggilan itu dan trfokus pada Eun Jae. Kyu mnggendong Eun Jae yg stengah sadar itu, dan mmbuat para siswi smakin histeris karena gaya’nya yg keren dan cool abis.

Kyu mngantar Eun Jae ke rumah’nya. Disana, Ryeo mmbntu mnjaga Eun Jae.

Dan…

“owh.. Aku dmna..?” tnya Eun Jae yg mulai sadar.

“ah.. Eunjae-Saeng.. Udh sadar,??” tnya Ryeo yg khawatir.

“oppa.??! Knapa aku.? Aw.. Aduh.” Eun Jae meringis ksakitan.

“kamu sharus’nya pelan2, & brterima kasih pda Kyu krna dia udh mnolong’mu di tngah jalan tadi. Coz, kta’nya kmu kcelakaan.. Saat dia lewat dia lngsung menolong’mu dan mmbawa mu ksini..” jelas Ryeo mantap.

Eun Jae mngangguk tnda mngerti. Lagi2 ia brpikir, “knapa lagi Kyu,? Lagi2 dia baik padaku.??”.

“hei… Ini kompres’nya..” kejut Kyu pada Ryeo.

“ah, kyu.. Kmu saja yg mngobati’nya, aku mau jaga toko..” kta Ryeo sembari mninggalkan kamar’nya.

Eun Jae saling melirik pada Kyu. Kyu yg mulai males itu, lngsung dduk di smping Eun Jae.
“heh, knapa kau ini.. Babo sekali..” kata Kyu yg mulai mengawali pmbicaraan.

“MWO.?? Babo…?!? Kmu yg babo, Kyu.! Knp tiba2 kmu baik lagi pdaku.??” tnya Eun Jae nyaring.

“hei, babo~ masa aku tega meninggalkan s’orng gadis yg trluka di tngah jalan. Lagi pula, kau juga hrus brterima ksih pdaku. Aku sdh mnyelamatkan mu..” jelas Kyu smbil mnyiapkan alat kompres’nya.

Eun Jae hnya trsipu. Eun Jae bingung harus apa, malu atau marah.

~TBC~

comment yo~ hehe ^^