Arsip | Cho Kyuhyun 조규현 RSS feed for this section

FF NC Yaoi : “Because Of Love” [one shoot]

6 Mei

WARNING !!!
This is YAOI fanfiction!
Don’t like? Don’t read then…

Kyumin


Author :
Nam Go Hyun

Cast :
– Cho Kyuhyun
– Lee Sungmin
– Zhoumi
– Choi Siwon
and other SJM member

Genre :
Yaoi, Yadong, NC-17, Romance^^

Ringkasan :
Cinta sejati antara Kyuhyun dan Sungmin. Juga perjuangan Kyuhyun yang diwarnai sedih dan senang.

* * *

Aku cinta padanya. Aku tau ini terdengar aneh. Tapi, perasaan ini beda….


[Kyuhyun POV]

“Kemana pria bodoh itu!” gumam Eunhyuk seperti cacing kepanasan.

“Padahal, kita mau latihan… tapi, si tertua malah lama banget datangnya,” sambung Donghae tidak kalah nyaring.

Aku hanya geleng2 melihat mereka. Tidak ada yang bisa kulakukan selain cuek. Mereka benar2 ribut. Aku tidak mengerti jalan pikiran mereka. Padahal, aslinya mreka juga sering terlambat, tapi si tertua tidak pernah protes -.-

“Hosh… hosh… maaf telat!” suara si tertua terdengar di telingaku. Spontan aku menoleh dan tentu saja lega melihat wajahnya. Wajah yg membuat hatiku berdetak kencang. Um~ perasaan apakah ini? #plak

“Sungminnie! Dari mana saja kau!? Kita akan latihan untuk album SJM Repackage kan? Kenapa kau telat?” tegur Ryeowook polos.

“Ah, maaf~ aku ada keperluan mendadak dengan member DBSK. Lagian, kenapa kalian ga mulai aja dluan? bagianku menyanyi kan sedikit…” gumam Sungmin heran.

“Anak itu tidak mau latihan klau kau tidak ada…” jwab Zhoumi seadanya sambil menunjukku.

Aigo~ kenapa Zhoumi hyung jujur banget~ Ketahuan deh -.-
“Aku tidak bilang begitu…” jwabku menutupi rasa maluku.

Sungmin tersenyum penuh arti dan meletakkan jaketnya.
“Kalau begitu ayo latihan~” ajak Ryeowook lagi dan berlari ke practice room SJM.

****

Aku merebahkan badanku di lantai. Sungguh lelah menyanyi dan nge-dance itu. Ototku kaku seakan2 aku terbang melayang. Tapi, wajahnya selalu membuatku tersenyum. Ya, wajah yg baby face itu. Seakan2 aku orang paling beruntung yg pernah mengenalnya.

“Kyuhyun, udh makan?” tnya Sungmin lembut ditelingaku.

Aku langsung salting dibuatnya! Astaga. Hebatnya.
“Sudah,” jawabku mulai dingin. Karena aku tidak ingin terlihat aneh didepannya. Aku ingin menyembunyikan perasaan ini sampai dihari yg tepat aku mengatakan yg sebenarnya.

“Oh, aku mau keluar dengan Siwon dan Ryeowook. Kami akan makan di restoran cina, favoritnya Henry. Kau benar tidak mau ikut?” ajak Sungmin lagi. Sebenarnya aku ingin ikut… tapi, aku tidak mau makin gila karena wajahnya yg semakin imut jika sedang makan T_T Ottoke??

“Aku akan bersama Kyuhyun dsini!” pekik Zhoumi tiba2.

Aku mendongkak heran. Zhoumi hanya tersenyum manis padaku dan… aku merasa lega ada yg menemaniku.

“Baiklah… aku duluan. Kalian jaga diri… ayo Siwon-ah!” pamit Sungmin dan bergegas keluar.

Akhirnya dia pergi. Walaupun aku kecewa, tapi ini semua salahku, karena aku sok tidak peduli padanya. Huh~ sudahlah.

“aku tau kau belum makan. Ayo kita ke warung langgananku!” ajak Zhoumi hyung tersenyum.

Aku mengangguk cepat dan tersenyum lebar. Ternyata, Ada juga yang mengertiku.

****

[backsound : Super Junior M – Love is Sweet]

“Enak banget! Makanan apaan nih??” tnyaku takjub.

“Itu ekornya kuda laut,” jwab Zhoumi santai.

“MWO!!?? Uhueeekk!!!” aku luar biasa terkejut.

“Hahaha~ kmu kenapa Kyuhyun-ah??? Kkk~” Zhoumi nepuk2 pundakku. Tak kusangka dia benar2 perhatian denganku.
“Lagian makanan seperti ini udah seperti camilan sehari2 di cina, tepatnya di Beijing. Kami juga biasanya makan kulit ular, cumi-cumi, dan banyak lagi,” sambung Zhoumi dengan wajahnya yg innoncent.

“Lebih baik kau diam atau aku akan muntah lagi!” tegurku dingin. Perutku mulai tidak enak jika diceritakan seprti itu.

“Haha! Kupikir kau orang yg suka makanan ekstrim. Ya sudahlah~ makan nasi goreng Beijing saja lhaa~” tawar Zhoumi sambil mengacak2 rambut kriwilku.

Aku hanya mengangguk meng-iya-kan. Perutku masih tidak enak.

****

Akhirnya kami sampai di apertemen kami. Tidak terasa besok lusa akan pulang ke korea. Ternyata rekaman itu tidak terasa berlalu cepat.

“Kyuhyun…” panggil sebuah suara yg membuatku dag-dig-dug. (kyuhyun, alay loe -_-)

“Sungmin hyung! Ah, belum tidur?” tnyaku sambil tersenyum kecil.

“Belum. Ah, iya~ apa kau sudah makan? Tadi aku membelikanmu nasi goreng. Habisnya, tadi kau tidak pergi makan bersama kami,” jelas Sungmin sambil memberikanku plastic putih yg berisi nasi goreng. Iya. Aku sudah makan.

“Mianhae. Aku sudah makan tadi,” jwabku seadanya sambil meletakkan makanan pemberian sungmin di atas meja.

Sungmin terlihat sedih. Aku tau itu. Mianhae~
“Oh…” responnya singkat.

“Hyung! Kumohon jangan marah~~ aku akan memakannya besok pagi. Kita berdua yang makan! Gimana?” tnyaku berbinar2. Aku tidak ingin hyung favoritku ini sedih.

“Tidak usah dipaksakan. Biar aku berikan pada Shindong saja…” ujarnya lemas.

“Hyung!” pekikku emosi.

Sungmin menatapku heran.

“Jongmal Mianhae. Aku bukan magnae yg baik,” gumamku tiba2. Aish~ kenapa juga aku mengatakan hal bodoh seperti itu -_-

“Gwaenchana. Semua orng pasti pernah melakukan kesalahan. Lebih baik kau tidur sekarang. Annyeonghi jumuseyo,” pamit Sungmin dan masuk kekamarnya.

Aku tertunduk lemas. Kenapa dia terlihat kecewa sekali? Apa aku benar2 bukan magnae yg baik?

“Dia cemburu,” tegur suara yg terdengar gentle ditelingaku.

“Hah? Zhoumi hyung??” pekikku heran.
“Apa maksudmu?” sambungku lagi.

“Dia melihat kita makan berdua di restoran cina tadi siang. Aku rasa karena itu,” kata Zhoumi pelan.

“Ah? Maksud hyung??” tnyaku lagi semakin heran.

“Dia sayang padamu, Kyuhyun-ah…” jelas Zhoumi membuatku terbelalak kaget.

Itu tidak mungkin. Mana mungkin Sungmin punya perasaan yg sama denganku.

“Ba-bagaimana bisa?” tnyaku pada diriku sendiri.

“Tentu bisa,” jwab Zhoumi cepat.
“Aku tau kau juga sayang padanya. Lebih baik kau jelaskan sekarang, atau semua perasaanmu hanya sia-sia padanya,” sambung Zhoumi yang sudah memegang bahu-ku, seakan2 memberikanku kekuatan untuk semua ini.

“Hyung…” aku bergumam pelan.
“Terimakasih! Terima kasih sudah mengertiku selama ini! Tidak akan kulupakan jasa2mu ini!” kataku berbungkuk berkali2.

Zhoumi terkekeh pelan dan mengacak2 rambutku lagi.
“Magnae Babo~ cepat susul dia! Akan kudoakan dari sini, huwehehe~” jawab Zhoumi sambil tertawa evil. Tunggu dulu~ evil itu kan style-ku? -_-

“Arasseo! Hyung, you’re the best!!! Wish me luck!” kataku sok inggris.

“Okay! Good luck, Marcus Cho!” balas Zhoumi sebelum aku memasuki kamar Sungmin.

*****

[backsound : I Knew I Love You – Kyuhyun feat. Sungmin]

KREK…

Kubuka pintu kamar Sungmin. Dia tidur menghadap jendela. Tentu aku hanya bisa melihat punggungnya. Apa dia sudah tidur?

“Sungminnie…” sapaku dan berjalan masuk kekamarnya.

“……..” Sungmin hanya diam.

“Kau sudah tidur?”

“belum.”

Ternyata dia masih hidup(?).

“Hyung… ada yang ingin kau ceritakan padaku?” tnyaku yang terdengar aneh sambil duduk disampingnya.

Sungmin mengubah posisi tidurnya menjadi kearahku. Dia berbaring manis sedangkan aku menatap mata hitamnya menunggu jawaban.
“tidak ada,” jwabnya dingin.

Kemana mata yang membuatku hangat itu? Siapa yg membuatmu begini Sungmin hyung?

“Hyung, kau kenapa? Kenapa kau menjadi dingin padaku?” tnyaku menggoyang2kan(?) bahunya.

Sungmin bangun dan duduk menghadapku. Ditatapnya aku dengan tatapan… yang sepertinya tatapan membunuh(?).

“Aku… Aku tidak suka kau dengan Zhoumi!” pekiknya lucu. Apa maksudnya?

“Ah? Maksudmu?? Kau tidak denganku dan Zhoumi hyung? Kau tidak suka kami? Memangnya kami salah apa?” tnyaku lagi semakin heran.

Sungmin menggigit bibir bawahnya, yang membuatnya terlihat sexy.
“Aku tidak suka kau bersama dengan Zhoumi! Jalan berdua atau apalah itu…” jelas Sungmin yg membuatku semakin heran.

“…aku hanya ingin kau bersamaku,” sambungnya yang membuatku terpanah. Benarkah Sungmin juga suka denganku??

“Hyung… apa itu artinya… kau suka denganku?” tnyaku tidak percaya.

“aku tidak bilang begitu…” jawabnya yang sama judesnya dengan sebelumnya.
Ah~ dasar hyung manja.

“Tapi, matamu mengatakan begitu, hyung~”

“memangnya mata bisa bicara? Babo~”

“aish~ maksudku bukan begitu…” aku mendorong sungmin sehingga ia kembali tertidur diranjangnya. Aku berada diatas Sungmin, menopang badanku dengan tangan kiriku, sedangkan tangan kananku membelai pipinya.

“Kyu-Kyuhyun… kau mau apa?” tnya Sungmin terlihat panic. Itu petanda bahwa kau menyukaiku, hyung.

“Kau benar tidak mau mengakuinya?” tnyaku menggoda kelinci imut ini.

“……” Sungmin menggeleng cepat.
“Lepaskan aku!!” Sungmin mendorongku sampai aku terhempas disebelahnya.

“Aku mau tidur. Selamat malam.” Kata Sungmin lagi dan langsung tidur membelakangiku.

“Baiklah… Selamat malam, Nae Sungmin,” jwabku cepat dan menutup mataku.

“Apa kau bilang??!?” tnya sungmin peka dengan kata2ku tadi. Tapi aku tidak menggubrisnya. Aku tetap berpura2 tidur dengan manisnya. Kurasakan tangan yang lembut membelai rambutku. Dan aku yakin itu tangan Sungmin.

“Kau tahu, Sebenarnya aku…” gumam Sungmin terputus. Aku tetap ber-akting tidur seakan menunggu kata2 keluar dari mulutnya.

“……” Sungmin tidak melanjutkan kata2nya dan malah tidur. Aku menjadi kesal dengannya yg bersikap aneh. Ya sudahlah~ kita lihat akan bertahan sampai kapan Sungmin menyembunyikan perasaannya. Khekehekehekehkehee~ (dasar evil :P)

*****

“Selamat pagi, sayangku~~” sapa Eunhyuk pada Donghae yg sedang asyik makan.

“Aisshh~ menjauh dariku, monyet aneh!” kesal donghae dan menjauhi eunhyuk.

“aish~ Chagiyaaaa~” panggil Eunhyuk manja pada Donghae dan terus mengikutinya.

“BERHENTI MENGIKUTIKU!!!” bentak Donghae mulai emosi.

aku hanya menggeleng2 memaklumi hyungdeul aneh itu. Tiba2 Sungmin datang dari kamarnya. Aku tahu, dia baru bangun. Sungmin menatapku lekat. Aku langsung tersenyum manis padanya dan kalian tahu apa? Dia langsung salting dan terlihat jelas pipi yang merona merah itu. Keke~ mau bertahan sampai kapan kau, nae Sungmin?

“Pagi, Sungmin~ sudah makan?” tnya Siwon yang asyik duduk2 di meja makan.

“uhm… belum. Ada makanan apa pagi ini?” tnya Sungmin manis dan langsung duduk disamping Siwon. Aku hanya menatap mereka dari ruang tamu.

“Hari ini Ryeowook masak mie ala Chef Wookie. Enak lho! Coba rasain dlu~” kata Siwon dan menyuapi Sungmin mie itu dengan sumpitnya. Bukan sembarangan sumpit, tapi sumpit bekas mulut Siwon!

“Hm~enak~” kata Sungmin tersenyum sangat manis. Senyuman itu… hanya aku yang boleh melihatnya! Dan sekarang, Siwon malah mengelap2 bibir Sungmin dengan lembut. Itu… hanya aku yang boleh begitu!!!

BRAK..!!

Kubanting piring yang belum habis kumakan dimeja ruang tamu. Spontan semua member melihat kearahku. Bahkan EunHae yang asyik bertengkar ria tadi. Aku tidak peduli lagi. Sungmin, kau keterlaluan! Aku berjalan masuk kekamar tanpa menghiraukan panggilan2 hyung2ku dan juga si little Henry.

*****

“Keterlaluan!!” pekikku jengkel sambil menekan2 keyboard laptopku sekuat2nya.

“Babo! Babo! Babo!!!” aku terus menekan2nya dengan paksa.

“Ini… kenapa lagi kau tidak menyala!!! Hoi~ aku msih mau main!!! ARGHHH!!!” kubanting laptop itu dengan keras hingga terbelah menjadi dua. Kulihat keyboard itu benar2 rusak. Dan itu karena aku yang terlalu dilema dengan Sungmin.

“…..” aku tertunduk lemah. Kupeluk lututku sekuat2nya. Aku benar2 merasa seperti orang bodoh. Mana mungkin Sungmin menyukaiku. Mungkin saja dia hanya kesal karena aku tidak makan bersamanya. Tidak mungkin dia cemburu. Kenapa aku ini? Kenapa aku berharap tinggi sekali jika Sungmin membalas perasaanku? Dia itu masih normal. Aku tahu itu! Ya, aku yang aneh. Aku yang tidak normal. Aku bodoh.

“hikss…. Hiksss….” Tiba2 aku menangis. Hatiku benar2 sakit. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Ya Tuhan~ Perasaan apa ini?

“Sudahlah…” Zhoumi datang dan memelukku. Pelukan ini… hangat sekali.

“Hyung…. Hiksss… aku bodoh~~ naneun jongmal babo namja….” Aku menangis keras di bahu Zhoumi. Zhoumi mengusap2 kepalaku agar aku tenang. Aku memang sudah tenang seperti ini, tapi hatiku masih sakit.

“Sudahlah… Kau harus bersabar Kyuhyun-ah, jangan seperti anak kecil… Yakinlah! Suatu saat nanti, dia akan membalas perasaanmu. Jangan begini. Lihat apa yang kau lakukan pada laptopmu sendiri… apa kau ingin melakukan itu juga padanya? Tolong kontrol sikapmu. Kau tidak mau dia kecewa lagi kan?” jelas Zhoumi panjang lebar dan tersenyum padaku.

Aku mengusap air mataku dan berbalik memeluk Zhoumi.
“Hyung~ gomawo… kau benar2 memberiku semangat baru… hikss….” Kataku yang masih menangis terharu.

“Lho, kok nangis lagi? Haha~ ternyata seorang evil magnae bisa menangis. Uljima~ jangan begini terus, hehe~” Zhoumi tertawa kecil dan menepuk2 punggungku. Aku nyaman bersamamu, Zhoumi hyung. Tapi, hatiku tetap untuk sungmin. Andaikan aku pernah punya perasaan padamu, tidak akan kusia-siakan kesempatan ini. Kau benar2 hyung yang baik. Aku beruntung pernah mengenalmu.

“Aku orang paling beruntung yang pernah mengenalmu, hyung~ gomawoyo~” aku semakin mempererat pelukan kami. Sepertinya Zhoumi mengerti, ia juga memelukku semakin dalam. Ya, begini saja terus. Aku sangat nyaman.

*****

Aku memakai handukku dan keluar dari kamar mandi. Kulihat Sungmin sudah ada dikamar dan duduk2 sambil memainkan hp-nya. Kali ini akan ku kontrol  sikapku. Aku tidak akan membuat Sungmin menjauh padaku lagi. Zhoumi, doakan aku!

“Hyung, kau mau mandi?” tnyaku sok asik(?).

“Tidak.” Jwab Sungmin dingin.

Aku mengangguk mengerti dan dengan cepat memakai bajuku. Ini adalah hari terakhir kami di Taiwan. Dan aku ingin ini menjadi hari tak terlupakan untukku dan juga nae sungmin ini.

“Hyung…” panggilku manja dan duduk disampingnya.

“apa?” tnyanya cepat dan masih memainkan iPhone putih itu.

“apa kau marah padaku?” tnyaku to the point.

“Tidak.” Jwabnya cepat dan sekarang beralih membaca Novel besar dari J.K Rowling (bener gak tuh?)

aku menggaruk2 kepalaku yang tidak gatal. Ya, setidaknya dia bilang tidak. Walaupun aku tahu, sikapnya masih judes, dan itu tandanya dia masih marah -_-

“Oh, ya~ kenapa kau hancurkan laptopmu?” tnyanya pelan dan menatapku heran.

Aku terkejut! Omo~ dia mengajakku bicara. Dia juga menatapku sekarang. Apa benar dia sudah tidak marah lagi padaku? Baiklah. Sepertinya doa Zhoumi manjur. Kalau sudah begini, apa boleh buat? Harus kumanfaatkan sebaik2nya.

“Itu karena aku emosi,” jwabku tidak menatap wajah polosnya.

Sungmin duduk menghadapku dan menatapku heran.

“marah karena…?” sungmin menggantungkan kalimatnya berharap aku menjawabnya.

“karena…” aku menatapnya dalam.
“Karena kau, hyung~” jwabku seadanya.

Sungmin memiringkan kepalanya semakin heran. Dia benar2 manis, kuakui itu.

“Baiklah~ aku tidak mengerti ini. Aku salah apa padamu?” tnyanya heran.

“aku marah padamu karena kau membuatku jatuh cinta padamu,” jelasku cepat. Sungmin terlihat semakin heran dan wajahnya semakin lucu. Ah~ aku suka menggodanya seperti ini.

“Aku… suka padamu, Sungmin” sambungku langsung.

Sungmin belum merespon. Dia terlihat shock dan menutupi mulutnya dengan tangan mulusnya itu.

“Okay, aku tahu kau menganggapku aneh kan? Ya, aku memang tidak normal sekarang. Dan itu karena kau, hyung~ aku begini karena kau! Terserah kau mau benci atau apa, tapi aku ingin kau tahu bahwa aku benar2 mencintaimu… bahkan ini lebih dari apapun…” aku menatapnya lekat lekat.

“……..” Sungmin menyandarkan kepalanya di bantal yg empuk itu. Dia terlihat berpikir keras berusaha menemukan maksud dari perkataanku tadi.

“Hyung!” tegurku karena dia kelamaan mikir -_-

“ah~ ya?” Sungmin terlihat bingung. Haha~ kenapa dia imut sekali T_T omo~ apa benar dia seorang pria? Kenapa dia manis sekali?

“Apa kau ingin mengatakan sesuatu?” tnyaku pelan. Sungmin hanya tersenyum sungging dan mengangguk.

“Apa menurutmu aneh, kalau aku juga… suka denganmu, Kyuhyunnie?” kata Sungmin langsung.

“MWO?? Aku tidak salah dengar???” heranku dibuat salting oleh namja manis ini.

Sungmin hanya mengangguk manis. Dia benar2 membuatku gemas.

“Jelaskan bagaimana maksudnya? Jangan membuatku gila, hyung!” pintaku tidak sabaran. Sungmin hanya tersenyum… semakin manis dan membuatku terbuai gila(?).

“Aku…” Sungmin menunjuk dadanya.

“Suka…” membentuk hati dengan jari-jemarinya.

“padamu…” dan sekarang menunjuk dadaku.

“HYUNG!!!!!” pekikku terharu dan langsung memeluknya. Aku benar2 bahagia. Tidak kusangka mlm ini benar2 menjadi malam tak terlupakan dalam hidupku.

“Hyung~ kenapa kau sangat romantisssss mlm ini?” tnyaku mencubit2 pipinya yg putih mulus itu.

“Ah! Jangan lebay dirimu, Kyuhyunnie~ kkk~” Sungmin mengelus2 pipiku. Kami saling bertatapan. Senyuman Sungmin semakin pudar. Ya. Karena aku telah mencium bibir Sungmin dengan bibir sexy-ku. Sungmin masih diam. Aku tahu ini terlihat aneh, tapi aku tidak peduli. Aku benar2 mencintai Sungmin.

“Saranghae~” bisikku ditelinga Sungmin saat kulepaskan ciuman singkat itu.

“Nado Saranghaeyo~” balas Sungmin dan memelukku erat. Aku sangat bahagia. Terima kasih Zhoumi, kau adalah penolongku.

*****

Matahari bersinar sangat terang. Sinarnya membuatku bisa melihat wajah manis Nae Sungmin yg tertidur pulas. Ah~ aku merasa tadi malam itu hanya mimpi.

“hmm~” kupeluk Sungmin erat2 dan kutenggelamkan kepalaku didadanya. Menghirup aroma parfum khas seorang Lee Sungmin.

“……” Sungmin membuka matanya. Menatapku yang juga sedang menatapnya.
“Waeyo?” tnya Sungmin heran sambil mengelus2 punggungku.

“Hyung… apa semalam itu mimpi?” tnyaku memastikan.

Sungmin hanya tersenyum manis dan mencium keningku.
“Annia…” jwabnya langsung.

Aku semakin bahagia dan kupererat pelukan kami. Sekarang Sungmin yang berada didalam pelukanku. Ini benar2 membuatku senang.

“Kau tahu, hyung~ aku sangat sangat sangat mencintaimu…” kataku sambil mencium kening dan bibirnya.

“Ne, aku tahu itu~” balas Sungmin pelan sambil mengelus2 pipiku.

Kami saling bertatapan. Aku semakin mendekatkan wajahku dan mencium lembut bibir kelincinya. Sungmin menutup matanya dan menikmati ciuman kami. Aku semakin tergoda dengan pria manis ini, ku belai rambut hitamnya dan kuelus2 punggungnya.

“hmmmh…” Sungmin mendesah kecil.

Aku semakin terbuai dengan desahan sexy-nya.

“Oh~ nae Sungmin…” desahku manja.

“Mwo?” tnya Sungmin menatapku heran.

“Sex me up!” tegasku dan langsung menghisap leher putih itu.

“Ahhh…ahhhh…. Kyuhyun-ah!!!” Sungmin mendesah keras.

Aku terus menciumi leher putihnya. Aku juga mulai mulai nakal mengelus2 juniornya. Aku tau ini aneh, tapi kalau sudah cinta mau bilang apa? Lol.

“Kyuhyunah,…. Kau dasar … ah… evil magnae…. Haahhh…” desahan sexy keluar lagi dari bibir kelinci itu.

“hmmhmm….” Aku langsung melumat bibir yang membuatku kejung itu. Dasar babo hyung~ apa dia tidak tahu bahwa dia selalu membuatku gila.

“Hyung… ahh… aku tidak tahan…” ucapku sok sexy sambil berusaha membuka celana Sungmin.

“Just do what your heart said… I’m with ya~” jawab Sungmin yg terdengar sangat OMG ditelingaku.

Karena sudah mendapatkan lampu hijau, aku langsung saja membuka celana jeans itu. Sungmin hanya menggigit2 bibir bawahnya, itu membuatku semakin terangsang(?).

“Ahhhhh! Ahhhh… Kyu…. Ahhhh~” Sungmin mendesah saat kuciumi junior yg menegang itu.

“Kyuuu…. Waaaaahhhh~ tekan itu….. eyahhhh….. oooooohhhh….” Desahan Sungmin benar2 membuat juniorku sendiri bangun.

Aku terus2an menciumi junior Sungmin. Kukocok keatas, kebawah, Sungmin semakin mendesah keras. Dia juga menjambak rambutku keras. Kadang aku kesakitan, tapi biarlah aku yang menyiksanya sekarang.

“aaaaahhhhh….. Ahhhhh….” Sungmin masih mendesah nikmat.

Sekarang Sungmin mendorong kepalaku hingga aku berhasil melumat habis juniornya. Mulutku terasa penuh. Jika sudah begini mau gimana lagi?

“Ahhhhh! AhhhhH! Kyuhyun-ah!!!!! Lebih kuat…. Oooohh yeaaahhh~~” sungmin mendesah semakin nikmat.

Kuhisap sekuat tenagaku. Tidak lupa, jemari-jemariku juga bermain di twinsball Sungmin, membuat baby face satu ini mengerang tidak jelas.

“Ahhhh Ahhhh…. Kyuhyun aku da…. Datang….. ahhhh….”

CROT.

Cairan Sungmin kutelan dengan cepat dan habis. Sungmin masih mengatur nafasnya sedangkan aku masih meremas2 juniornya yang terus kejung(?).

“Kyuhyun, kau benar2 nakal…” gumam Sungmin lalu menarik leherku dan melumat bibirku.

Kami berciuman lagi. Sungmin menghisap sisa cairannya sendiri dari mulutku. Ya, memang cairan itu masih membekas di lidahku.

“ngghhhh….” Sungmin membuka celanaku.

“Hyung…kau bernafsu ju-“ belum selesai dengan kata2ku, Sungmin sudah menciumku lagi.

Kali ini sungmin menciumku sambil melepas celanaku. Dia lebih agresif dari yang kupikirkan.

[Sungmin POV]

“Ahhhh…” Kyuhyun mendesah kecil. Ya, itu karena tanganku yg mulai aktif meremas junior besarnya yang sudah bangun daritadi.

“Hyuungg… ahhhh….” Kyuhyun mendesah lagi. Tanpa basa-basi langsung kulumat junior milik Kyuhyun. Ah~ nikmat rasanya.

“Hyung… ahhh~ yeessss…. Hisap lagi… ahhhh” pinta Kyuhyun yang masih terlihat frustasi dan meremas kain seprei. Aku semakin gila dengan kelakuan magnae kecil ini.

Kuelus2 selangkangan Kyuhyun dan menghisap kuat juniornya.
“Hwaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!” pekik Kyuhyun yang semakin gila.

Aku mengocok2 junior Kyuhyun dan menggigit kecil ujung2nya. Kulihat Kyuhyun malah menutup wajahnya dengan bantal kepalanya sendiri. Desahannya tertutup bantal -_-

“Ya! Dengarkan aku desahanmu yang sexy!” teriakku emosi karena tidak bisa mendengar satu suara pun dari Kyuhyun. Aku merangkak mendekati Kyuhyun.

“Hehhee….” Dia malah nyengir dan memelukku.

“Hey! Hey! Pekerjaanku belum selesai, babo!” tegurku lagi berusaha melepaskan pelukan hangat ini.

“Aku ingin melakukannya lagi…” kata Kyuhyun dan meremas juniorku lagi.

“hhhahh…. Aku be…. Belum selesaii….. aahhhhh…” sial. Aku mengerang nikmat, padahal junior Kyuhyun belum klimaks sama sekali.

“ahhhh ahhhh…..” Kyuhyun melumat juniorku hingga habis tertelan bibir sexy-nya.

CROT.
cairanku keluar lagi. Sial!

“Kau curang!” sambungku emosi dan memukul2 dada bidang Kyuhyun yg kurus itu.

“Ahahaa!” dia hanya tertawa gaje. Dan sekarang dia berbaring di tempat tidur dan membuka lebar kedua kakinya sambil melipat tangannya dibawah kepalanya.

“Sex me up!” gumam Kyuhyun pelan.

Mataku langsung berbinar2 dan kulumat habis junior itu. Kyuhyun kembali mendesah dan mendesah. Ahh~ aku suka suara sexy Kyuhyun yg terus2an mendesah meminta lebih.

“Terusss…. Ah…. Lebih dalam hyunggg…. Aaaahhhh….” Kyuhyun menutup matanya, mungkin saking bergairahnya diriku. Hehe~ #plak

“hyuunngg…. Aku datanggg…. Aahhhhh….”

CROT.
Aku tersenyum senang. Cairan Kyuhyun kutelan habis dimulutku. Tidak kubiarkan setetes pun jatuh di kasur putih ini.

“mmhmm….” Aku masih menjilati junior Kyuhyun.

“Ahhh… Hyung… sudahlah… sekarang aku lagi…” pinta Kyuhyun dan mulai berdiri.

Kyuhyun berdiri membelakangiku dan memegang pinggulku. Omo~ dia ingin melakukannya sekarang?

“Kau siap, Chagiya?” tnya Kyuhyun yang sudah menggesek2kan juniornya ke lubang belakangku.

“Ahhh… ahhhh…..” Aku hanya mendesah.

“hehe~ aku anggap itu artinya iya,” tanpa aba-aba dariku, Kyuhyun langsung memasukan juniornya kedalam lubangku. Sumpah! Itu sakit!

“Arrrggghhhhh!!!!!! Kyuhyun-aaaaahhhh!!!!!!!!” aku mengerang kesakitan.

Kyuhyun menciumi punggung dan telingaku berganti2an, hanya supaya aku merasa tenang. Ini benar2 sakit dari perkiraanku sebelumnya.

[Author POV]

“……..” Sungmin diam menutup wajahnya yang menahan sakit luar biasa.

Kyuhyun yang melihat itu mulai ‘ngeh’ bahwa kekasihnya merasakan sakit yg mendalam. Kyuhyun melepas juniornya perlahan dan mendekati sang pinky boy.

“Sungmin… neo gwaenchana?” tnya Kyuhyun mulai prihatin.

Sungmin tidak menjawab. Wajahnya basah. Dia menangis.

“Aigooooo….” Kyuhyun terkejut dengan reaksi Sungmin yg tidak terduga. Kyuhyun pun memeluk Sungmin dan menyelimuti tubuh polos mereka dengan selimut. Ternyata, Sungmin begitu kesakitan sehingga menangis.

“hiksss…. Itu sakit Kyuhyunnie…” Sungmin merengek kecil di dada Kyuhyun.

“Cup… Cupp… mianhae…” gumam Kyuhyun dan mengecup bibir Sungmin cepat.

Tangisan Sungmin semakin reda. Kyuhyun kembali mempererat pelukan mereka dan membelai pipi mulus Sungmin. Sehingga Sungmin tertidur dipelukan hangat Kyuhyun.

“Mianhae… kkkk~” gumam Kyuhyun dan tidur bersama Sungmin.

*****

[backsound: True Love – Super Junior M]

Esok paginya, semua member SJM bersiap2 untuk pulang ke korea. Sungmin terlihat mengangkat beban berat dan tiba-tiba Siwon lewat.

“Perlu bantuan?” tnya Siwon.

“Ah, boleh,” jwab Sungmin cepat.

Dengan sigap Siwon mengangkat koper berat itu. Kyuhyun yg melihat dari kejauhan mulai menghampiri Sungmin.
“Jika kau berani selingkuh, aku akan bersikap lebih kasar dari semalam!” ancam Kyuhyun berbisik dan meninggalkan Sungmin yang membatu.

“Dasar Evil Magnae…” gumam Sungmin tersenyum kecil.

Kyuhyun juga tersenyum dari kejauhan. Bahkan, Kyuhyun sempat tertawa2 sendiri membayangkan apa yang dia dan Sungmin lakukan semalam. Itu benar2 malam yang tak terlupakan.

“Bagaimana semalam? Sukses?” tnya Zhoumi yang terlihat sibuk ngeberin uang-uang apertemen.

“ah, iya… sukses besar!” senang Kyuhyun duduk disamping Zhoumi.

“Eh … aku dengar kalian mendesah mantap di kamar. Jangan bilang kalau kalian…” belum sempat Zhoumi berbicara panjang lebar, Kyuhyun sudah menutup mulut Zhoumi dengan buah anggur.

“Ssssstt!! Jangan keras2 !! Nanti didengar yang lain gimana? Babo!” jengkel Kyuhyun yg sudah memerah karena malu.

“hahhaa!” Zhoumi terkekeh pelan dan mengacak2 rambut coklat Kyuhyun.

“Tenang. Sampai kapanpun, aku adalah pelindung dari KyuMin Couple! Ora Iso!?” ucap Zhoumi tersenyum manis.

“Hyung… yang bner itu Arasseo, bukan Ora Iso! Itu mah, bahasa jawa atuh hyung…” gumam Kyuhyun dengan logat Indonesia seadanya.

“Puahahaaa!!!” tawa Kyuhyun dan Zhoumi barengan.

*****

Akhirnya, SJM member-deul sampai di korea dengan selamat. Entah Siwon, Eunhyuk, Donghae, Henry, Zhoumi, Ryeowook, Sungmin, atau Kyuhyun, semuanya bergegas ke dorm untuk istirahat sepuas-puasnya.

“Aaaaaahhh….. CAPEK GILA~!” gumam Eunhyuk tiduran di sofa putih di ruang tamu.

“Sama hyung…” tambah Donghae cepat dan tidur disamping Eunhyuk.

“Aku masak makanan, ya? Siapa mau???” tnya Ryeowook bergegas ke dapur.

“Aku! Aku!!!! Aku!!” teriak Eunhyuk dan Donghae lalu menyusul Ryeowook di dapur.

Sementara tiga manusia itu sibuk sendiri, Siwon terlihat tenang dengan berdoa sambil baca al-kitab untuk berterima kasih pada Tuhan karena mereka bisa pulang dengan selamat. Henry terlihat update twitter lagi dengan kaos lamanya yang baru ia pake sepulang dorm(?). Kalo Zhoumi update t.sina.cn. Lha, what about KYUMIN ???

“nhmmmm…”
“ahhhh….
“nggghhhh…..”
“oooohhhh…. Ahhhh yessss”

“Suara apaan tuh?” tnya Henry yang baru ‘ngeh’ ada suara tidak-jelas dari kamar KyuMin.

Zhoumi hanya tersenyum dan bergumam kecil, “mereka mulai lagi,”

_END_

Bagaimana readers sekalian? ^^
Do you like it? Hahaa~ namanya juga yaoi sejati, hehee~ #plak

Iklan

Fanfiction: “Love Is Sweet” [one shoot]

24 Apr

Author :
Nam Go Hyun

Cast :
– Cho Kyu Hyun
– Lee Mi Sun
– Lee teuk
– Kangin
– Kwon BoA
– Cho Jinho (Jino)
– Lee Ji Eun (IU)
– Im Yoon Ah
– Lee Tae Min
– Seo Joo Hyun (Seohyun)

Genre :
Romance, PG-17.

P.S : JUJUR. Sebenarnya, akyu pngen make judul “PLAYFULL KISS”, krna kebanyakan alur cerita ini akyu make cerita Playfull kiss. Trnyata, krna menurutku ga sesuai, akyu ganti aja judulnya dgn lagu favoritku skrng^^ tapi, ceritanya bisa ditebak kok! Dan akyu janji, jika akyu dapat feedback yg memuaskan, akyu janji janji janji bakal bkin after story dari ff ini! *semangat 45* dan Pastinya Romantis! Kkk~ met baca~~~

*****

[Misun POV]

“Haruskah kau melakukannya?” Tanya Yoona tidak percaya.

Aku hanya mengangguk.
“Misun, resikonya besar…” kata Ji Eun lagi.

“Aku percaya pada pilihanku ini~!” pekikku menggenggam kuat surat pink ditanganku. “Aku akan berikan ini padanya…”
Aku tidak percaya ini. Yoona dan Ji Eun tidak mendukungku~ └ (T⌂T”) ┘
Padahal, aku benar2 berniat ingin memberikan surat ini pada salah satu murid disekolah yg kukagumi sejak kelas 1 SMA, yaitu Cho Kyuhyun.
Kami seumuran. Tapi, dia pintar sekali. Kalian tahu? Disekolah, kami mempunyai kelas khusus untk anak2 pintar yg nilainya tertinggi disekolah. Biasanya kelas itu disebut ‘International Class’. Tiap minggu daftar nama siswa pintar itu akan diganti. Dan hanya 50 orang yg berhak masuk dikelas V.I.P itu. Tentu saja aku tidak termasuk. Buktinya, aku ada dikelas yg dijuluki ‘Fool Class’ ~(⌐_⌐)~” sebodoh itukah kelasku…???

Ah, iya. Aku Lee Mi Sun ^^ Aku siswi SMA di Namsan High School. Aku memang tergila2 dengan Kyuhyun sejak menginjakkan kakiku di sekolah ini. Dia benar2 pria dengan karisma kelas tinggi.

“Misun…” tegur Ji Eun disampingku.

“Wae?” tnyaku datar.

“Aku dan Yoona akan membantumu! Demi mendapatkan pria pujaanmu itu! Tapi, resiko tanggung sendiri~ hehe,” kata Ji Eun tertawa kecil.

Mataku berbinar2 mendengar itu.
“KAMSAHAMNIDA~!” teriakku dan memeluk Ji Eun dan Yoona yg baru muncul.

“hnn~ petualangan dimulai…”

[backsound : IU – Good Day]

Aku memasuki kantin sekolah yg besar ini. Seperti biasa, aku, Yoona, dan Ji Eun selalu duduk dikursi yg sama setiap istirahat. Walaupun aku lumayan terkenal nakal disekolah. Tp, konco2ku hanya dua best friend ini~^^

“Jadi, kita mulai kapan?” tnya Yoona sambil melahap snack-nya.

“Molla. Aku takut dia menolakku,” gumamku pelan.

“Yah! Kau ini bagaimana, sih? Giliran kami berniat membantu, kenapa kau malah mengurungkan niatmu??” jengkel Ji Eun menatapku kesal.

“Haha! Tenang saja. Misi ini akan tetap kita jalankan. Aku harus bisa membuat Kyuhyun suka padaku~!” tantangku pada diriku sendiri.

Yoona dan Ji Eun hanya angguk2.

Tiba tiba…

[Backsound: Ast’1 – 1234 Back]
“KYAAA~”
“Itu Kyuhyun Oppa~!!!”

Aku pun menoleh dan benar saja. Itu Cho Kyuhyun, pria pujaanku yang tampan dan menawan. Tapi, Kulihat dia datang dengan Seohyun, siswi terpintar dan seksi disekolah. Keunde, Kyuhyun melihat kearahku. APA? Arahku??? O.o !!

“Kau…” tegur Kyuhyun menatapku datar.
“Kau yang namanya Lee Mi Sun?” sambungnya lagi. Lantas aku tersenyum dan berdiri cepat.

“Ne! ne! Misun imnida~! Ada apa?” tnyaku kesenangan sendiri.

Kyuhyun tidak merubah ekspresinya. Dia malah memberikanku surat. Warnanya pink. Eh! Ini kan surat yang aku selipkan ke loker-nya sebelum ke kantin. Aku pun tersenyum.

“Untukku?” tnyaku cepat.

Kyuhyun mengangguk. Dan masih dengan ekspresi datar =_=”

Tanpa basa-basi aku langsung membuka surat itu. Awalnya, aku mengira dia akan membalasnya dgn bilang “Maukah kau menjadi pacarku?”  ternyata apa yg kudapat~!!??

“Itu surat apa? Kau saja salah menuliskan kata dasar dan penempatan kata-kata yang tepat. Kau ini tidak bodoh atau otakmu tidak bekerja? Masa mmbuat surat saja salah…” komen Kyuhyun padaku. Astaga~ kenapa mulutnya pedas sekali :@

“Lagipula… aku tidak suka dengan gadis bodoh yang tidak tahu aturan sepertimu. Gadis sepertimu harusnya ngaca dulu kalo mau menjadi pacarku…” sambung Kyuhyun dan berjalan pergi.

“a…aku…” mulutku kaku. Rasanya mau menangis. Disini banyak orng2 yg menonton kami.

Yoona langsung menarikku dan dia maju setapak dan berteriak..
“Kau! Kenapa kau dingin sekali pada Misun?!!” teriak Yoona membuat Kyuhyun berbalik menatap kami.

“Yah~ dia itu menyukaimu! Kenapa kau judes sekali. Kau kan tidak harus memarahinya begitu. Kalau kau tidak suka, ya udah~ pergi saja sana! Katanya siswa kelas professional, tapi mulutmu seperti anak kecil,” tegur Yoona. Dia membelaku.

Kyuhyun maju dan menatap kami tajam. Matanya mengarah kearahku sepertinya. Kyuhyun-sshi, jangan menatapku begitu. Aku makin cinta padamu…

“Asal kau tahu saja. Orang seperti dia…” Kyuhyun menunjukku.
“…orang seperti dia tidak akan memiliki pacar yg tampan dan pintar. Dia pasti akan mendapatkan yg sepadan dengannya. Yaitu BODOH dan JELEK~!” tegur Kyuhyun lagi dan mmbuat Ji Eun ikutan berbicara.

“Yah, Cho Kyuhyun-sshi ~! Apa kau pikir kau pintar berbicara seperti itu? Kaulah yg tidak punya etika.! Babo~” kata Ji Eun dan mengelus2 punggungku.

Ah~ air mataku tumpah. Aku tidak pernah ditelak habis2an seperti ini sebelumnya.

“Hh~ sekarang malah menangis. Dasar cengeng~” kata Kyuhyun lagi dan pergi menjauh dari kami. Dia menatapku sekilas lalu tersenyum evil. Tuhan~ aku benci dia. Tapi… aku juga cinta padanya. Ah~ ottohke?

“dasar bodoh~” timpal Seohyun dan mengikuti Kyuhyun pergi.

Aku terdiam lagi lalu berlari kencang.
“Ah! Misun, kau mau kemana?” tnya Yoona saat aku berjalan cepat, pergi meninggalkan kerumunan orang yg melihat kami.

Aku tidak peduli. Hatiku sekarang sakit dan malu. Kenapa Kyuhyun tega padaku?

*****

Esok harinya, Hari minggu…

[Author POV]

Seharian Misun hanya uring2an dikamar. Dia tidak mau makan dan terus2an menangis gajelas dikamarnya.

“SIAL~! SIAL! Aku benci kau~!!! Huweeee…” pekik Misun berkali2 dikamarnya.

“Ada apa anak itu?” tnya ayah Misun pada Yoona dan Ji Eun yg baru datang berkunjung.

Yoona dan Ji Eun hanya menggeleng pura2 tidak tahu. Lalu Yoona dan Ji Eun menyusul Misun dikamarnya.

“Misun-ah…”

Misun hanya menoleh pelan dan tersenyum kecut.
“Ah, guys~ waeyo?” tnya Misun masih dgn mata yg sembab.

“Ah, tega sekali Kyuhyun membuatmu seperti ini~ kau yg sabar, ya? Kan aku sudah bilang, resikonya besar~” jelas Ji Eun memeluk Misun.

“Ne~” jwab Misun singkat.

“Oh, ya! Kata ayahmu kau mau pindah rumah ya? Dimana?” tnya Yoona cepat.

Misun mengangkat bahunya cepat. “Entahlah~”

“Kalo begitu, kita ke mall, yuk! Kita beli baju baru untk rumah barumu~!” ajak Yoona tersenyum. Misun dan Ji Eun pun setuju dan mereka berbelanja sepuasnya di mall langganan mereka (?).

*****

Malam harinya…

“Appa, kita akan pindah kemana?” tnya Misun di dalam perjalanan menuju rumah baru mereka.

“ah, sebenarnya itu bukan rumah kita. Kita hanya numpang sementara. Soalnya, rumah kita masih dibangun didaerah Incheon. Jadi, kita numpang selama rumah kita dibangun. Tenang saja, itu teman baik Appa~ Namanya Kangin,” jelas Appa Misun trsenyum.

“Guraeyo? Pasti menyenangkan bertemu teman lama~” gumam Misun lalu menatap keluar jendela mobil. Dilihatnya mereka sampai dirumah yang megah dan luas. Taman di tempat itu juga dipenuhi banyak bunga yg indah.

“sepertinya penghuni rumah ini orang2nya ramah~” gumam Misun tersenyum.

“Misun, appa masuk dulu yah~ kamu mau ikut atau…?”

“Ah, aku tunggu disini saja.”

“Ah, nanti appa nyusul ngebawain barang2 kamu yah~”

“Andwae! Aku bawa sendiri saja~”

Appa Misun tersenyum dan memasuki rumah besar itu dengan beberapa koper ditangannya. Misun trsenyum melihat appa-nya yg sudah masuk duluan. Misun pun bergegas menyiapkan barang2 yg akan dia bawa masuk kedalam rumah itu.

“Sungmin~ aku akan tinggal dirumah baru ini! Hehe~ aku harap kita bisa beradaptasi dsini~” gumam Misun pada boneka beruang kecilnya lalu mengemasi barang2nya.

“Perlu bantuan?” tnya seseorang dibelakang Misun.

“Anni…” Saat Misun ingin berbalik melihat orang dibelakangnya, betapa terkejutnya ternyata itu adalah pria yg menolaknya tadi pagi. Ya, Cho Kyuhyun.

“Kau! Kau!” pekik Misun masih ketakutan.

“Wae? Aku kenapa? Aku tampan, ya?” tnya Kyuhyun mulai narsis.

“Annia! Eh… Iya sih, tampan~ hehe” kata Misun terlarut dalam ketampanan Kyuhyun.

“Haa~ sudah kuduga…” balas Kyuhyun with his straight face.

Misun kembali tersadar dan berteriak lagi.
“sedang apa kau disini~!!?” tnya Misun dgn suara serak2.

“Aku? Ini rumahku. Sedangkan kau? Kau sedang apa disini? Bawa koper segala…” heran Kyuhyun sambil memperhatikan Misun.

Kyuhyun langsung menepuk jidatnya sendiri dan tertawa kecil.

“Oh! Kau pasti anaknya Leeteuk ahjusshi, kan? Tapi, kenapa aku ngga yakin kmu anak kandungnya Leeteuk ahjusshi… Leeteuk ahjusshi itu orng yg pintar dan sukses. Perusahaannya berjalan sangat baik di Seoul. Yang aku heran, kenapa dia punya anak seperti-”
“Diam kau!” potong Misun emosi dan mulai mengangkat kopernya.

Kyuhyun menggeleng2 melihat Misun.
“Kau tidak akan bisa mengangkat itu sendirian,” kata Kyuhyun sambil menatap Misun meremehkan.

“Eh! Aku memang lemah dalam pelajaran, tapi kalau yang seperti ini..” belum selesai Misun bicara, tangannya langsung keseleo.
“Ah! Aduh~” Misun terduduk di mobil yg pintunya masih terbuka itu.

Kyuhyun menggeleng lagi.
“bodoh~” gumam Kyuhyun dan mengangkat koper itu hanya dengan satu tangan.

Misun hanya menatap Kyuhyun heran. Tapi, tangannya masih sakit.

******

[backsound : Listen To You – Cho Kyuhyun]

Didalam rumah keluarga CHO…

“Ah, jadi ini yang namanya Lee Misun??” tnya seorang wanita seperti keibuan menghampiri Misun yg baru masuk dirumah itu.

Misun mengangguk dan duduk diruang tamu itu.

“Misun~ akhirnya aku bertemu denganmu lagi. Sudah lama tidak melihatmu… terakhir kali aku melihatmu saat kau kelas 2 SD…” gumam wanita itu merangkul Misun.

“Ah, anda BoA ahjumma??!?” pekik Misun yg baru ingat.

“Misun sayang~ kau ingat juga~!” BoA ahjumma yg juga Ny. Cho bangga dan memeluk Misun.

“Argh!” misun menjerit.

“Misun, waegurae?” tnya BoA heran.

“lenganku sakit…”

“Kenapa?”

Kyuhyun yg baru turun dari lantai atas langsung menjawab pertanyaan ibunya.
“Misun itu bodoh, eomma~” kata Kyuhyun cepat dan berjalan menuju dapur.

“Hush! Kyuhyun! Ah, padahal disini ada Leeteuk-sshi… maafkan anak kami yg tua itu, ya~ mulutnya memang…”

“Haha~ tenang saja. Aku tahu sifat Kyuhyun sejak kecil. Dia memang judes, persis ayahnya…” jawab Leeteuk, Ayah Misun sambil meninju perut Kangin, Ayah Kyuhyun pelan.

“Ahahaha~ aku ini murah hati, Leeteuk… Entahlah Kyuhyun itu ngikut sifat siapa…”

“eomma~ eomma~” pekik suara seorang anak SD datang menghampiri BoA membawa buku.

BoA yg melihat anak kedua mereka tersenyum dan memeluk anak itu.
“Ah… Jino~ kau dari mana saja? Ada tamu disini… beri salam!” suruh BoA.

Jino membungkuk dan tersenyum pada Leeteuk dan Misun.
“Annyeonghaseyo… Cho Jinho imnida. Ahjusshi bisa memanggilku Jino,” jelas Jino pada Leeteuk dgn sangat sopan.

“Ah~ dia tampan! Persis ayahnya!” kata Leeteuk trsenyum dan dibalas dgn pelukan hangat Kangin.

“Eh, Jino~ kenapa tidak beri salam pada kakak cantik ini?” suruh BoA lagi menunjuk2 Misun yg duduk di sampingnya.

Jino menatap Misun datar dan menggeleng.
“Ah! Waeyo?” tnya Misun heran.

“Kau terlihat seperti gadis bodoh!” jawab Jino dan langsung dapat jitakan dari BoA.

“Hey! Kurang ajar~!” tegur BoA jengkel.

Misun menunduk kesal. ‘ternyata… kakak dan adik, sama saja!’ batin Misun merutuki nasibnya.
“Hey, Jino~ perkiraanmu belum tentu benar. Aku termasuk siswi pintar disekolah…” kata Misun trsenyum kecut.

“Chinjja?” tnya Jino meyakinkan.

“Ne~” jwab Misun mengangguk2.

“Kalau begitu jawab. Apa artinya ini?” tnya Jino menodorkan buku kecil yg berbahasa Cina.

Misun kembali bergumam sendiri. ‘sial…’

“Noona~ apa artinya?” tnya Jino menunjuk2 bahasa mandarin yg asing dimata Misun.

“eh.. ini artinya…” Misun terdiam sendiri. Misun melihat cover buku itu dan bergumam lagi ‘ini buku anak kelas 6 SD… kenapa aku tidak bisa? Payah…’

Tiba2 Kyuhyun muncul dibelakang Misun dan membaca bahasa mandarin itu.
“Itu bacaannya fuwuyuar, artinya pelayan,” jelas Kyuhyun dan Jino mengangguk paham.

Misun hanya terdiam kaku. Pria pujaannya begitu dekat. Dan, Sepertinya akan selalu begini selama ia tinggal satu rumah bersama Kyuhyun.

“Ah! Ternyata begitu, hyung~” Jino menuliskan arti dari bahasa mandarin itu dibukunya.

Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan mengacak2 rambut hitam Jino. Jino trsenyum pada Kyuhyun dan memandang Misun lurus.
“Neo… jeongmal babo noona!” ejek Jino melet dan berlari kekamarnya.

“aishh~ kenapa dia menyebalkan sekali…” gumam Misun kecil.

Misun menatap Kyuhyun kesal. Sedangkan Kyuhyun hanya ikutan melet.

“Sudahlah kalian ini… seperti anak kecil saja…” tegur BoA heran.
“Kyuhyun~ antar Misun kekamarnya. Ppali~” suruh BoA lagi.

Kyuhyun mengangguk pelan dengan masih memakai headset putihnya.
“Ikut aku…” kata Kyuhyun. Sedangkan Misun hanya senyum2 bisa berduaan dgn Kyuhyun (?).

[Untuk Readers: Karena kalian udah pada tau nama2 pemeran ayah Misun, dan Kyuhyun, aku pake nama asli mreka aja, ya? Soalnya ribet kalo nulis “ayah misun” “ayah Kyuhyun”, ok? Yang penting kalian udah tau peran Leeteuk, Kangin, dan BoA~ hehe~ Gomawo~^o^ ]

*****

[backsound: IU – Someday ]
Kyuhyun membuka kamar kecil itu dan Misun mengikuti dari belakang.
“Ini kamarmu,” kata Kyuhyun datar sambil menunjuk kopernya supaya Misun ingat. Kyuhyun takut Misun terlalu bodoh sampai melupakan kopernya sendiri *ah, terlalu…*

“Gomawo,” gumam Misun kecil dan tersenyum semanis mungkin.

“Jangan sok imut didepanku.” Balas Kyuhyun dgn tatapan yang setajam mungkin.

Misun tertunduk dan masih mengurut2 tangannya yang sakit. Kyuhyun mendekati Misun dan berjongkok didepan Misun, karena Misun duduk diatas kasur pink-nya.
“wae?” tnya Misun heran.

“Itu masih sakit, ya?” tnya Kyuhyun polos.
Misun hanya mengangguk dan memasang wajah sedih, berharap Kyuhyun menawarkan bantuan padanya.

Kepok.” Gumam Kyuhyun cepat lalu Kyuhyun berdiri dan meninggalkan Misun.

Misun yg baru ‘ngeh’ ditinggalin gitu aja emosi sendiri.
“Uh! Dasar cowok judes, aneh, babo, sinting, gila, mereng, lurus, bengkok, belok, kiri, kanan!! Miwohaeya~!” pekik Misun dan menutup pintu kamarnya lalu tidur.

     ~시험하지 말기~
[Misun POV]

“Tinggal satu rumah dengan Cho Kyuhyun???” pekik Yoona didepanku.

Aku langsung menambal mulut cerewetnya dengan roti milik Ji Eun.
“Shut Up! Suaramu keras sekali, babo~” kataku emosi.

“Ah, mianhae~ nyam nyam.. aku shock… nyam” jawab Yoona sambil memakan roti itu.

“Yah, trus bagaimana keadaanmu disana? Kau tidak diceramahinya kan?” tnya Ji eun.

“Annia. Dia baik didepan ayahku. Tapi, mulai ganas disaat kami hanya berduaan,” jwabku malas.

“Wah! Kalian bisa berduaan juga? Itu romantic, banget~~” komen Yoona senyum2 sok imut.

“……” aku hanya trsenyum kecil. Mereka benar. Ini bisa jadi pengalaman tak terlupakan.

Pulang Sekolah…

“kami pulang ya, Misun-ah~!” teriak Yoona dan Ji Eun barengan.

Aku hanya mengangguk malas di depan gerbang sekolah. Aku tidak pulang. Ya! Karena aku ingin pulang bersama Kyuhyun^^

“dimana dia… jam segini, kelas Kyuhyun pasti udah selesai,” gumamku.

TEP… TEP…

Mulai berdatangan anak2 dari kelas internasional. Wajah2 yg tidak kukenal. Ah! Aku menemukanmu, Cho Kyuhyun!

“Kyuhy….hyun?” aku terdiam ditempat. Dia bergandengan dengan seorang wanita. Itu Seohyun.

Kyuhyun melihatku dan jalan mendekatiku.
“Wae?” tnyanya judes.

“Sepertinya dia mau ngasih surat lagi. Haha!” ejek Seohyun.

Aku menggeleng.
“Annia~ aku hanya ingin mengajakmu pulang bersama,” jwabku pelan dan menundukkan kepala.

Kyuhyun menatapku datar dan melepaskan pegangan Seohyun.
“Aku pulang dengannya,” kata Kyuhyun singkat dan menarikku berjalan.

“Ya!! Kyuhyun Oppa!!!!” kudengar Seohyun berteriak tapi Kyuhyun terus menarikku ke mobilnya. Aigo~ mimpi apa aku semalam? Oh, ya~ semalam aku ga tidur. Hehehe~ #plak

Kyuhyun menarikku masuk dan dia duduk di tempat mengemudi. Lalu kami pulang bersama. Aku curiga, dia mulai menyukaiku^^

*****

Sepanjang perjalanan ke rumah, aku dan Kyuhyun hanya diam2an didalam mobil. Sesekali aku melirik Kyuhyun, tapi dia sama sekali tidak tersenyum atau menegurku. Wajahnya serius sekali. Aigoooo~ aku semakin cinta padamu, Cho Kyuhyun.

“turun,” kata Kyuhyun saat kami sampai di depan rumah.

Aku mengangguk dan turun dari mobil.
“Gomawo,” kataku saat Kyuhyun berada di depanku.

Kyuhyun hanya tersenyum evil dan wajahnya kembali ganas.

“Jangan mengira aku menyukaimu, Misun-sshi,” kata Kyuhyun tegas.
“Aku memanfaatkanmu karena aku bosan dengan Seohyun itu. Dia membuatku muak berjalan bergandengan dengannya. Dia pikir aku pacarnya? Menyebalkan~” gumam Kyuhyun bicara sendiri.

“Ah, mianhae~” tanggapku singkat.

“Turuti saja apa kataku jika kau masih ingin kuanggap manusia,” kata Kyuhyun dingin dan berjalan masuk kerumah.

Aku menatapnya kesal.
“Enak saja. Memanfaatkan!??” gumamku menekan kata ‘manfaatkan’.

“Aku dengar itu, Misun-sshi,” tegur Kyuhyun yg masih didepan pintu rumah.

Aku hanya nyengir dan mengikutinya masuk.

[Misun POV = END]

*****

Malam hari…

“Misun! Kyuhyun! Jino! Ayo makan~” panggil BoA yg masih menyiapkan beberapa makan malam.

Satu-persatu mahkluk yg dipanggil itu bermunculan membuat BoA, sang Ibu tersenyum.
“Kalian sudah lapar, ya?”

“Nah, makan ini…” kata BoA pada Kyuhyun.

“Kau juga Jino… makan ini!” pinta BoA.

“Dan Misun, gadis yg manis ini…” belum sempat BoA berkata banyak, Kyuhyun sudah keselek. Membuat BoA emosi dan Jino hanya tertawa.

‘cih~ menyebalkan!’ batin Misun jengkel.

“Ahjumma, dimana Kangin Ahjusshi dan Appa?” tnya Misun yg masih melahap beberapa makanan.

“Oh~ mreka ada bisnis. Biasa, mreka itu bekerja sama dalam bisnis sejak lulus SMA. Begitu selanjutnya dan terus begitu sampai sekarang. Kau tahu pasti, ayahmu sering pulang larut kan? Kau harus mengerti ayahmu,” jelas BoA tersenyum.

Misun tersenyum kecut dan meminum air putihnya. Ditatapnya Kyuhyun yg sedang makan tapi Kyuhyun malah memberikan tatapan ‘berhenti-menatapku-atau-kau-akan-mati’, membuat Misun panic dan memakan habis dinnernya.

BoA yang melihat itu malah senyum2 licik dan merencanakan sesuatu.

“Jino! Ayo kita menyusul Leeteuk Ahjusshi dan Appa!” pekik BoA.

“Andwae~ aku bosan ke kantor itu lagi,” balas Jino.

BoA tidak kehabisan akal dan berkata lagi…
“Bagaimana kalau kita ke rumah Krystal?” tawar sang ibu tidak mau kalah.

Jino tersenyum sumrigah dan berdiri mengambil jaketnya.
“Khajja! Khajja!” ajak Jino langsung.

BoA tersenyum dan mengambil jaket juga kunci mobilnya. Ditatapnya sekilas Misun dan Kyuhyun yg bingung dengan nasib mereka.
“Kalian jaga rumah. Arasseo?” perintah BoA mantap dan mengajak Jino pergi.

Kyuhyun berbalik menatap Misun dan menatapnya datar. Misun hanya menunduk dan mengangkat piring2 bekas ke wastafel.

*****

Percakapan Misun-Yoona-Jieun di telpon…

Misun : “Omo! Ottohke? Kami hanya berdua dirumah,”

Yoona: “Itu kesempatan emas, Misun-ah!”

JiEun : “Datangi Kyuhyun dan lakukanlah yang biasa Eunhyuk lakukan padaku!”

Yoona: “hey, Ji Eun~ apa kau gila? Masa kau menyuruh Misun melakukan ‘itu’ pada Kyuhyun? =_=”

JiEun : “why Not? Aku saja bisa, kenapa Misun tidak?”

Misun : “Aishhh! Kalian berdua sama saja! Tidak ada yg memberikan ide bagus! Aku ingin Kyuhyun terpikat padaku mlam ini. Babo chingudeul~”

Yoona: “ah, iya~ ottohke?”

JiEun : “… ottohke? Ottohke?” (malah nyanyi lagu ‘marshmallow’ =_=)

Misun: “Sudahlah! Nanti aku telpon lagi kalo aku perlu. Huh~ annyeong…”

                                                     …TUT… TUT… TUT…

[Misun POV]

Kurebahkan badanku diatas kasur pink itu selesai menutup handphone flip-ku. Huh~ menyebalkan. Disaat sekarang muncul kesempatan menarik, otak Yoona dan Ji Eun sama sekali tidak bekerja. Aku kan butuh pendekatan yg tepat untk Kyuhyun sekarang. Ah~ payah.

TEUK!

Lampunya mati!
“Aigoooooooooo~!!!!!!!!!!!!!” pekikku panic.

Aku duduk diatas kasurku dan memeluk bantal guling. Aku baru dua hari di rumah ini, mana mungkin aku tau dimana senter darurat dan sebagainya. Aku kan takut gelap. Omo~ bagaimana ini? Aku takut.

“Kau akan terus tidur disitu atau menemaniku membeli lilin?” tnya sebuah suara yang tdk asing.

“Kyuhyun~ itu kau?” tnyaku bingung. Ruangan ini kenapa gelap sekali.

“Ne. Kyuhyun imnida. Kau ingin tinggal atau…” belum selesai Kyuhyun menyelesaikannya, aku sudah memegang tangannya walau bingung dimana wajahnya sekarang.

“ne! ne! aku ikut! Aku takut sekali…” jawabku nyaris tak terdengar, saking takutnya.

“Kalau begitu pegang tanganku yang erat,” Kyuhyun benar2 mempererat pegangannya.

Dia menuntunku berjalan keluar dari kamarku. Aku merasa tenang bersamanya. Aku tersenyum tanda kebahagiaan, tapi Kyuhyun tidak mungkin melihatnya. Kkk~

“Kita sudah diluar, lepaskan tanganmu!” kata Kyuhyun sinis saat kami diluar rumah.

Aku melepaskan pegangan tangan kami dan manyun sebentar. Ternyata, diluar rumah tidak terlalu gelap. Bintang-bintang dilangit terang juga.

“Kau ingin menemaniku atau hanya menonton bintang2 itu?” tnya Kyuhyun lagi.

“Ah, iya! Mianhae!” jwabku cepat dan mengikutinya berjalan keluar.

*****

“Berapa?”

“1000 won,”

“…..”

“Gomawo,”

Aku menatap Kyuhyun sepanjang perjalanan. Aku benar2 curiga dia menyukaiku ^^ haha~
Mulai dari tragedy pulang sekolah itu, dan sekarang mengajakku ke toko yg tidak terlalu jauh juga. Dia ini gengsian atau apa, ya? Hahaa~ aku jadi malu membayangkannya.

Sampai dirumah, Kyuhyun duduk diruang tamu dan menyalakan satu lilin di atas meja. Aku ikut duduk disampingnya. Aku tidak peduli dia marah atau apa. Aku benar2 takut gelap. Kulihat Kyuhyun hanya duduk2 sambil memainkan handphone-nya.

“Kyuhyunnie…” panggilku pelan.

“eung?” jwabnya tanpa beralih dari layar hp-nya.

“eng… kenapa kau baik sekali padaku hari ini? Kau sakit, atau kenapa? Sifatmu aneh sekarang. Jangan-jangan kau mulai menyukaiku, ya?” godaku sambil tertawa kecil.

Kyuhyun menatapku kesal dan mendengus kecil.
“Kenapa kau centil sekali? Aku tidak pernah punya perasaan apapun padamu. Jangan GR~” balasnya datar. Tanpa senyum dan marah.

Aku kembali duduk diam disampingnya.
“Mianhae. Siapa tau aja… kau mulai menyukaiku, tapi kau gengsi,” sambungku lagi.

“Aku tidak pernah suka padamu!” balas Kyuhyun menjitakku.

“Ya! Itu sakit!” balasku berusaha mencubitnya. Tapi Kyuhyun sangat peka dan menangkisku cepat. Karena kurang keseimbangan, aku jatuh karena dorongannya dan terjatuh di sofa itu dengan posisi tidur, sedangkan Kyuhyun berada diatasku. Menopang badannya dengan tangan kirinya, sedangkan yg kanan masih memegang handphonenya.
Aku menelan ludahku lagi. Kenapa dia sangat tampan dari dekat?

“Kau…” Kyuhyun menatapku datar.

“…..” aku hanya mengangkat alisku menunggu kata selanjutnya.

“… membuatku emosi…” sambung Kyuhyun menyipitkan matanya. Oh~ so sexy ><”

“Lalu? Kenapa?” tnyaku berusaha tegas. Walaupun tangan itu sudah lemas karena tatapannya.

“biasanya, kalau aku emosi~ orang itu tidak akan selamat!” kata Kyuhyun lagi sedikit berteriak.

Omo~ kenapa aku tidak merasa takut sama sekali. Siapa kau, Cho Kyuhyun!!!??
TEUK!

Lampu menyala lagi. Kyuhyun menatap sekitar dan kembali berdiri lalu mematikan lilin kecil itu.
“Tidurlah. Kau pasti capek karena sudah menemaniku jalan tadi.” Kata Kyuhyun saat berjalan memasuki kamarnya.

Aku membungkuk kecil dan menatapnya miris. Kupikir dia akan menciumku atau memperkosaku(?). ternyata hanya segitu?

“mengecewakan…” gumamku berjalan menuju kamar.

“Mwo?” tnya Kyuhyun yg masih belum masuk dikamarnya. Aish~ kenapa setiap aku mengatakan hal jelek tentangnya dia selalu dengar ><” dia telepati kali, ya?

“Annia~ hehe~” jwabku berusaha tersenyum.

Kyuhyun mendekatiku dan menahan tanganku yg hendak membuka pintu kamarku.
“kau mengharapkan sesuatu terjadi mlm ini, iya kan?” tnya Kyuhyun seakan2 paranormal kelas kakap.

“A…Andwaeya! Enak saja~!” jwabku asal.

Kyuhyun tersenyum evil dan mengacak2 rambutku menjadi berantakan.
“Aku bukan laki-laki brengsek yg tega mengotori seorang gadis yg bukan istriku. Jadi, kau tenang saja. Aku tidak akan melakukan ‘itu’ padamu,” kata Kyuhyun bijak.

Aku menepis tangannya dan mataku serasa sembab. Kenapa lagi aku ini ?

“Hey, kenapa kau malah menangis?” tnya Kyuhyun heran. Tidak hanya kau, Aku juga heran -.-

“….. Aku tidak berharap kau melakukan itu. Tapi, aku berharap kau bisa menghargaiku sebagai yeoja yg mencintaimu. Jadi~ aku hanya ingin kau melihatku ada,” jwabku menahan air mataku.

“…….” Kyuhyun tersenyum dan mendekat padaku. Dia menundukkan kepalanya dan mencium dahiku pelan. Aku rasa aku akan mati sekarang~ XD

“Terima Kasih sudah menyukaiku, misun-sshi. Selamat Malam,” kata Kyuhyun datar, tersenyum kecil dan berjalan menuju kamarnya. Aku menyentuh pipiku yg sepertinya memerah sekarang. Senyuman kecil menghiasi wajahku. Aku tidak sabar menjalani hari esok denganmu, Cho Kyuhyun.

       ~좋은 날~


In The Morning…

[Kyuhyun POV]
Aku membuka mataku walau badan ini masih lemas sekali. Kugapai handphone Samsung lollipopku yg berada tepat didepan wajahku. Ternyata ada satu sms masuk.

From : Beloved Mother
Kyuhyunnie, maaf Ibu dan Jino meninggalkanmu dan Misun dirumah. Untuk 3 hari kedepan, Ibu dan Jino ada keperluan di Incheon bersama Leeteuk ahjusshi dan Ayahmu. Kau tenang saja, biaya sehari2 untk 3 hari kedepan, sudah Ibu transfer di rekeningmu^^ Mianhae. Jaga dirimu dan jaga Misun~

Aigoooo~ apa2an ini? Eomma juga tidak akan pulang selama 3 hari. Bersama appa dan Leeteuk ahjusshi  juga~? Haruskah aku berduaan lagi dengan gadis bodoh itu? Again?

[backsound : 2PM – Again Again]

Tunggu~ Hari ini hari apa…? Ah, Chinjja~ kepalaku pusing…
Semalam aku tidak bisa tidur nyenyak memikirkan kejadian semalam. Apa aku salah menolak Misun? Aku memang tidak punya perasaan apapun padanya. Dan itu tidak bisa dipaksakan. Aku tidak peduli dengannya.

TOK! TOK!

“Aish~ Nuga?” tnyaku keras.

“….. Kyuhyun-sshi~” trnyata suara itu lagi -,-

“Waeyo?” tnyaku berjalan menuju pintu. Kulihat dia berdiri di depan pintu dan memakai handuk biru yg menutupi bagian dada, perut, hingga paha. Apa2an dia?
“Kau kenapa?” tnyaku panic. Jangan-jangan dia mau macam2 O_o!?

“Kyuhyun-ah, aku boleh mandi dikamar mandimu? Kamar mandi dikamarku kehabisan air, dan kamar mandi umum juga begitu…” pintanya sambil sesekali menutup bagian atas dadanya yg terbuka. Jujur, sebagai pria aku juga terpesona dengan badannya. Ah, fokus pada pendirian! Aku membenci gadis ini!

“Masuklah~” kataku malas.

“Gomawooooo~” jwabnya panjang sambil berlari2 kecil meninggalkanku di depan pintu. Aku hanya terkekeh, ternyata dia polos juga. Padahal, semalam sempat menggodaku (?).

Aku melirik sebentar, dia memasuki kamar mandiku dan menutup pintunya rapat. Lalu terdengar suara air, pikiranku mulai kotor. Aish~ andwaeya! Dia itu gadis yg paling kubenci, aku tidak boleh berpikiran macam2 (−__−)”

Kuputuskan merebahkan badanku dikasur putih ini. Kupejamkan mataku dan berusaha menghilangkan semua pikiran kotorku. Aku berusaha mengingat pelajaran agama-ku berulang2. Tapi, kenapa batinku berkata aku harus melakukannya? Andwae! Aku bukan laki2 seperti itu.

“Kyuhyun-sshi…” dia menegur lagi.

“Wae?” tnyaku yg masih menutup mata dgn kepala menghadap langit2 kamar.

“Bisakah kau mengambil bra dan underwear-ku?” pertnyaan macam apa itu? Kesabaranku habis. Ku datangi dia yg msih mematung di depan kamar mandiku. Kutatap dia dengan tatapan kematian. Dia terlihat takut dan masih menutupi badannya dgn handuk biru itu.

“Yah! Kau boleh menyukaiku, tapi jika kau berusaha menggodaku hingga sejauh ini, kau salah besar! Aku benar2 tidak suka cewek kijil dan centil sepertimu! Kau murahan, Misun-ah~!” teriakku keras.

Mata Misun terlihat penuh air mata. Aku bisa lihat itu. Walaupun wajahnya masih basah dia berusaha tegar lalu menutup pintu kamar mandi itu.
“Nde! Aku akan keluar,” sedetik saja, dia sudah berjalan keluar dari kamar mandiku. Aku menatapnya kesal.
“Aisshhh!” desahku emosi. Kenapa dia selalu membuatku merasa bersalah?

******

[Misun POV]
Lagi-lagi aku menangis. Entah ini sudah keberapa kali aku menangis karena perkataan kasarnya. Dan Entah kenapa juga, aku tetap tegar dan masih mencintainya. Apa ini benar2 cinta atau terjangkit virus tampannya?

“hiksss… hiksss…” aku menangis senggukan didalam kamar. Aku tidak peduli kasurku basah karena badanku yg memang belum kering. Aku ingin terus2an menangis. Aku tidak menyangka dia sangat jahat dan menyinggungku murahan seperti itu. Aku benar2 butuh bantuannya tadi. Aku tidak bermaksud menjadi kekijilan atau apa. Omooooo~ aku benar2 benci diriku sendiri!

“Misun-ah,” tegur Kyuhyun diluar kamarku. Aku bisa mendengar itu. Sangat jelas.

“Wae…Waeyo?” tnyaku berusaha kuat.

“Boleh aku masuk?” tnyanya pelan.

“Nde, sebentar~” sekejap saja aku sudah memakai kaos putihku yg agak longgar juga celana pendek yg mudah kudapat.

Kubuka pintu dan benar saja. Kyuhyun menunggu diluar. Dan wajah itu? Wajah penyesalan? Kau tidak salah Oppa… sepertinya aku mulai membelanya lagi -.- aku aneh.

“Mianhae. Aku tidak bermaksud membuatmu…” Kyuhyun menunggu kata yg pas keluar dari mulutnya.

“Annia~ aku tahu. Ini salahku. Bukan salahmu. Joesonghamnida,” jwabku pelan dan berusaha tersenyum.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya sendiri, berusaha menahan sesuatu yg ia pendam, lalu ia berjalan cepat langsung memelukku erat. Eh? Kenapa dia? Kyuhyun-ah, neo waegurae?
“Mianhae! Jongmal Mianhae! You’re good girl! Kau gadis yg baik. Aku tahu itu. Kau pantas mendapatkan namja yg baik dan ceria, yg sama sepertimu. Tolong jangan putus asa seperti itu karenaku~ Mianhae~” Kyuhyun terus2an meminta maaf padaku. Apa skrng dia tahu rasa ‘bersalah’ itu seperti apa? Aku pikir dia tidak punya perasaan.

“Gwaenchana.” Kataku dgn suara serak. Jangan2 aku menangis lagi. Babo ><

Kyuhyun melepas pelukannya dan menatapku penuh harapan. Dia tersenyum kecil dan memegang erat kedua bahuku.
“Fighting!” gumamnya tersenyum semakin lebar. Aku ingin tersenyum sekarang.

“Semoga kau mendapatkan namja yg benar2 peduli padamu. Sekali lagi, Mianhae~” Kyuhyun membungkuk dan mulai hari itu dia lumayan baik padaku. Walau kadang, sifatnya berubah menjadi judes. Tapi itulah Kyuhyun yg kusuka ^^ Kyuhyun yang dingin dan peduli padaku.

******

“Omo? 3 hari?” pekikku heran saat tahu kalo BoA ahjumma, Kangin Ahjusshi, Appa, dan Jino tidak ada dirumah selama 3 hari.

“Mereka sepertinya ingin membunuh kita,” kata Kyuhyun judes.

Aku terkekeh kecil.
“Kyuhyun-ah, ayo kita ke toko buku! Aku ingin mencari beberapa buku untuk ujian semester. Supaya aku bisa lulus dan masuk di Universitas yg sama denganmu!” jelasku dgn riang.

“Jangan mimpi trlalu tinggi. Kau itu Babo, mana mungkin masuk di universitas yg sama denganku,” balas Kyuhyun dan melet.

“menyebalkan,” jengkelku manyun.

Kyuhyun tiba2 pamit sebentar karena dia ada kerja kelompok. Huh~ dasar orang pintar. Tiada hari tanpa belajar. So proud of you, Oppa~

Daripada aku dirumah sendiri, aku ke mall aja bareng Yoona dan Ji Eun!
*****

[backsound : Super Junior – Love U More]

Kami pergi ke mall menggunakan mobil Yoona. Ternyata, untuk anak SMA, dia lincah juga mengendarai mobil ini.

“Jadi, bagaimana pendekatan antara kau dan Kyuhyun?” tnya Yoona mengawali pembicaraan.

“Aku dan dia semakin akrab. Walaupun dia belum mengatakan perasaannya padaku. Hasshh~ Aku bingung dengannya~” jelasku masih memainkan hp-ku.

“Kau harus lebih menunjukkan rasa perhatianmu, Misunnie~” kata Ji Eun menatapku pasrah.

“Sudah! Sudah kulakukan -.- hasilnya nihil. Dia berpikiran aku gadis kijil dan murahan,” jwabku mulai tertunduk dan melepaskan headset ditelingaku.

“Ya sudah~ kalo dia memang berpikiran begitu~ kita ubah penampilanmu! Kita buat Kyuhyun terpesona hingga tergila2 padamu~ Ottohke?” tnya Yoona semangat.
“Yoona bener, tuh~ ayo kita beli baju yg bnyak, trus kita dandani wajahmu yg polos ini~” tambah Ji Eun tdk mau klah.

Aku tidak yakin ide ini pasti berhasil. Aku pun tersenyum dan memeluk mereka berdua.
“Kamsahamnida! Aku tidak akan melupakan jasa2 kalian~!”

*****
Kyuhyun belum pulang.

“Haaa~” aku mndesah berat dan menyandarkan badanku di sofa.

Kutatap jam dinding dirumah. Aku sendirian. Kyuhyun pulanglah…

KREK~
Kudengar suara pintu dibuka…
“Kyuhyunnie~!” pekikku senang. Dia hanya menatapku datar lalu masuk tanpa mengucapkan salam =3=’

“Kau sudah makan?”

“Ne…”

“Kau ingin ku pijit? Bukankah kau lelah???”

“Tidak perlu…”

“Wae?”

“……”

Ayolah Kyuhyun. Aku sudah berusaha baik padamu. Kau masih saja judes -.-

SET.

Kyuhyun berbalik melihatku. Dia mendekatiku. Semakin dekat… aigo~! Kau sudah tau apa yg kuinginkan Kyuhyunnie~!!!! ^^

“ini buku untuk ujian semester. Pelajari dan pahami!” jelas Kyuhyun sambil memberikanku plastic putih berisi buku2 persiapan UAN. Aigooo~ ternyata dia perhatian. aku yakin dia memang suka padaku! #narsis #plak

“ah, Kyuhyun…” belum sempat aku berterima kasih, dia sudah masuk ke kamarnya.

Aku memeluk buku itu dan tersenyum2 sendiri. Memandang pintu kamar Kyuhyun dan bergumam gajelas, “…go…ma…wo…” ^^

*****

[Author POV]

Esok Hari Di Sekolah…

[Backsound : Super Junior – My All Is In You]

“wah!!! serius belajar nih”pekik Yoona menepuk2 pundak Misun yg tengah belajar di taman sekolah.

“ah, ne~” jwab Misun tersenyum dan menutup bukunya.

“Yah~ tumben kau belajar. Biasanya kau menemani Taemin maen basket di lapangan,” tnya Ji Eun heran.

“Annia~ aku sdg serius bljr. Supaya bisa satu kampus ama Kyuhooyoon~” jelas Misun tersenyum2 sndiri.

“Yeeee~ saking cintanya sampe salah mengeja nama Kyuhyun Sunbae~” ejek Yoona.

Misun kembali senyum2 sndiri.
“Misunnie, kau sudah melakukan apa yg kami suruh?” tnya Ji Eun mendekati Misun.

Misun menggeleng. Kembali melihat2 buku yg didepan matanya.
“Dia tidak akan melakukan itu dengan sembarangan wanita. Ya~ kalau kami menikah mungkin bisa. Pokoknya dia tidak mau dengan wanita yg tidak Ia cintai… huh~” desah Misun.

“KALAU BEGITU, NIKAHIN AJA !” pekik Yoona dan Ji eun barengan, membuat Misun menatap mreka dgn tatapan ‘kalian-gila-atau-kemasukan-apa-sih?’.

“Andwaeee! Itu ga mungkin banget~!” balas Misun menggeleng2kan kepalanya.

“Yah~ kenapa tidak? Ibu Kyuhyun sangat suka padamu, dan sepertinya benar2 menginginkanmu menjadi menantunya~ kalau dicoba pasti bisa~” seru Ji eun tersenyum licik. Dia ingin apa, heh? =_=

“…aku bingung. Sebenarnya aku ingin sekali menikah dengan Cho Kyuhyun. Yah~ bagaimana jadinya ntar kalo dah nikah ma Kyuhyun? Apa dia akan tetap dingin atau…. O_o”


…….

“Chagiyaaaaaa~~~” pekik Misun memeluk Kyuhyun.

“Waegurae, Chagiyaaaaaaa~~~” blas Kyuhyun manja, memonyongkan mulutnya.

“Yadong yuk~” ajak Misun mencium2 leher Kyuhyun.

“Aku juga mau, chagiii~~ sampai pagi, yuk~” balas Kyuhyun trsenyum sumrigah sambil membuka boxernya, membuat Misun terpesona dan bernafsu(?).

“Ayok! Ayok!” ajak Misun menarik2 Kyuhyun dan mreka pun ke kamar. Tak lama setelah itu, desahan2 aneh muncul -.-

******

“Andwae!!!! Najis banget kalo Kyuhyun kayak gitu~~ Aigoooo~ Andwaeeee~~~” gumam Misun stelah membayangkan sikap Kyuhyun jika berubah drastic.

“Wae? Misun-ah, kau berpikiran negative lagi???” tnya Yoona geleng2.

Misun hanya mengangguk dan sedikit jijik dgn khayalannya barusan.

“Kami berharap kalian itu jodoh~ bneran deh. Kami dukung 100% !” kata Yoona lagi menepuk2 Misun.

“Hwaiting, Lee Misun!” pekik mreka bertiga lalu kembali kekelas.

*****

[backsound : Super Junior M – Love Is Sweet]

Kyuhyun duduk dikursi biasa ia duduk. Dan seperti biasa, semua wanita2 kelas 1,2, maupun 3 senantiasa memandangi Kyuhyun yg sedang makan dikantin. Kyuhyun yg bersikap cuek dan dingin kembali membuat gadis2 di tmpt itu mati (baca: terpesona).

“Hai~ Kyuhyun Oppa~” sapa seorang gadis popular di SMA itu dgn manisnya, yaitu Seo Hyun.

“……” Kyuhyun hanya mendongkak menatap Seohyun yg asyik memainkan dasi Kyuhyun.

“Oppa….” Desah Seohyun manja, membuat pria2 mata keranjang asyik melihat pemandangan indah milik Seohyun. *soalnya, rok-nya seohyun terangkat saat seohyun mendekati kyuhyun* #authorYadong #plak

“Wae?” tnya Kyuhyun cuek dan kembali memakan roti isinya.

“Oppa… Kita berdua kan dijodohkan oleh Appa dan Umma~ kenapa kita tidak bkin pndekatan aja mulai sekarang???” kata seohyun manja.

Kyuhyun hanya mengangkat satu alisnya tanda tidak mengerti.
“…Apa maksudmu?”

Seohyun mendekatkan bibirnya ke bibir Kyuhyun. Kyuhyun masih menatap seohyun heran. Anak2 di tmpt itu, baik cewek maupun cowok, shock melihat pemandangan itu. Sedangkan Misun yang baru datang langsung terkejut dengan adegan tak terduga itu.

“Kyuhyun?” Misun membelalakkan matanya tidak percaya.

“Aigo! Kok bisa?” heran Yoona mengelus2 pundak Misun.

“Misun~ yang sabar ya…” hibur Ji eun merangkul Misun.

Mata Misun mulai mengeluarkan air mata. Misun menghentakkan kakinya lalu pergi dari kerumunan orang itu. Kyuhyun yg melirik sosok Misun itu mendorong seohyun dan mengejar Misun.

“Misun!!! Misun!!!!” teriak Kyuhyun mengejar Misun.

*****

Misun terhenti saat sebuah mobil hampir menabraknya.

“Hey! Jalan hati-hati dong!” teriak pengemudi mobil marah2.

“Maaf! Maaf!” balas Misun membungkuk2 minta maaf.

Kyuhyun yg melihat Misun berlari menyebrang ikut mengejar Misun. Sampai akhirnya, Kyuhyun mendapatkannya dan menahannya.

“lepaskan!” teriak Misun menunduk dan meronta2 ingin pergi.

“Misun! Dengarkan aku!” Kyuhyun menatap Misun dalam. Misun mendongkak dan membiarkan air mata mengalir di pipi mulusnya.

“…aku tidak ada apa2 dengan Seohyun!” sambung Kyuhyun.

“Lalu… ke-kenapa? Kita hanya teman, kan? A…Apa hubungannya denganku? Kau bahkan tidak menganggapku apa-apa… Iya kan?” telak Misun dengan suara bergetar.

Kyuhyun menunduk sebentar, menelan ludah, lalu kembali menatap Misun yg bermata sembab.
“Hhh… Mianhae~” ujar Kyuhyun pelan.

“Apa?” Tanya Misun heran.

“Mianhae~ maafkan aku. Seharusnya aku sadar… kau ada disitu. Aku seharusnya menjauh dari seohyun…” kata Kyuhyun mencoba menjelaskan.

“…Aku memang tidak pernah suka denganmu… tapi, aku tidak bisa melupakan wajahmu yang bodoh…” sambung Kyuhyun mengusap2 kepala Misun dan tersenyum evil.

Misun hanya bengong ngeliatin Kyuhyun yg tiba2 peduli padanya. Seperti bukan Kyuhyun.
“Oppa… Aku menyukaimu… aku sangat menyu-“

“ssst!” Kyuhyun meletakkan jari telunjuknya di bibir Misun yg belum sempat berkata2.

“tidak perlu kau katakan lagi. Karena mulai sekarang, aku yang akan mengatakannya …” Kyuhyun mendekat dan mencium bibir Misun dengan lembut.

“…saranghae…” sambung Kyuhyun dan tersenyum.

Misun terdiam seribu juta bahasa. Dia tidak menyangka kisah cintanya yang awalnya suram berakhir indah.

“Kyuhyun kalau aku ngomong itu lagi…”

“apa hm?”

“Aku sangat mencintamu!”

“kalau kau ngomong lagi, kucium kau lebih kasar!”

“hehehe~”

-=-=-=-=-=-=-=-

Hai, readers! ^^

Gimana ff yang satu ini? Kalian suka? Hhaa~ aku harap iya.
Well~ aku berharap feedback kali ini memuaskan, sama seperti fanfict2 aku yang sebelumnya. Thanks for read! ^^ God Bless U ~!

Super Junior FF-NC : 내가 젊은 남자와 결혼 [chapter 2]

23 Mar

*****

“Park jinhee eonni!??” Jiyeon lngsung menutupi badannya dgn jaketnya.
“Chagiya~~” tegur youngmin dgn wjah tak berslah.

“kalian!!!????” Jinhee mnjatuhkan tasnya dilantai dan menutupi mulutnya.

“eonni… bisa kujelaskan!!” kata Jiyeon mndekati Jinhee.

****

>>>> [Flash Back] <<<<

[Youngmin POV]
“ahhh… ahhh…. Oppaaa….” Dia msih mndesah. Aku harus melakukan lebih.
Aku mulai mengangkat roknya yg besar itu, aku malas membukanya lagi. Akupun langsung tertuju pada CD-nya yg berwarna biru sapphire. Hey? Sapphire? Itu mengingatkanku pada suju… dan …. Ah! Lupakan. Skrng jiyeon adlah milikku.
“oppa…. Ahhh…. Kau mau apaahh..?” tnyanya dgn suarax yg aegyo krna desahan olehku.
“kau diam saja! Syapa suruh menggoda namja yg lbih tua…” tegurku sinis.
Dia msih terus mndesah. Spertinya jiyeon blum prnah dilayani sperti ini.
ah, aku langsung melepas CD jiyeon. Jiyeon terlihat kaget tapi aku langsung menjilat lehernya dan mmberikan kiss mark spaya dia tdk tegang. “ahhhhhhhh…. Ahhhh….” Desahan-desahan dan desahan, dia memang masih pemula.
Aku memasukkan jariku langsung di vagina-nya yg tdk tertutup CD lagi.
“akkkhhhh!!!!!! Oppaaaaa……. Huaahhhhhhhh…” desahanx lucu untk orng pemula yg merasakan ksakitan krna jariku.
Aku pun mulai menggerakkan jariku dgn cepat did lam vaginanya. Kulakukan ini dari belakang, jadi posisiku ini sperti memeluk jiyeon. Haha~ lumayan.
“oppaa…. Hentikann…. Ahhhh….” Dia msih mndesah. Tp aku ingin merasakan payudaranya. Daritadi aku hnya mnyentuhnya saja.
Aku pun menyandarkannya di sofa, dan aku skrng berada tepat di depannya. Dan langsung kulumat payudara yg montok dan seksi itu. “ahhhh … ahhhhh” teruslah mndesah jiyeon. Kau milikku!! ^0^
tiba2 cairan vagina jiyeon keluar. Sudah kuduga, untk pemula, mungkin tdk bisa menahan cairan itu keluar. Berarti aku orng prtama yg merebut keperawanan jiyeon. “ahhhh…. Cairan ini… ahhhhhh…..” dia spertinya mngerti tntang cairan ini, dan aku langsung memasukan jariku yg penuh cairan jiyeon kedalam mulutku. Jiyeon terlihat jijik dan ingin muntah. Tp, aku lngsung mencium bibirnya dan memasukkan lidahku yg sdh basah krna cairannya. Dia terlihat shock tapi dia mndesah juga disela-sela ciuman kami.
Skrng aku membuka celanaku. Dan jiyeon bisa melihat juniorku yg menegang sejak aku membuka tali bra-nya tadi. “oppa… kau??” dia terlihat bingung dan aku kembali menjilati payudaranya sambil memasukkan jariku kedalam vaginanya.
“ahhhhhh…. Oppaaaaa,, sakitttt~~” aku tdk mndengarkan keluhannya. Yg ada hnya N-A-F-S-U.

=FLASH-BACK E.N.D=

Jinhee terdiam mendengar penjelasan JiYeon. Ternyata, Youngmin memang lelaki buaya darat.

PLAK!!

Jinhee menampar Youngmin.
“KAU TEGA YOUNGMIN OPPA!!! Kenapa kau tidak blng klu aku terlalu tua untkmu, bagimu aku ini hnya perawan tua yg bisa dipermainkan, iya kan!??” Jinhee meneteskan air matanya.

“Jinhee, mianhamnida…” Youngmin mencoba minta maaf, dan kembali mendapat tamparan dari Jinhee.

“Ternyata, kau juga yg ingin melakukan ini semua, kan!??? Saking kegatelan.nya, kau tergoda dengan JiYeon!!???!? TUNANGAN MACAM APA KAU!!!??!?” Jinhee mengusap air matanya.
sedangkan Jiyeon msih terdiam sambil memakai bajunya kembali.

“Dan kau Jiyeon, tidak usah berlagak sok lugu depan semua orang, kau itu sudah tdk perawan, kau sudah KOTOR!!!” teriak Jinhee kasar.
“eonni… hikss… hikssss…” Jiyeon menangis dan keluar dari apertemen itu.
“ini…” Jinhee kembali menatap Youngmin sinis dan melemparkan cincin pertunangan mreka.
“aku tidak sudi menikah dgn bajingan spertimu, Kim Youngmin~ selamat tinggal…” jinhee keluar dari apertemen itu dgn hati yg hancur.

****

Jinhee duduk di sebuah Taman sambil mengingat kejadian Youngmin dan Jiyeon di apertemen tadi. Sekilas saja Jinhee teringat saat dia melakukan itu dengan Kyuhyun. Tentu saja dia sama bersalahnya dgn Youngmin.

Jinhee langsung menelpon Kyuhyun.
“Kyuhyun-ah…”

*****

Di Malam yg dingin dan semakin larut itu, Kyuhyun pun dtg ke taman yg dulu dia jalan2 dgn Jinhee saat subuh tempo hari. Sesuai permintaan Jinhee saat menelpon Kyuhyun, Kyuhyun dtg juga ke tmpt itu. Tmpt yg sangat sepi dan trdengar suara tangisan dari seorang yeoja di tngah taman.
“Jinhee..?? Jinhee Noona!!” Kyuhyun langsung berlari mndekati yeoja yg menangis itu.
kyuhyun spontan memeluk Jinhee dan memberikan Jinhee kecupan kecil di dahi Jinhee.
“Jinhee knapa kau menangis? Siapa yg menyakitimu?? Beritahu aku!” Kyuhyun stengah emosi.
“kyuhyun-ah, aku sudah menyakiti diriku sendiri…” jwab Jinhee didlam dekapan Kyuhyun.
“wae…” Kyuhyun heran.
“aku mau bertunangan dengan orng yg tidak mencintaiku spenuh hatinya… menyiksa diriku sendiri karena tidak mengatakan perasaanku padamu sejak pertama kali menyukaimu,” jwab Jinhee tersedu-sedu. “Mianhae…” sambung Jinhee lagi.
“Omona… Noona, kau ini kenapa? Aku akan selalu mencintaimu apapun yg terjadi. Pegang saja kata2ku…” kata kyu sambil memegang tngan Jinhee erat.
Jinhee tersenyum manis.
“kau ini… hehe~ ini sifat yg kusukai darimu…” Jinhee menatap Kyuhyun dalam.
“aku semakin mencintaimu hari ini Kyuhyun-ah…” tegas Jinhee.
Kyuhyun menghapus air mata jinhee.
“heh, kau ini bner2 mirip ahjumma, ya? Masa kau tidak tau, syapa sih yg tidak bisa mencintaiku sehari saja?” kata Kyuhyun dan kemudian tertawa brsama dgn Jinhee.

“percaya diri sekali kau, Kyuhyun. Uhmm… btw, ada yg ingin kubicarakan denganmu..” ujar Jinhee.
“aku tdk jadi tunangan dengan youngmin, krna ada ksalhan besar yg kami perbuat..” sambung Jinhee lagi.
“Mwo..?? wae…??? Apa karena aku?? Aku minta ma-“
“annia, bukan salahmu, Kyuhyun-ah. Ini krna ksalahan kami, itu saja,”
“jadi… bgaimana dengan rencana pernikahanmu yg sdh kau damba2kan?”
“gmna klo aku menikah dgn orng yg sudah merebut keperawananku saja? Itu lebih dipatuhi hukum, tau!” kata Jinhee menyinggung Kyuhyun, kemudian berlari kecil ke bangku di dpn mreka.
“eh!!?? Awas kau Jinhee!!” Kyuhyun mengejar Jinhee.
“hahaa… Kyuhyun, berjanjilah kau akan menjagaku dan mencintaiku setulus hatimu… Promise?” pinta Jinhee memeluk Kyuhyun.
“I’m promise…” kata Kyuhyun mngeluarkan snyum evil.nya dan menarik Jinhee dalam dekapannya yg lebih dalam lalu mencium lembut bibir Jinhee.
Aksi Kyuhyun semakin ganas dan langsung memainkan rambut Jinhee untk merangsang Jinhee. Jinhee terlihat melemah karena kyuhyun yg udh bernafsu duluan. Jinhee memutuskan untk pasrah dan menikmati pelayanan Kyuhyun.
Kyuhyun yg merasa menguasai permainan, mulai memasukan lidahnya kedalam bibir Jinhee.
“mhmm…” Jinhee mendesah kecil, Kyuhyun terus2an menautkan lidahnya diatas lidah jinhee.
Kyuhyun kembali merangsang Jinhee dengan menjilati leher Jinhee yang mulus,
“ahhh… ahh… kyuuuu…” desahan jinhee membuat kyu bersemangat.
Kyuhyun memberikan bnyak kissmark untk Jinhee. Kyuhyun sampai berkeringat melakukan hal itu. Malam yg dingin tetap tdk berpengaruh untk suasana Kyu-Jin skrng.
Kyuhyun mulai memasukan tngannya di dalam kemeja Jinhee yg tipis, berusaha mencari2 dua buah gundukan yg montok menggantung di dada Jinhee. “kyuu… ahh…ahhhhhh….” Jinhee terus mndesah saat Kyuhyun meremas payudaranya dgn kasar. Kyuhyun terus2an melumat bibir Jinhee sambil meremas2 payudaranya.
“Jinhee… hah… tolong bukakan… sshhh… ” pinta Kyuhyun dgn mndesah pada Jinhee sambil menggigit kancing baju Jinhee.
“MWO!!!?? Annia.. ini di tmpt umum, Kyuhyun-ah! Ini di taman kota…” teriak Jinhee lagi.
“Tapi, ini sepi…. Ayolah… jebal… ahh… ahhh…” Kyuhyun terus2an meremas payudara Jinhee memohon agar jinhee mau membukakan kancing bajunya supaya Kyu bisa menikmati payudaranya lebih.
“ahhhhh….ahhhh…. nde! Arasseo…” Jinhee langsung membukakan kancing bajunya satu-persatu membuat mata Kyuhyun membulat dan tertuju pada satu tujuan.
“asshhhhh….aaaaahhhhhh…..” Jinhee mulai mndesah krna Kyuhyun sudah menjilati payudara jinhee yg tepat berada di dpn mata Kyuhyun.
Kyuhyun terus2an mnjilati payudara Jinhee, menyapukan air liurnya di setiap inci payudara Jinhee. *author udh dag-dig-dug*

“Hentikan!!!” teriak Jinhee lagi dan menjauh dari Kyuhyun yang sudah termakan nafsu.
“Kita seharunya tidak melakukan ini di tmpt umum,” kata Jinhee sambil kembali mengancingi kemeja tipisnya.
Kyuhyun terduduk lemah dan mengeluarkan baby face-nya.
“Mianhae… bukan bgtu maksudku. Aku hnya trlalu bernafsu karena kau begitu cantik dan menawan, dan aku juga-”
“Stop!” Jinhee menghentikan Ucapan Kyuhyun dengan jari telunjuknya.

——–

Segitu saja yah~? wakakakak~
hayooo… yg Silent Readers cpetan comment spya mngetahui perkembangan Kyuhyun dan Jinhee (?) ~ #plak
comment yauw~ ^^

K-Pop Fanfict : “True Friendship/진정한 우정” [Part 3]

11 Feb

Annyeonghaseyo ^^

sneng deh gw dnger comment2 kalian di ‘Jinjunghan Ujeong‘ part 2 ^^

bner2 mmbuat saiia trsenyum #alay bgt deh#

langsung lanjut baca part 3 ini, yah^^ di ff ini, kbnyakan romance-nya. maklumi, ya? gw kan lagi dilema Shiyoon~~ ^^
sneng deh, gw bisa buat part ini sambil dngerin lagu Kyuhyun, OST King Of Baking, Kim Tak Goo ^o^ Smoga pada suka, deh~

 

Cast :

– Yoon Shi Yoon

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin

– Kang Hye Sun.. and others^^

 

Genre:

Friendship, Romance, and Gaje ^^ kkk~

*****

 

Hyesun membalikkan badannya.

 

“Mwo?” tnya Hyesun ketus.

 

Shiyoon trsenyum.

“Mau makan bersamaku di tepi pantai? Ayolah~ kita rayakan berdua,” pinta Shiyoon dengan baby face-nya.

 

Hyesun tdk bisa menolak.

“Nde~” jwab Hyesun dan mngikuti Shiyoon.

 

 

@di warung tepi pantai..

 

Shiyoon dan Hyesun mnjalani hari itu dengan pnuh tawa. Wlaupun Hyesun hnya trpisah sbgai manajer, tpi bagi Hyesun itu hal yang sakit.

Stelah makan sampai kenyang, mreka berjalan2 di tepi pantai, tempat favorit Shiyoon.

 

“Kau bner2 akan pergi dari Taxi Entertainment?” tnya Hyesun tiba2.

 

Shiyoon menoleh kaget.

“Knpa? ada yang salah?”

 

“anni… itu bagus,” jwab Hyesun pelan.

 

Shiyoon menatap Hyesun lekat.

“Ah! aku tidak akan melupakanmu, Manajer Kang. Eh~ maksudku Hyesun-ah,” kata Shiyoon trsenyum.

 

Hyesun hnya trsenyum senang mndengarnya.

 

“hyesun-ah…” panggil Shiyoon.

 

Hyesun menoleh.

“ada apa?”

 

Shiyoon trsenyum dan memeluk Hyesun.

“Terima kasih sudah bersabar mnjadi manajerku. Mianhae, kalo aku bnyak salah padamu,” kata Shiyoon mempererat pelukannya.

 

Hyesun menahan air matanya krna trharu.

“Chonmaneyo,” lalu Hyesun membalas pelukan Shiyoon.

 

 

*****

 

 

Shiyoon kembali ke apertemennya dan duduk di sofa-nya.

“aku tdk menyangka akan memeluk Hyesun tadi… ah! Babo!!!” gumam Shiyoon frustasi.

 

Shiyoon membuka kotak bekal pemberian Hyesun. Kemudian Shiyoon menutupnya lagi.

“besok saja deh dimakan, aku kenyang juga tadi,” Shiyoon pun mengganti baju-nya dan telponan ama Kyuhyun. ^3^”

 

 

…..

 

Esok Paginya, Shiyoon terjatuh dari tempat tidurnya…

 

BUKKH!!!

 

“Aw!!! Sakit!!!” Shiyoon trbelalak kaget melihat bekal pemberian Hyesun jatuh. Semua kue2nya tercecer dmna2.

 

“Omo!! kue-nya Hyesun!”

 

Tapi, saat Shiyoon sedang mengambil kue-kue itu, Shiyoon melihat di belakang kotak bekal itu, ada secarik kertas bertuliskan;

“Dong Goo-ah, mungkin ini makanan pertama dan terakhir yang pernah kuberikan padamu. Ini hnya kenang2an, muda2han kita bisa brtemu lagi. hehe~ ini hanya kue kecil yang kubuat dengan tanganku sendiri. Semoga kau suka. Aku juga akan berangkat ke Busan besok pagi. Kontrakku di Taxi Entertainment telah dicabut karena kau pindah agency. Semoga kita masih bisa brtemu^^ I’ll miss you, Dong Goo-ah! Fighting untk karir baru-mu!”

 

Tanpa Shiyoon sadari, air matanya sudah jatuh membasahi kertas itu, tepat di kata-kata ‘From: Kang Hye Sun’ . Shiyoon meremas kertas itu dan berlari sekencang2nya ke rumah Hyesun.

 

“ini masih jam 6, mungkin masih bisa kukejar!!” gumam Shiyoon selama mengendarai mobilnya.

 

 

@dirumah Hyesun…

 

Shiyoon dtg dan dikejutkan oleh sepupu Hye Sun…

 

“Ah, Park Ji Young! Hyesun-nya ada ??” tnya Shiyoon cepat.

 

“Lho, Hyesun udh berangkat ke bandara daritadi..” jwab Jiyoung.

 

“Mwo??? dimna??,”

 

“Dibandara Soekarno Hatta,” jwab Jiyoung lagi. *mian, gw gag tau nama bandara di Seoul, hahaa*

 

Shiyoon membungkuk.

“Kamsahamnida!!” Shiyoon pun nyetir dgn cepat ke bandara itu.

 

 

(Nah, di bagian ini, setel lagunya Kyuhyun ya^^ apa saja dah~ yang OST King Of Baking juga boleh…. biar lebih dapet feel-nya^^)

 

 

Shiyoon mengelilingi bandara itu dan sesekali bertanya pada orng2. Dan beberapa kali bnyak yeoja yang berteriak histeris krna melihat artis papan atas itu berkeliaran di Bandara.

 

“Hyesun-ah, kau dmna…” Shiyoon hampir menangis tidak mnemukan Hyesun.

 

Tiba-tiba, dari kejauhan shiyoon melihat seorang gadis dengan syal merah muda. Syal yang tidak asing dimata Shiyoon.

“Syal itu~ itu syal yang aku rajut dengan Hyesun saat musim dingin… hah! HYESUN-ah!!!!!!!” teriak Shiyoon dan membuat orng2 di sekitarnya melihat ke arahnya. Kecuali Hyesun. Hyesun tidak mndengarnya karena trlalu jauh. Jadi, Hyesun melanjutkan langkahnya memasuki tmpt pembayaran tiket.

 

Shiyoon mngejar Hyesun dengan cepat. Tapi, kecepatannya harus di hadang dengan security yang menahannya.

 

“Maaf, apa anda sudah membeli tiket tujuan ke Busan?” tnya Security itu.

 

“Itu Hyesun!! Hey, lepaskan aku!!! Lepaskann!!!” teriak Shiyoon berusaha memanggil Hyesun. Hyesun tetap tidak mndengar karena ia semakin mndekati Pesawat yang akan ditumpangi.

 

Shiyoon hnya bisa menangis dan melepaskan pegangan Security itu dan membalikkan badannya pergi.

 

“eh~ itu Yoon Shi Yoon, kan?”

“kok dia nangis?”

“ah~ lagi syuting film kali…”

“tpi, gag ada kamera…”

“Kamera trsembunyi tuh…”

 

Shiyoon melirik orng2 yang mengkritiknya, dan trsenyum.

“aku tidak berakting,” kata Shiyoon dan kembali pulang.

 

cwek2 disitu hnya teriak2 gaje krna ditegur oleh Shi Yoon.

 

 

*****

 

Shiyoon kembali ke apertemen dan melihat sisa kue yang tercecer di bawah kasurnya. Shiyoon kembali menangis dan duduk di tepi kasurnya. Shiyoon mengambil kue itu dan menatapnya se-akan2 itu Hyesun.

“Aku tidak sempat menegurmu. Dan mengucapkan ‘annyeong’, aku memang babo!” Shiyoon memakan kue itu dan tangisannya semakin deras.

 

“Dong Goo??? kau kenapa??” tegur seorang namja yang tiba2 muncul di depan Shiyoon.

 

“Kyuhyun-hyung…” Shiyoon menundukkan kepalanya.

 

Kyuhyun duduk disampingnya.

“Kau kenapa? apa2an kau menangis dengan pintu terbuka lebar begitu?? orng2 bisa membuat gosip kalo yoon Shi Yoon itu cengeng sperti Ryeowook Suju,” kata Kyuhyun asal.

 

Shiyoon membaringkan badannya dan memeluk gulingnya.

“Hyesun-ah!!!!!” teriak Shiyoon dengan isakan tangis.

 

Kyuhyun menggeleng dan bergumam, “Dong Goo bner2 mrip bocah~ baru saja dilema cinta, udh nangis gaje gini,”

Kyuhyun mengambil guling putih itu dari pelukan Shiyoon.

 

“Yah! Bangunlah dan hadapi hidup baru. Siapapun Hyesun itu, kau harus bisa tegar! Kau itu artis trkenal, kau bisa mndapatkan yeoja yang lebih baik,” kata Kyuhyun ketus.

 

Shiyoon langsung bangun dan menatap Kyuhyun.

“yah! Dia bukan sembarang yeoja! Dia teman baikku sebelum aku trkenal sperti ini! Dia sama spertimu, dia peduli denganku, dia baik denganku, tapi kenapa dia meninggalkanku tanpa pamit?!??”

 

“Dia tidak mau kau memikirkannya,” jwab Kyuhyun.

 

Shiyoon merubah raut wajahnya.

“mksudmu?”

 

“Molla. Mungkin dia suka padamu. Buktinya dia bersikap misterius padamu, iya kan?”

 

“Lho, hyung tau darimana?”

 

“dikasih tau ma authornya tadi, gw baca naskah,,” #PLAK!!

 

(back to story..)

 

“Jadi, apa yang harus kulakukan untk Hyesun?” tnya Shiyoon msih dengan berlinang air mata.

 

Kyuhyun menjitak Shiyoon.

“Yah, kau itu cowok! sharusnya kau bisa mnjadi lelaki sejati kalo mau Hyesun kembali padamu,” kata Kyu lagi memperjelas.

 

Kyuhyun pun berdiri dan memakan kue yang ada di atas meja.

“Wow~ kue-nya kok rasanya aneh?”

 

Shiyoon trtawa.

“itu kan bekas mulutku tadi,” jwab Shiyoon.

 

“UWEEKK!!!!” Kyuhyun berlari ke WC.

 

Shiyoon hnya trtawa gaje ngeliat Kyuhyun.

 

 

*****

 

 

“Klo gtu aku pulang, yah~ udah sore~” kata Kyuhyun pamit.

 

“Ya udah~ bsok kita sama2 ke kantor SM, yah? aku mau join Super Junior kalo boleh…” kta Shiyoon.

 

“Yah~ tnya Leeteuk dlu… kkk~ ya udah, annyeong~”

 

“Ne, annyeong~”

 

[Kyuhyun POV]

 

Sungguh hari yang melelahkan. Padahal aku datang ke rumah Dong Goo untk mndapat inspirasi. Aku kan mau nulis lagu untk album baruku. Tapi, kenapa dia malah curhat gaje sama gw? haha~ gpp deh, demi sahabat. Lagipula, aku udh dapat bnyak inspirasi dari curhatan cintanya.

 

BUKHHH!!!

 

ah, sial! aku menabrak seorang yeoja dan menjatukan berkas2nya…

 

“mianhae…” aku tertegun saat melihat wajahnya. Dia…

 

 

——–

 

sampe sini dlu, yooo~~~^^

comment, comment!!!

“For The Hottest Baby, Cho Kyuhyun”

22 Jan

Lagi boring~~
mkanya gw buat postingan gaje lagi, kkk~ skrng gw lgi buat PUISI CINTA untk Kyuhyun^o^ #JIAHHH
Soalnya, saiia lgi demam Kyuhyun~ hoho~
Di puisi ini, aku cuma mau nulis perasaan aku ke Kyuhyun… bisa dibilang mewakili perasaan Spar_kyu~ #jiaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh~

jadi, yg merasa SPAR-KYU, ayo ikut saiia comment-comment puisi gaje ini~ hahaaa~

jangan lupa!
backsound-nya, lagu Hangeng – Holding an Umbrella ^____^ okay?? *supaya FEEL-nya dapet! biasanya manjur, lhoo~*

Listen…..

“KYUHYUN-AH, LISTEN…”

 

Tatapan jutek yang menyebalkan…
Kau berusaha cuek padaku…
Sial.

Setiap melihatmu, hatiku tetap saja luluh…
Betapa BABO-nya aku slalu mengagumimu….
Cowok yang bahkan aku-tidak-tahu tinggal dimana…

 

Tapi, aku benci kau!
Kau yang membuatku tidak fokus belajar!
Kau yang membuatku tidak tidur kalau tidak melihat fotomu!

Dan….

Kau yang membuatku tidak bisa lupa siapa kau… ><”

E V I L
Yap! itu kata yang cocok untukmu!

Kau mnyebarkan virus yang membuat ELF tergila-gila…
Kau selalu tebar pesona disetiap kamera…
tapi….

Kau tidak bertanggung jawab kepada kami yang sudah terjangkit SPAR-KYU~

 

Jujur ~

kalau dipikir-pikir, kau tidak terlalu tampan…
#diserbuELFsedunia#

Tapi, yaaaa itu!
kenapa aku bisa suka denganmu!!!??

Memang, sih~
Wajahmu tidak setampan Han Geng

Kulitmu tidak semulus Donghae atau Heechul

Wajahmu tidak manis seperti Kibum

Gerakanmu tidak selincah Eunhyuk

Badanmu tidak sebanding dengan Siwon

Wajahmu lebih terlihat tua daripada Sungmin

Suaramu masih kalah dengan lead-vocal sperti Yesung

 

Tapi . . .

 

Ada satu yang membuatku memperhatikanmu….

 

Senyuman EVIL itu…

Aisshh!!! Chinjja!
Itu yang membuatku bingung!

Sumpah~

Sbenarnya aku sudah lama pngen BERHENTI menyukaimu!

 

Tapi….

Aishh!!!!!!!!!!!

Tell Me Why?????

 

 

Oh, ya~ kau ingat saat ELF tidak menerima kehadiranmu di Super Junior?
Mereka terus2an mem-bashingmu ??
Menuntut untuk Super Junior tetap 12, bukan 13 ?

aku ingat itu…

Tapi, satu sifat yang membuatku kagum…

Kau tidak membalas perkataan kasar mereka….

Kau hanya diam dan tersenyum di media….

Tersenyum seakan-akan kau bebas dari semua itu…

 

That’s awesome, oppa~

 

Tapi, sekarang kau lihat ???

Fans-mu berjuta2 dari seluruh pelosok dunia…

Mulai dari Asia sampai negara Paman Sam~

Kau sadar itu ???

 

Sebagai ELF, terus terang kami bangga~ #pastinya!
Tidak banyak boyband yg memiliki member dengan kepribadian unik sepertimu….

 

 

Sekarang hampir 6 tahun Super Junior berdiri…

walaupun hanya tersisa 10 member…

Kau masih kuat ?

Pasti.

 

Bagus ^^

Tetap tersenyum seperti itu

Tersenyum walau yang kau derita sakit #sayaMaksaSekali#

 

Kau benar-benar mirip dengan idolaku…
Idolaku yang sangat kukagumi…

ah! wait a minute!

Kaulah idolaku,

Cho Kyuhyun.

 

 

=SELESAI=

ho ho ho!
gmna??? gaje banget kan??? wkwkwkwk~
eh, ga semua yg aku tulis itu bener~ itu kan cuma curahan hati saja, untk orng lain, bukan Kyuhyun!!! saiia cinta mati sama magnae ini~ Don’t get me wrong, guys~ *bertekuk lutut*
kalo ada yg mau comment, comment aja~
mau comment gaje, kasar, lembut, pujian, bashing, hinaan,…

saya tunggu~ ^^ ok?

ThanKYU!

K-POP Fanfiction : “내가 널 사랑 알았어요” [oneshoot]

22 Jan

Judul   : “Okay I Love you / 내가 널 사랑 알았어요”
Author : leesungminworld
Genre   : Romance

Annyeonghaseyo, saiia JESSICA CHOI GO HYUL, yang baik hati nge-post ff lagi^^

mian, kalo bnyak ff yg blum kelar==

FF ini buat eonn gw, and ff ini terinspirasi dari MV Lee Seung Gi, dan gua lupa jdulx 😦

So, happy reading dah^^

Cast :

– Shin Min Jung

– Cho Kyuhyun.. and other

Genre :

Romance & Gaje

——–

“SHIN MIN JUNG!!! Ini ke-13 kali.x kamu dapat nilai rendah! Mau jadi apa kamu dengan nilai segini??” teriak Pak Choi di dpn kelas, memarahi Shin Min Jung.

Ya, Shin Min Jung gadis biasa yg cuek-bebek dengan tugas sekolah. Selalu membuat ulah di sekolah, dan sering mndpat teguran dari sekolah. Bisa dibilang, Minjung juga seorang preman. Teman2nya kbanyakan anak2 geng dari tmpt yg misterius dan Minjung juga jago kelahi.

“SHIN MIN JUNG!!!” kali ini Pak Choi melempar buku ke meja, membuat serempak siswa2 satu kelas kaget terutama Minjung.”Kamu dengar saiia bilang apa??!?” tnya Pak Choi lagi dengan nada kasar.

“Gag usah teriak2 kali, Pak~ saya msih bisa mndengar dengan jelas,” jwab Minjung ketus.

“Kamu ini! memang susah dibilangin~ ya udah… terserah kamu aja, dasar cwek jalang,”

Minjung menatap Pak Choi tajam.

“Bapak bilang apa barusan??” Pak Choi brbalik menatap Minjung.

“CEWEK JALANG! kurang paham kmu??”

Minjung mengambil pensil runcing dan mengarahkannya ke wajah Pak Choi.

“bapak mau, pensil ini nancep di mata bapak!??” satu kelas kaget terutama Pak Choi. Lalu, Pak Choi hnya mnggeleng.

“kalo ngomong dijaga!” kata Minjung lagi dan kembali ke tmpt duduknya.

Saat istirahat, semua siswa membicarakan tntang tragedi Min Jung dan Pak Choi di pelajaran pertama.

Yah, begitulah~ setiap Minjung berbuat sesuatu yg heboh~ pasti akan langsung tersebar di sekolah itu.

“Yah, Minjung itu ngeri juga~ masa ktax dia ngancem Pak Choi pake pensil runcing~”

“wah~ parah tuh… bner2 preman bgt yah, Minjung eonni tuh?”

“gua dnger, dia tuh ksepian~ gag pnya tmen cwek sma sekali~ hnya geng2 cwok yg gajelas…”

bgitulah comment2 anak2 sekolahan setiap harinya.

Dan, setiap Minjung lewat, anak2 sekolahan itu pasti diam dan membungkuk. Biar cwek maupun cwok. Minjung sdh sperti dihormati di sekolah itu.

****

Istirahat berlalu, pelajaran jam ke-2 dimulai.

“Nah, anak2~ sekarang keluarkan PR kalian. PR sejarah! Klo tidak, saya akan pukul betis kalian sampai memerah,” jelas Pak Choi lagi membuat semua siswa bergegas mengeluarkan bukunya.

MinJung yg terlihat santai saja, tiba2 ditegur oleh cwok di sampingnya.

“Minjung-sshi, kmu pasti blum ngerjain PR?” tnya cwok itu pelan.

Minjung menoleh.

“Memangnya kenapa?”

Cwok itu perlahan memberikan buku sejarahnya.

“Ini buku milikku. Kau pakai saja dulu. Nanti biar aku yang maju kedepan,”

Minjung terbelalak kaget.

“Tapi, hey~ tunggu…” belum sempat Minjung menghentikan, cwok itu sdh maju ke depan.

“Apa2an cwok itu, berani juga dia membantuku?” gumam Minjung dlam hati.

Tiba2 Pak Choi trheran2 dan menatap ke arah cwok itu.

“Cho Kyuhyun!? kmu blum ngerjain PR ?? Biasanya kamu yg paling rajin ??” tnya Pak Choi krna heran, hnya Kyuhyun yg tdk mngerjakan PR.

“Saya bner2 blum ngerjakan, Pak~” jwab Kyuhyun pelan.

Pak Choi mnghela napas.

“Kamu memang murid kesayangan saya, tapi untk sekarang~ maafkan Bapak, Kyuhyun,” Pak Choi memukul betis Kyuhyun berkali2, sedangkan murid2 di kelas itu hnya bisa terdiam melihat Kyuhyun yg kesakitan.

“Argghh!!!!” Kyuhyun mnjerit keras saat betisnya dipukul yg ke-20 kalinya.

“Sudah. Kembali ke tmpt dudukmu, Kyuhyun~ kita lanjutkan pelajaran,” kata Pak Choi lagi mlanjutkan plajaran.

Dengan betis yg bengkak dan memerah, juga bibir yg keluar darah, Kyuhyun menahan rasa sakitnya dan kembali duduk di tmpt duduknya. Di samping Minjung. Minjung tetap menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun hnya bisa menunduk.

“kenapa kau lakukan ini?” tnya Minjung langsung.

“Karena aku tdk mau kau terluka,” jwab Kyuhyun pelan.

“aku tidak butuh bantuan,” balas Minjung lalu mengembalikan buku Kyuhyun dgn kasar, sampai2 buku itu jatuh.

Kyuhyun mengambil buku yg jatuh itu dan meminta maaf pada Minjung,

“Jeosonghamnida,” kata Kyuhyun sambil membungkuk dan kembali mengikuti pelajaran.

*****

Pulang sekolah, Minjung lbih dlu menunggu jemputannya di dpn gerbang. Sperti biasa, Minjung pasti dijemput lebih lama dari murid2 lain. Tiba2 Minjung tertuju pada satu namja yg berjalan dengan pincang2.

“Kyuhyun??” tegur Minjung saat melihat Kyuhyun memegangi kakinya.

“ah, Minjung-sshi~ kau sedang apa dsini?” tnya Kyuhyun.

“aku yg seharusnya tanya, kenapa kau blum pulang? aku memang sudah biasa dijemput lama begini, kenapa kau msih dsini??” tnya Minjung balik.

“oh, itu~ aku … ermm… ini…” kyuhyun tdk bisa mnjelaskan, Kyuhyun takut dimarahi lagi dgn Minjung.

Minjung trsenyum.

“Sudahlah, sini aku bantu~” kata Minjung lalu membantu Kyuhyun berdiri.

“AAKKH!!!” Kyuhyun mnjerit.

“Ah, maaf Kyuhyun-ah~ mana yg sakit??” Minjung mulai perhatian dgn Kyuhyun.

“Anni… Gwaenchana~” jwab Kyuhyun trsenyum.

Minjung mnjitak kepala Kyuhyun.

“Adaww!!” Kyuhyun ksakitan lagi.

“Kmu nih ditnya malah senyam-senyum, udah~ kita jalan sampai di taman itu saja, nanti aku nyari obatnya~” jawab Minjung tegas.

Kyuhyun trdiam. Kyuhyun tdk mnyangka Minjung akan baik padanya.

“Gomawoyo~” balas Kyuhyun lagi dan trsenyum.

Minjung hnya melihat Kyuhyun dgn tatapan “dasar-cowok-aneh-daritadi-senyum-melulu”.

****

Di taman.

Kyuhyun bersandar di pohon rindang yg sejuk. sedangkan Minjung pergi mencari obat di tmpt trdekat.

beberapa menit kemudian…

“Kyuhyun-ah! aku dapat obatnya,” kata Minjung semangat dan langsung mengobati betis Kyuhyun.

“Aduduhh… akhh…” Kyuhyun terus2an mnjerit.

“Yah! kmu tuh cowok kan?? Ditahan dong, daritadi teriak2 melulu, nanti orng2 mikir kita ada apa2~ bbabo!” jngkel Minjung dan memperkuat gerakan tangannya.

“AKHHH!!!! IYA!!!! AKKKHHH!!!!! JONGMAL MIANHAE!!!!” teriak Kyuhyun saat betisnya bner2 di pijat dgn Minjung.

Minjung trtawa kecil.

“satu lagi..” Minjung mndekati wajah Kyuhyun. Kyuhyun sontak kaget dan terjatuh.

Jadilah posisi Minjung diatas dan Kyuhyun dibwah. Mreka bertatapan sbntar lalu Minjung bangun lagi dan memukul Kyuhyun.

“kenapa kau bergerak?? aku mau membersihkan darah di bibirmu,” kata Minjung jengkel.

“ah, mianhae~ tadi aku kaget…”

Minjung mndekati Kyuhyun lagi, dan mmbrsihkan luka di bibir Kyuhyun.

“heh, Babo~ udh gua obatin~ makanya, lain kali jangan sok jagoan, mau nolongin gw dari Pak Choi~ guru kyak gitu sih, enakx di-sate~ ahhahaa” kata Minjung trtawa.

Kyuhyun mmperhatikan Minjung baik2. Kyuhyun pun mulai terlena dan trtawa2 sendiri.

“oh, ya~ ngomong2, kenapa tadi kau mau bntuin aku?” tnya Minjung,

“Owh~ pertnyaan itu lagi??”

“JAWAB!!”

“mmm… aku cuma gag mau kmu trluka, Minjung-sshi~ sorry kalo aku lancang, tpi aku malah yg gag tega klo kmu yg pincang2 nantinya~” jwab Kyuhyun pelan.

minjung tersenyum lagi, lalu mengacak2 rambut Kyuhyun.

“Kmu ini memang cwok yg baik, Kyuhyun-ah,” kata Minjung trsenyum.

Pipi Kyuhyun memerah. Ia tdk mnyangka akan mndapat pujian dari cwek yg ia sukai. *hahahah!!! Mutiia eonn pasti ngakak dah*

“eh, ini buku apa??” tnya Minjung saat mnemukan kliping kecil bertuliskan ‘HAN SARAM MANEUL’.

Kyuhyun trkejut.

“MWO?? Jangan!!! itu buku-” blum sempat Kyuhyun mnjelaskan, Minjung sdh membuka isi buku itu.

Dan ternyata isinya adalahh….

bersambung minggu depan.

#diBom Mutia Eonn#

haha~ kagak..

mksudnya..

isinya adalah sekumpulan foto2 Shin Min Jung. Mulai dari Minjung kelas 1 SMA sampai skrng dia kls 3 SMA. ada Foto2 Minjung yg kena marah kakak OSIS, saat minjung ngikat tali sepatu, dan lain2.

Minjung trdiam. Kmudian minjung menatap Kyuhyun. Kyuhyun masih menunduk.

“Han Saram Maneul ?? Ini alasannya kau menolongku, Kyuhyun-ah?” tnya Minjung tdk prcya.

“Minjung-sshi~ aku bisa jelaskan…”

“Kyuhyun, kmu suka sm aku???” tnya Minjung to the point.

Kyuhyun mematung di depan Minjung. Minjung mmberi tatapan tdk prcya pada Kyuhyun.

“N… Ne~” jwab Kyuhyun trbata2.

Minjung kembali melihat foto2 itu. Sesekali Minjung trsenyum mengingat kejadian2 yg jarang ia ingat.

“aku memang tertarik padamu sejak kelas 1. Sejak kau membuat masalah, itu selalu mmbuatku tertawa dan tersenyum. Caramu menghajar orng2 tawuran sperti seorang preman, membuatku makin kagum padamu. Tapi, aku berharap, Suatu hari nanti aku dan menolongmu, melindungimu, dan menjagamu. Aku tidak mau kau-” baru saja Kyuhyun ingin mnjelaskan lebih panjang, Minjung sdh mncium bibir Kyuhyun dgn lembut.

Kyuhyun trdiam seribu kata. sedangkan Minjung mengelus pipi Kyuhyun.

“Kau tdk perlu berjuang keras, Kyuhyun-ah~ kau yg sekarang, sdh sempurna bagiku,” Minjung tersenyum, Kyuhyun juga trsenyum.

“Lagipula, kau bisa mmbantu dan mnjagaku dengan mmberikan PR-mu setiap hari, kan???” goda Minjung sinis.

Kyuhyun panik.

“Aigo? tiap hari??? kmu mau lihat aku ke sekolah dengan kursi roda, Minjung-sshi???” tnya Kyuhyun yg ketakutan dan hampir menangis.

Minjung memeluk pinggang Kyuhyun.

“Andwaeya~ aku rasa kau sdh mncuri hatiku, Kyuhyun-ah…” gumam Minjung di dekapan Kyuhyun.

Kyuhyun trsenyum, “chonmaneyo,” balas Kyuhyun singkat.

Itulah kisah Kyuhyun dan Minjung yg awalnya masih judes2an mnjadi percintaan yg tak terduga.

Well~ ini namanya Happy Ending, kan???

K-Pop Fanfict : “True Friendship/진정한 우정” [Part 2]

22 Jan

Annyeonghaseyoooo~~~ ><

Ah, hari ini gua smngat bgt! pagi2 buka facebook, udh dpat dkungan dari chingudeul tntang ff ini~

baiklah, saiia akan berusaha menuntaskan ff ini! >< moga kalian puas, yah~ ^^

Happy Reading !

 

Cast :

– Yoon Shi Yoon

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin … and others.

 

Genre :

Friendship, and romance (mungkin 20% aja, haha)

 

 

*****

 

[Kyuhyun POV]

 

Sesampainya di dorm, aku menggengdong Shiyoon yang stengah babak belur itu ke ruang tamu. Kulihat Eunhyuk sdg menonton bola. Ini kan jam 1 malam, dia masih ada bergadang.

Dia menoleh.

 

“Nugunde?” tnyanya heran.

 

Leeteuk pun muncul.

“Ah, siapa itu Kyuhyun!!!?? Kau habis mmbantai orng!??” Leeteuk ada-ada saja.

 

Aku menggeleng dan trsenyum.

“nanti kujelaskan,” Lalu aku naik ke atas dan membaringkan Shiyoon di kamar belakang.

 

Kudengar suara kaki melangkah. Aku yg menoleh.

“eh~ Eunhyuk, ada apa?” tnyaku.

 

“Sharusnya aku yang tanya. Ada apa ini? Kenapa kau membawa orng tak dikenal ke dorm ini? Jika dia tahu kita siapa, dia akan mnyebarkan luaskan betapa beruntungnya dia tinggal di dorm Super Junior,” jwab Eunhyuk judes.

 

aku menggeleng dan mengambir air untk mmbersihkan badan Shiyoon.

“Annia…” ktaku, lalu menatap Eunhyuk. “Dia bukan orng sperti itu, percaya padaku,” Eunhyuk hnya geleng2 dan turun kebawah.

 

“Ah, Tidak!!! Aishhhh!!!!! Kenapa bgtu!!??” kudengar suara Leeteuk berteriak2 mnonton bola.

“YAh~ Indonesia kalah, hyung~ pdhal udah telak 3-1 tuh~”

“udahlah, Hyukkie~ kita tidur saja, sayang banget Indonesia kalah~”

Lalu kedua EunTeuk itu masuk ke kamarnya.

 

Aku hnya trtawa gajelas mlihat mreka yang fanatic bgt dengan Indonesia. Kmudian aku kmbali kedalam kamar lagi dan melihat keadaan Shiyoon.

 

Shiyoon msih tertidur dengan memar di pipinya.

“ah~ bagaimana kau akan main film jika wjahmu sperti ini?” gumamku pelan.

Aku pun duduk2 di sofa dan ketiduran sndiri.

 

 

****

 

[Author POV]

 

Pagi hari pun tiba. Shi Yoon trbangun dari tidurnya yang nyenyak.

 

“Aduduh!” Shiyoon mnjerit saat mngetahui msih ada bgian tbuhnya yang memar.

 

Kyuhyun trbangun. Kyuhyun spontan senang melihat Shiyoon sadar dan memeluknya.

“Goo-Hyung!!!!” pekik Kyuhyun dan memeluk Shiyoon.

 

“ADAW!!!”

 

Sungmin yang kbetulan lewat dikamar kecil itu, mndengar suara Kyuhyun dan seorang namja.

“akhhh!!”

 

“eh, maaf~”

 

“sakit, Kyuhyun-ah~”

 

“Maafkan aku, biar aku lakukan posisi ini,”

 

“Ah~ sama aja, ttep sakit~”

 

Sungmin trbelalak kaget. Pikiran Sungmin mulai negative. *ah, dasar umin==*

‘Apa yang terjadi, kenapa aku mndengar suara aneh2 didalam?’ gumam Sungmin.

Krna tdk tahan lagi, Sungmin langsung mendobrak pintu kamar itu.

 

Betapa kagetnya sungmin mnemukan Yoon Shi Yoon dikamarnya bersama Kyuhyun. Posisi mreka itu, Kyuhyun memeluk dibagian pinggang Shiyoon, membuat Sungmin emosi dan berlari meninggalkan mreka.

 

“Sungmin!!” teriak Kyuhyun dan berlari mngejar Sungmin.

 

Shiyoon mematung sndiri dikamar itu.

“Knapa dengan Sungmin-sshi??”

 

 

*****

 

Di teras dorm…

Kyuhyun berhasil mngejar Sungmin dan menangkapnya (read: dipeluk dari blkng) (akhirnya, KyuMin berAKSI!).

 

“Lepaskan!” pinta Sungmin.

 

“Kau kenapa, Sungmin-ah?” heran Kyuhyun dan membalikkan badan Sungmin.

 

Sungmin menunduk.

“Aku tidak mau kau melupakanku,” jwab Sungmin msih mnunduk.

 

“Apa mksudmu?” tnya Kyuhyun.

 

“Aku takut, jika kau brtemu dengan Shi Yoon, kau akan terus brsamanya dan melupakanku,” jelas Sungmin lagi.

 

Kyuhyun trsenyum kecil.

“Ah~ Baby Min cmburu yah?” Kyuhyun pun memeluk Sungmin lagi.

 

“Sudahlah~ kita kan partner. Aku gag mungkin setega itu meninggalkanmu. Kau dan Shiyoon shbat terbaikku. Okay? Don’t make me dissaponted,” kata Kyuhyun lagi dan memeluk Sungmin semakin erat.

 

Sungmin trsenyum dan mmbalas pelukan Kyuhyun, “Ne, arasseo~”

 

Shiyoon yang sedari tadi di atas memandangin mreka hnya brkata, “trnyata Kyuhyun pcaran sama Sungmin? Tidak kusangka, kabar burung yg mngatakan mreka gay itu benar!” Shiyoon pun geleng2 tidak prcya.

 

 

*****

 

2 jam kmudian…

 

“Dong Goo, aku akan mngantarmu pulang,” kata Kyuhyun.

“oh, aku hampir lupa~ aku ambil kuncinya dulu,” kata Kyuhyun lagi dan bergegas naik ke lanatai 2.

 

Sungmin menghampiri Shiyoon yg sedang memakai sepatu.

“bisa juga kau menemukan Kyuhyun, nekat bgt,” kata Sungmin ketus.

 

Shiyoon mntap Sungmin bingung, *tatapan imut lho, bukan sangar*

 

 

“ada apa Sungmin?” tnya Shiyoon heran.

 

“panggil aku HYUNG, aku ini lbih tua drimu,” jwab Sungmin.

 

Shiyoon manyun.

“Kita kan hnya beda bberapa bulan?”

 

“tetep saja, tidak sopan~”

 

Shiyoon brdiri dan menatap Sungmin tajam.

“eh~ trnyata kau itu tidak se-manis yang kukira. Di depan publik kau terlihat baik dan manis. Tapi, ternyata sifat cmburumu masih sperti anak-anak~”

 

Sungmin trsinggung.

“apa mksudmu?”

 

“ya~ kau cmburu kan, karena aku lebih lama mngenal Kyuhyun darimu. Makanya, saat aku meminta bantuan padamu untk mmberikan nmor hp-ku pada Kyuhyun, kau tidak mau. Itu mnunjukkan kau egois dan cmburuan, Sungmin-hyung,” jelas Shiyoon santai.

 

Sungmin menunduk.

“oh~ mianhae,” kata Sungmin pelan.

 

Shiyoon trsenyum dan memegang bahu Sungmin.

“Tenang~ aku dan Kyuhyun hnya teman biasa. Kau bisa memilikinya seutuh yang kau mau,” Shiyoon trsenyum lagi. *hobi bgt ngeliat Shiyoon snyum ><*

 

Sungmin mntap Shiyoon sinis.

“Hey~ aku dan Kyuhyun juga hnya teman. KAu pikir apa? Pcaran??”

 

Shiyoon trdiam.

“Haha! iya, aku pikir bgitu~” aku Shiyoon malu2.

 

“dsar babo~”

 

“Ayo, Shiyoon! kita berangkat! ^^” ajak Kyuhyun langsung.

“Eh, Sungmin gag ikut?” tnya Kyu.

 

Sungmin menggeleng.

“Annia… apa yang harus kukhawatirkan? kalian akan baik2 saja,” kata Sungmin lagi dan menatap Shiyoon dgn trsenyum.

 

‘tatapan macam apa itu?! mnakutkan…’ gumam Shiyoon dlm hati.

 

“Ayo~” ajak Kyuhyun lagi menarik Shiyoon keluar.

 

“Hati-hati!!” teriak Sungmin dari dalam.

 

Kyuhyun trsenyum didalam mobil dan langsung tancap gas pergi.

 

Sungmin msih mematung di teras rumahnya. Kmudian snyum2 sndiri.

“shiyoon itu baik juga, manis lagi~ kkk~” ujar Sungmin kyak orng yang bangga-ketemu-orng-cakep.

 

 

****

 

dlam mobil.

 

“Hyung~ Sungmin itu orngnya lucu, ya?” celetuk Shiyoon lngsung.

 

“Mwo? yang sperti itu dibilang lucu. Dia itu Jealous Holic,” jwab Kyuhyun.

 

“Haha! aku tahu~ ketauan bgt dari sikapnya ke aku~”

 

“Ne~ gag usah dipikirin lah… Toh, kita udh ktemu skrng,”

 

“ahhaha~ Ne, Matjayo~”

 

Kyuhyun pun brhenti disuatu tempat.

 

“Mwo?? ini bukan apertemenku!” pekik Shiyoon kaget.

 

“Ne~ ini SM Entertainment,” jwab Kyu singkat dan turun dari mobil.

 

Shiyoon juga turun dan memandangi gedung besar itu.

“Ah~ SM ~” gumam Shiyoon trsenyum kecil.

 

“ayo masuk~” Ajak Kyuhyun langsung.

 

 

*****

 

Kyuhyun dan Shiyoon masuk ke sebuah ruangan, sperti kantor utama di gedung itu.

 

“Permisi Pak Lee, ini Yoon Shi Yoon,” kata Kyuhyun pada Ahjusshi tua yang duduk di depan jendela itu.

 

Dan saat bapak itu menoleh…

“Hah!!?? Lee Soo Man Songsaengnim??” pekik Shiyoon kaget.

 

“Hahhaa~” Pak Sooman trtawa.

“Yoon Shi Yoon, kau bner2 lucu dan … dan tinggi, ya? Langsung to the point, aku sudah mndengar mslahmu dengan Taxi Entertainment,” ujar Pak Sooman. Shiyoon mntap Pak Sooman pnuh keyakinan.

 

“Apa kau mau masuk di SM Entertainment ?” tnya Pak Soo Man.

 

“MWO!!??” teriak Shiyoon tdk prcya.

 

“Terima saja,” ajak Kyuhyun ikutan senang.

 

“Wah~ aku tidak… tapi, apa boleh?” kata Shiyoon dgn tatapan tdk prcya.

 

Pak Sooman trsenyum.

“ah, aku tau mslah itu mnyangkut keluargamu. Dan mslah itu sudah selesai tadi, Presdir Taxi Entertainment sudah mncabut tuntutatnya pada keluargamu. Jadi, kau bisa keluar dan bebas melakukan apa saja,” belum mengucapkan terimakasih, Shiyoon sudah membungkuk pada Pak Sooman.

 

“Kamsahamnida! Jongmal Kamsahamnida, Lee Soo Man Songsaengnim!” kata Shiyoon lagi senang.

 

“ah~ Kyuhyun, lbih baik kau bawa dia keluar untk refreshing, spertinya dia shock~ nanti aku hubungi lagi,” printah Pak Sooman dan mndpat anggukan dari Kyuhyun.

 

“Ayo kita turun,” ajak Kyuhyun pelan.

 

 

*****

 

Di taman …

Kyuhyun dan Shiyoon duduk2 di taman itu.

 

“Dong Goo-ah, apa kau senang sekarang??” tnya Kyuhyun trsenyum.

 

“Bagaimana tidak senang, aku ditawarkan msuk di SM Entertainment!! Itu keren, hyung!”

 

Kyuhyun mengacak2 rambut Shiyoon.

“weh~ ternyata kau msih kekanak2an. SIkapmu sperti anak kecil yg mndapat permen, ahhaha~” sindir Kyuhyun.

 

“Aish~ aku kan bangga, mslahku sudh kelar, sekarang aku masuk SM Entertainment, kkk~”

 

“huh~ dasar,” kata Kyuhyun.

 

 

*****

 

Sore harinya, Shiyoon pulang ke apertemenx. Dengan perasaan bangga, Shiyoon melangkahkan kakinya berjalan di kompleks itu. Tiba2 Shiyoon melihat seseorang berdiri di samping pintu kamarnya. Lebih tepatnya seorang gadis.

 

“Manajer Kang?” pekik Shiyoon.

 

Hyesun terlihat membawa plastik dan berjalan ke arah Shiyoon.

“Ini makanan untkmu, selamat merayakan kau yang baru di SM Entertainment,” kata Hyesun cepat dan bergegas pergi. Shiyoon memegang tangan Hyesun.

 

“Tunggu…” Shiyoon menatap Hyesun.

 

 

*****

 

ah~

Lanjutannya nanti yah >< Met bca dah, msih separoh ^^
jgn lupa koman-komen, yoyoi~ mamen! hahaa~ #gaje