Tag Archives: lee sungmin

FF NC Yaoi : “Because Of Love” [one shoot]

6 Mei

WARNING !!!
This is YAOI fanfiction!
Don’t like? Don’t read then…

Kyumin


Author :
Nam Go Hyun

Cast :
- Cho Kyuhyun
– Lee Sungmin
– Zhoumi
– Choi Siwon
and other SJM member

Genre :
Yaoi, Yadong, NC-17, Romance^^

Ringkasan :
Cinta sejati antara Kyuhyun dan Sungmin. Juga perjuangan Kyuhyun yang diwarnai sedih dan senang.

* * *

Aku cinta padanya. Aku tau ini terdengar aneh. Tapi, perasaan ini beda….


[Kyuhyun POV]

“Kemana pria bodoh itu!” gumam Eunhyuk seperti cacing kepanasan.

“Padahal, kita mau latihan… tapi, si tertua malah lama banget datangnya,” sambung Donghae tidak kalah nyaring.

Aku hanya geleng2 melihat mereka. Tidak ada yang bisa kulakukan selain cuek. Mereka benar2 ribut. Aku tidak mengerti jalan pikiran mereka. Padahal, aslinya mreka juga sering terlambat, tapi si tertua tidak pernah protes -.-

“Hosh… hosh… maaf telat!” suara si tertua terdengar di telingaku. Spontan aku menoleh dan tentu saja lega melihat wajahnya. Wajah yg membuat hatiku berdetak kencang. Um~ perasaan apakah ini? #plak

“Sungminnie! Dari mana saja kau!? Kita akan latihan untuk album SJM Repackage kan? Kenapa kau telat?” tegur Ryeowook polos.

“Ah, maaf~ aku ada keperluan mendadak dengan member DBSK. Lagian, kenapa kalian ga mulai aja dluan? bagianku menyanyi kan sedikit…” gumam Sungmin heran.

“Anak itu tidak mau latihan klau kau tidak ada…” jwab Zhoumi seadanya sambil menunjukku.

Aigo~ kenapa Zhoumi hyung jujur banget~ Ketahuan deh -.-
“Aku tidak bilang begitu…” jwabku menutupi rasa maluku.

Sungmin tersenyum penuh arti dan meletakkan jaketnya.
“Kalau begitu ayo latihan~” ajak Ryeowook lagi dan berlari ke practice room SJM.

****

Aku merebahkan badanku di lantai. Sungguh lelah menyanyi dan nge-dance itu. Ototku kaku seakan2 aku terbang melayang. Tapi, wajahnya selalu membuatku tersenyum. Ya, wajah yg baby face itu. Seakan2 aku orang paling beruntung yg pernah mengenalnya.

“Kyuhyun, udh makan?” tnya Sungmin lembut ditelingaku.

Aku langsung salting dibuatnya! Astaga. Hebatnya.
“Sudah,” jawabku mulai dingin. Karena aku tidak ingin terlihat aneh didepannya. Aku ingin menyembunyikan perasaan ini sampai dihari yg tepat aku mengatakan yg sebenarnya.

“Oh, aku mau keluar dengan Siwon dan Ryeowook. Kami akan makan di restoran cina, favoritnya Henry. Kau benar tidak mau ikut?” ajak Sungmin lagi. Sebenarnya aku ingin ikut… tapi, aku tidak mau makin gila karena wajahnya yg semakin imut jika sedang makan T_T Ottoke??

“Aku akan bersama Kyuhyun dsini!” pekik Zhoumi tiba2.

Aku mendongkak heran. Zhoumi hanya tersenyum manis padaku dan… aku merasa lega ada yg menemaniku.

“Baiklah… aku duluan. Kalian jaga diri… ayo Siwon-ah!” pamit Sungmin dan bergegas keluar.

Akhirnya dia pergi. Walaupun aku kecewa, tapi ini semua salahku, karena aku sok tidak peduli padanya. Huh~ sudahlah.

“aku tau kau belum makan. Ayo kita ke warung langgananku!” ajak Zhoumi hyung tersenyum.

Aku mengangguk cepat dan tersenyum lebar. Ternyata, Ada juga yang mengertiku.

****

[backsound : Super Junior M – Love is Sweet]

“Enak banget! Makanan apaan nih??” tnyaku takjub.

“Itu ekornya kuda laut,” jwab Zhoumi santai.

“MWO!!?? Uhueeekk!!!” aku luar biasa terkejut.

“Hahaha~ kmu kenapa Kyuhyun-ah??? Kkk~” Zhoumi nepuk2 pundakku. Tak kusangka dia benar2 perhatian denganku.
“Lagian makanan seperti ini udah seperti camilan sehari2 di cina, tepatnya di Beijing. Kami juga biasanya makan kulit ular, cumi-cumi, dan banyak lagi,” sambung Zhoumi dengan wajahnya yg innoncent.

“Lebih baik kau diam atau aku akan muntah lagi!” tegurku dingin. Perutku mulai tidak enak jika diceritakan seprti itu.

“Haha! Kupikir kau orang yg suka makanan ekstrim. Ya sudahlah~ makan nasi goreng Beijing saja lhaa~” tawar Zhoumi sambil mengacak2 rambut kriwilku.

Aku hanya mengangguk meng-iya-kan. Perutku masih tidak enak.

****

Akhirnya kami sampai di apertemen kami. Tidak terasa besok lusa akan pulang ke korea. Ternyata rekaman itu tidak terasa berlalu cepat.

“Kyuhyun…” panggil sebuah suara yg membuatku dag-dig-dug. (kyuhyun, alay loe -_-)

“Sungmin hyung! Ah, belum tidur?” tnyaku sambil tersenyum kecil.

“Belum. Ah, iya~ apa kau sudah makan? Tadi aku membelikanmu nasi goreng. Habisnya, tadi kau tidak pergi makan bersama kami,” jelas Sungmin sambil memberikanku plastic putih yg berisi nasi goreng. Iya. Aku sudah makan.

“Mianhae. Aku sudah makan tadi,” jwabku seadanya sambil meletakkan makanan pemberian sungmin di atas meja.

Sungmin terlihat sedih. Aku tau itu. Mianhae~
“Oh…” responnya singkat.

“Hyung! Kumohon jangan marah~~ aku akan memakannya besok pagi. Kita berdua yang makan! Gimana?” tnyaku berbinar2. Aku tidak ingin hyung favoritku ini sedih.

“Tidak usah dipaksakan. Biar aku berikan pada Shindong saja…” ujarnya lemas.

“Hyung!” pekikku emosi.

Sungmin menatapku heran.

“Jongmal Mianhae. Aku bukan magnae yg baik,” gumamku tiba2. Aish~ kenapa juga aku mengatakan hal bodoh seperti itu -_-

“Gwaenchana. Semua orng pasti pernah melakukan kesalahan. Lebih baik kau tidur sekarang. Annyeonghi jumuseyo,” pamit Sungmin dan masuk kekamarnya.

Aku tertunduk lemas. Kenapa dia terlihat kecewa sekali? Apa aku benar2 bukan magnae yg baik?

“Dia cemburu,” tegur suara yg terdengar gentle ditelingaku.

“Hah? Zhoumi hyung??” pekikku heran.
“Apa maksudmu?” sambungku lagi.

“Dia melihat kita makan berdua di restoran cina tadi siang. Aku rasa karena itu,” kata Zhoumi pelan.

“Ah? Maksud hyung??” tnyaku lagi semakin heran.

“Dia sayang padamu, Kyuhyun-ah…” jelas Zhoumi membuatku terbelalak kaget.

Itu tidak mungkin. Mana mungkin Sungmin punya perasaan yg sama denganku.

“Ba-bagaimana bisa?” tnyaku pada diriku sendiri.

“Tentu bisa,” jwab Zhoumi cepat.
“Aku tau kau juga sayang padanya. Lebih baik kau jelaskan sekarang, atau semua perasaanmu hanya sia-sia padanya,” sambung Zhoumi yang sudah memegang bahu-ku, seakan2 memberikanku kekuatan untuk semua ini.

“Hyung…” aku bergumam pelan.
“Terimakasih! Terima kasih sudah mengertiku selama ini! Tidak akan kulupakan jasa2mu ini!” kataku berbungkuk berkali2.

Zhoumi terkekeh pelan dan mengacak2 rambutku lagi.
“Magnae Babo~ cepat susul dia! Akan kudoakan dari sini, huwehehe~” jawab Zhoumi sambil tertawa evil. Tunggu dulu~ evil itu kan style-ku? -_-

“Arasseo! Hyung, you’re the best!!! Wish me luck!” kataku sok inggris.

“Okay! Good luck, Marcus Cho!” balas Zhoumi sebelum aku memasuki kamar Sungmin.

*****

[backsound : I Knew I Love You – Kyuhyun feat. Sungmin]

KREK…

Kubuka pintu kamar Sungmin. Dia tidur menghadap jendela. Tentu aku hanya bisa melihat punggungnya. Apa dia sudah tidur?

“Sungminnie…” sapaku dan berjalan masuk kekamarnya.

“……..” Sungmin hanya diam.

“Kau sudah tidur?”

“belum.”

Ternyata dia masih hidup(?).

“Hyung… ada yang ingin kau ceritakan padaku?” tnyaku yang terdengar aneh sambil duduk disampingnya.

Sungmin mengubah posisi tidurnya menjadi kearahku. Dia berbaring manis sedangkan aku menatap mata hitamnya menunggu jawaban.
“tidak ada,” jwabnya dingin.

Kemana mata yang membuatku hangat itu? Siapa yg membuatmu begini Sungmin hyung?

“Hyung, kau kenapa? Kenapa kau menjadi dingin padaku?” tnyaku menggoyang2kan(?) bahunya.

Sungmin bangun dan duduk menghadapku. Ditatapnya aku dengan tatapan… yang sepertinya tatapan membunuh(?).

“Aku… Aku tidak suka kau dengan Zhoumi!” pekiknya lucu. Apa maksudnya?

“Ah? Maksudmu?? Kau tidak denganku dan Zhoumi hyung? Kau tidak suka kami? Memangnya kami salah apa?” tnyaku lagi semakin heran.

Sungmin menggigit bibir bawahnya, yang membuatnya terlihat sexy.
“Aku tidak suka kau bersama dengan Zhoumi! Jalan berdua atau apalah itu…” jelas Sungmin yg membuatku semakin heran.

“…aku hanya ingin kau bersamaku,” sambungnya yang membuatku terpanah. Benarkah Sungmin juga suka denganku??

“Hyung… apa itu artinya… kau suka denganku?” tnyaku tidak percaya.

“aku tidak bilang begitu…” jawabnya yang sama judesnya dengan sebelumnya.
Ah~ dasar hyung manja.

“Tapi, matamu mengatakan begitu, hyung~”

“memangnya mata bisa bicara? Babo~”

“aish~ maksudku bukan begitu…” aku mendorong sungmin sehingga ia kembali tertidur diranjangnya. Aku berada diatas Sungmin, menopang badanku dengan tangan kiriku, sedangkan tangan kananku membelai pipinya.

“Kyu-Kyuhyun… kau mau apa?” tnya Sungmin terlihat panic. Itu petanda bahwa kau menyukaiku, hyung.

“Kau benar tidak mau mengakuinya?” tnyaku menggoda kelinci imut ini.

“……” Sungmin menggeleng cepat.
“Lepaskan aku!!” Sungmin mendorongku sampai aku terhempas disebelahnya.

“Aku mau tidur. Selamat malam.” Kata Sungmin lagi dan langsung tidur membelakangiku.

“Baiklah… Selamat malam, Nae Sungmin,” jwabku cepat dan menutup mataku.

“Apa kau bilang??!?” tnya sungmin peka dengan kata2ku tadi. Tapi aku tidak menggubrisnya. Aku tetap berpura2 tidur dengan manisnya. Kurasakan tangan yang lembut membelai rambutku. Dan aku yakin itu tangan Sungmin.

“Kau tahu, Sebenarnya aku…” gumam Sungmin terputus. Aku tetap ber-akting tidur seakan menunggu kata2 keluar dari mulutnya.

“……” Sungmin tidak melanjutkan kata2nya dan malah tidur. Aku menjadi kesal dengannya yg bersikap aneh. Ya sudahlah~ kita lihat akan bertahan sampai kapan Sungmin menyembunyikan perasaannya. Khekehekehekehkehee~ (dasar evil :P)

*****

“Selamat pagi, sayangku~~” sapa Eunhyuk pada Donghae yg sedang asyik makan.

“Aisshh~ menjauh dariku, monyet aneh!” kesal donghae dan menjauhi eunhyuk.

“aish~ Chagiyaaaa~” panggil Eunhyuk manja pada Donghae dan terus mengikutinya.

“BERHENTI MENGIKUTIKU!!!” bentak Donghae mulai emosi.

aku hanya menggeleng2 memaklumi hyungdeul aneh itu. Tiba2 Sungmin datang dari kamarnya. Aku tahu, dia baru bangun. Sungmin menatapku lekat. Aku langsung tersenyum manis padanya dan kalian tahu apa? Dia langsung salting dan terlihat jelas pipi yang merona merah itu. Keke~ mau bertahan sampai kapan kau, nae Sungmin?

“Pagi, Sungmin~ sudah makan?” tnya Siwon yang asyik duduk2 di meja makan.

“uhm… belum. Ada makanan apa pagi ini?” tnya Sungmin manis dan langsung duduk disamping Siwon. Aku hanya menatap mereka dari ruang tamu.

“Hari ini Ryeowook masak mie ala Chef Wookie. Enak lho! Coba rasain dlu~” kata Siwon dan menyuapi Sungmin mie itu dengan sumpitnya. Bukan sembarangan sumpit, tapi sumpit bekas mulut Siwon!

“Hm~enak~” kata Sungmin tersenyum sangat manis. Senyuman itu… hanya aku yang boleh melihatnya! Dan sekarang, Siwon malah mengelap2 bibir Sungmin dengan lembut. Itu… hanya aku yang boleh begitu!!!

BRAK..!!

Kubanting piring yang belum habis kumakan dimeja ruang tamu. Spontan semua member melihat kearahku. Bahkan EunHae yang asyik bertengkar ria tadi. Aku tidak peduli lagi. Sungmin, kau keterlaluan! Aku berjalan masuk kekamar tanpa menghiraukan panggilan2 hyung2ku dan juga si little Henry.

*****

“Keterlaluan!!” pekikku jengkel sambil menekan2 keyboard laptopku sekuat2nya.

“Babo! Babo! Babo!!!” aku terus menekan2nya dengan paksa.

“Ini… kenapa lagi kau tidak menyala!!! Hoi~ aku msih mau main!!! ARGHHH!!!” kubanting laptop itu dengan keras hingga terbelah menjadi dua. Kulihat keyboard itu benar2 rusak. Dan itu karena aku yang terlalu dilema dengan Sungmin.

“…..” aku tertunduk lemah. Kupeluk lututku sekuat2nya. Aku benar2 merasa seperti orang bodoh. Mana mungkin Sungmin menyukaiku. Mungkin saja dia hanya kesal karena aku tidak makan bersamanya. Tidak mungkin dia cemburu. Kenapa aku ini? Kenapa aku berharap tinggi sekali jika Sungmin membalas perasaanku? Dia itu masih normal. Aku tahu itu! Ya, aku yang aneh. Aku yang tidak normal. Aku bodoh.

“hikss…. Hiksss….” Tiba2 aku menangis. Hatiku benar2 sakit. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Ya Tuhan~ Perasaan apa ini?

“Sudahlah…” Zhoumi datang dan memelukku. Pelukan ini… hangat sekali.

“Hyung…. Hiksss… aku bodoh~~ naneun jongmal babo namja….” Aku menangis keras di bahu Zhoumi. Zhoumi mengusap2 kepalaku agar aku tenang. Aku memang sudah tenang seperti ini, tapi hatiku masih sakit.

“Sudahlah… Kau harus bersabar Kyuhyun-ah, jangan seperti anak kecil… Yakinlah! Suatu saat nanti, dia akan membalas perasaanmu. Jangan begini. Lihat apa yang kau lakukan pada laptopmu sendiri… apa kau ingin melakukan itu juga padanya? Tolong kontrol sikapmu. Kau tidak mau dia kecewa lagi kan?” jelas Zhoumi panjang lebar dan tersenyum padaku.

Aku mengusap air mataku dan berbalik memeluk Zhoumi.
“Hyung~ gomawo… kau benar2 memberiku semangat baru… hikss….” Kataku yang masih menangis terharu.

“Lho, kok nangis lagi? Haha~ ternyata seorang evil magnae bisa menangis. Uljima~ jangan begini terus, hehe~” Zhoumi tertawa kecil dan menepuk2 punggungku. Aku nyaman bersamamu, Zhoumi hyung. Tapi, hatiku tetap untuk sungmin. Andaikan aku pernah punya perasaan padamu, tidak akan kusia-siakan kesempatan ini. Kau benar2 hyung yang baik. Aku beruntung pernah mengenalmu.

“Aku orang paling beruntung yang pernah mengenalmu, hyung~ gomawoyo~” aku semakin mempererat pelukan kami. Sepertinya Zhoumi mengerti, ia juga memelukku semakin dalam. Ya, begini saja terus. Aku sangat nyaman.

*****

Aku memakai handukku dan keluar dari kamar mandi. Kulihat Sungmin sudah ada dikamar dan duduk2 sambil memainkan hp-nya. Kali ini akan ku kontrol  sikapku. Aku tidak akan membuat Sungmin menjauh padaku lagi. Zhoumi, doakan aku!

“Hyung, kau mau mandi?” tnyaku sok asik(?).

“Tidak.” Jwab Sungmin dingin.

Aku mengangguk mengerti dan dengan cepat memakai bajuku. Ini adalah hari terakhir kami di Taiwan. Dan aku ingin ini menjadi hari tak terlupakan untukku dan juga nae sungmin ini.

“Hyung…” panggilku manja dan duduk disampingnya.

“apa?” tnyanya cepat dan masih memainkan iPhone putih itu.

“apa kau marah padaku?” tnyaku to the point.

“Tidak.” Jwabnya cepat dan sekarang beralih membaca Novel besar dari J.K Rowling (bener gak tuh?)

aku menggaruk2 kepalaku yang tidak gatal. Ya, setidaknya dia bilang tidak. Walaupun aku tahu, sikapnya masih judes, dan itu tandanya dia masih marah -_-

“Oh, ya~ kenapa kau hancurkan laptopmu?” tnyanya pelan dan menatapku heran.

Aku terkejut! Omo~ dia mengajakku bicara. Dia juga menatapku sekarang. Apa benar dia sudah tidak marah lagi padaku? Baiklah. Sepertinya doa Zhoumi manjur. Kalau sudah begini, apa boleh buat? Harus kumanfaatkan sebaik2nya.

“Itu karena aku emosi,” jwabku tidak menatap wajah polosnya.

Sungmin duduk menghadapku dan menatapku heran.

“marah karena…?” sungmin menggantungkan kalimatnya berharap aku menjawabnya.

“karena…” aku menatapnya dalam.
“Karena kau, hyung~” jwabku seadanya.

Sungmin memiringkan kepalanya semakin heran. Dia benar2 manis, kuakui itu.

“Baiklah~ aku tidak mengerti ini. Aku salah apa padamu?” tnyanya heran.

“aku marah padamu karena kau membuatku jatuh cinta padamu,” jelasku cepat. Sungmin terlihat semakin heran dan wajahnya semakin lucu. Ah~ aku suka menggodanya seperti ini.

“Aku… suka padamu, Sungmin” sambungku langsung.

Sungmin belum merespon. Dia terlihat shock dan menutupi mulutnya dengan tangan mulusnya itu.

“Okay, aku tahu kau menganggapku aneh kan? Ya, aku memang tidak normal sekarang. Dan itu karena kau, hyung~ aku begini karena kau! Terserah kau mau benci atau apa, tapi aku ingin kau tahu bahwa aku benar2 mencintaimu… bahkan ini lebih dari apapun…” aku menatapnya lekat lekat.

“……..” Sungmin menyandarkan kepalanya di bantal yg empuk itu. Dia terlihat berpikir keras berusaha menemukan maksud dari perkataanku tadi.

“Hyung!” tegurku karena dia kelamaan mikir -_-

“ah~ ya?” Sungmin terlihat bingung. Haha~ kenapa dia imut sekali T_T omo~ apa benar dia seorang pria? Kenapa dia manis sekali?

“Apa kau ingin mengatakan sesuatu?” tnyaku pelan. Sungmin hanya tersenyum sungging dan mengangguk.

“Apa menurutmu aneh, kalau aku juga… suka denganmu, Kyuhyunnie?” kata Sungmin langsung.

“MWO?? Aku tidak salah dengar???” heranku dibuat salting oleh namja manis ini.

Sungmin hanya mengangguk manis. Dia benar2 membuatku gemas.

“Jelaskan bagaimana maksudnya? Jangan membuatku gila, hyung!” pintaku tidak sabaran. Sungmin hanya tersenyum… semakin manis dan membuatku terbuai gila(?).

“Aku…” Sungmin menunjuk dadanya.

“Suka…” membentuk hati dengan jari-jemarinya.

“padamu…” dan sekarang menunjuk dadaku.

“HYUNG!!!!!” pekikku terharu dan langsung memeluknya. Aku benar2 bahagia. Tidak kusangka mlm ini benar2 menjadi malam tak terlupakan dalam hidupku.

“Hyung~ kenapa kau sangat romantisssss mlm ini?” tnyaku mencubit2 pipinya yg putih mulus itu.

“Ah! Jangan lebay dirimu, Kyuhyunnie~ kkk~” Sungmin mengelus2 pipiku. Kami saling bertatapan. Senyuman Sungmin semakin pudar. Ya. Karena aku telah mencium bibir Sungmin dengan bibir sexy-ku. Sungmin masih diam. Aku tahu ini terlihat aneh, tapi aku tidak peduli. Aku benar2 mencintai Sungmin.

“Saranghae~” bisikku ditelinga Sungmin saat kulepaskan ciuman singkat itu.

“Nado Saranghaeyo~” balas Sungmin dan memelukku erat. Aku sangat bahagia. Terima kasih Zhoumi, kau adalah penolongku.

*****

Matahari bersinar sangat terang. Sinarnya membuatku bisa melihat wajah manis Nae Sungmin yg tertidur pulas. Ah~ aku merasa tadi malam itu hanya mimpi.

“hmm~” kupeluk Sungmin erat2 dan kutenggelamkan kepalaku didadanya. Menghirup aroma parfum khas seorang Lee Sungmin.

“……” Sungmin membuka matanya. Menatapku yang juga sedang menatapnya.
“Waeyo?” tnya Sungmin heran sambil mengelus2 punggungku.

“Hyung… apa semalam itu mimpi?” tnyaku memastikan.

Sungmin hanya tersenyum manis dan mencium keningku.
“Annia…” jwabnya langsung.

Aku semakin bahagia dan kupererat pelukan kami. Sekarang Sungmin yang berada didalam pelukanku. Ini benar2 membuatku senang.

“Kau tahu, hyung~ aku sangat sangat sangat mencintaimu…” kataku sambil mencium kening dan bibirnya.

“Ne, aku tahu itu~” balas Sungmin pelan sambil mengelus2 pipiku.

Kami saling bertatapan. Aku semakin mendekatkan wajahku dan mencium lembut bibir kelincinya. Sungmin menutup matanya dan menikmati ciuman kami. Aku semakin tergoda dengan pria manis ini, ku belai rambut hitamnya dan kuelus2 punggungnya.

“hmmmh…” Sungmin mendesah kecil.

Aku semakin terbuai dengan desahan sexy-nya.

“Oh~ nae Sungmin…” desahku manja.

“Mwo?” tnya Sungmin menatapku heran.

“Sex me up!” tegasku dan langsung menghisap leher putih itu.

“Ahhh…ahhhh…. Kyuhyun-ah!!!” Sungmin mendesah keras.

Aku terus menciumi leher putihnya. Aku juga mulai mulai nakal mengelus2 juniornya. Aku tau ini aneh, tapi kalau sudah cinta mau bilang apa? Lol.

“Kyuhyunah,…. Kau dasar … ah… evil magnae…. Haahhh…” desahan sexy keluar lagi dari bibir kelinci itu.

“hmmhmm….” Aku langsung melumat bibir yang membuatku kejung itu. Dasar babo hyung~ apa dia tidak tahu bahwa dia selalu membuatku gila.

“Hyung… ahh… aku tidak tahan…” ucapku sok sexy sambil berusaha membuka celana Sungmin.

“Just do what your heart said… I’m with ya~” jawab Sungmin yg terdengar sangat OMG ditelingaku.

Karena sudah mendapatkan lampu hijau, aku langsung saja membuka celana jeans itu. Sungmin hanya menggigit2 bibir bawahnya, itu membuatku semakin terangsang(?).

“Ahhhhh! Ahhhh… Kyu…. Ahhhh~” Sungmin mendesah saat kuciumi junior yg menegang itu.

“Kyuuu…. Waaaaahhhh~ tekan itu….. eyahhhh….. oooooohhhh….” Desahan Sungmin benar2 membuat juniorku sendiri bangun.

Aku terus2an menciumi junior Sungmin. Kukocok keatas, kebawah, Sungmin semakin mendesah keras. Dia juga menjambak rambutku keras. Kadang aku kesakitan, tapi biarlah aku yang menyiksanya sekarang.

“aaaaahhhhh….. Ahhhhh….” Sungmin masih mendesah nikmat.

Sekarang Sungmin mendorong kepalaku hingga aku berhasil melumat habis juniornya. Mulutku terasa penuh. Jika sudah begini mau gimana lagi?

“Ahhhhh! AhhhhH! Kyuhyun-ah!!!!! Lebih kuat…. Oooohh yeaaahhh~~” sungmin mendesah semakin nikmat.

Kuhisap sekuat tenagaku. Tidak lupa, jemari-jemariku juga bermain di twinsball Sungmin, membuat baby face satu ini mengerang tidak jelas.

“Ahhhh Ahhhh…. Kyuhyun aku da…. Datang….. ahhhh….”

CROT.

Cairan Sungmin kutelan dengan cepat dan habis. Sungmin masih mengatur nafasnya sedangkan aku masih meremas2 juniornya yang terus kejung(?).

“Kyuhyun, kau benar2 nakal…” gumam Sungmin lalu menarik leherku dan melumat bibirku.

Kami berciuman lagi. Sungmin menghisap sisa cairannya sendiri dari mulutku. Ya, memang cairan itu masih membekas di lidahku.

“ngghhhh….” Sungmin membuka celanaku.

“Hyung…kau bernafsu ju-“ belum selesai dengan kata2ku, Sungmin sudah menciumku lagi.

Kali ini sungmin menciumku sambil melepas celanaku. Dia lebih agresif dari yang kupikirkan.

[Sungmin POV]

“Ahhhh…” Kyuhyun mendesah kecil. Ya, itu karena tanganku yg mulai aktif meremas junior besarnya yang sudah bangun daritadi.

“Hyuungg… ahhhh….” Kyuhyun mendesah lagi. Tanpa basa-basi langsung kulumat junior milik Kyuhyun. Ah~ nikmat rasanya.

“Hyung… ahhh~ yeessss…. Hisap lagi… ahhhh” pinta Kyuhyun yang masih terlihat frustasi dan meremas kain seprei. Aku semakin gila dengan kelakuan magnae kecil ini.

Kuelus2 selangkangan Kyuhyun dan menghisap kuat juniornya.
“Hwaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!” pekik Kyuhyun yang semakin gila.

Aku mengocok2 junior Kyuhyun dan menggigit kecil ujung2nya. Kulihat Kyuhyun malah menutup wajahnya dengan bantal kepalanya sendiri. Desahannya tertutup bantal -_-

“Ya! Dengarkan aku desahanmu yang sexy!” teriakku emosi karena tidak bisa mendengar satu suara pun dari Kyuhyun. Aku merangkak mendekati Kyuhyun.

“Hehhee….” Dia malah nyengir dan memelukku.

“Hey! Hey! Pekerjaanku belum selesai, babo!” tegurku lagi berusaha melepaskan pelukan hangat ini.

“Aku ingin melakukannya lagi…” kata Kyuhyun dan meremas juniorku lagi.

“hhhahh…. Aku be…. Belum selesaii….. aahhhhh…” sial. Aku mengerang nikmat, padahal junior Kyuhyun belum klimaks sama sekali.

“ahhhh ahhhh…..” Kyuhyun melumat juniorku hingga habis tertelan bibir sexy-nya.

CROT.
cairanku keluar lagi. Sial!

“Kau curang!” sambungku emosi dan memukul2 dada bidang Kyuhyun yg kurus itu.

“Ahahaa!” dia hanya tertawa gaje. Dan sekarang dia berbaring di tempat tidur dan membuka lebar kedua kakinya sambil melipat tangannya dibawah kepalanya.

“Sex me up!” gumam Kyuhyun pelan.

Mataku langsung berbinar2 dan kulumat habis junior itu. Kyuhyun kembali mendesah dan mendesah. Ahh~ aku suka suara sexy Kyuhyun yg terus2an mendesah meminta lebih.

“Terusss…. Ah…. Lebih dalam hyunggg…. Aaaahhhh….” Kyuhyun menutup matanya, mungkin saking bergairahnya diriku. Hehe~ #plak

“hyuunngg…. Aku datanggg…. Aahhhhh….”

CROT.
Aku tersenyum senang. Cairan Kyuhyun kutelan habis dimulutku. Tidak kubiarkan setetes pun jatuh di kasur putih ini.

“mmhmm….” Aku masih menjilati junior Kyuhyun.

“Ahhh… Hyung… sudahlah… sekarang aku lagi…” pinta Kyuhyun dan mulai berdiri.

Kyuhyun berdiri membelakangiku dan memegang pinggulku. Omo~ dia ingin melakukannya sekarang?

“Kau siap, Chagiya?” tnya Kyuhyun yang sudah menggesek2kan juniornya ke lubang belakangku.

“Ahhh… ahhhh…..” Aku hanya mendesah.

“hehe~ aku anggap itu artinya iya,” tanpa aba-aba dariku, Kyuhyun langsung memasukan juniornya kedalam lubangku. Sumpah! Itu sakit!

“Arrrggghhhhh!!!!!! Kyuhyun-aaaaahhhh!!!!!!!!” aku mengerang kesakitan.

Kyuhyun menciumi punggung dan telingaku berganti2an, hanya supaya aku merasa tenang. Ini benar2 sakit dari perkiraanku sebelumnya.

[Author POV]

“……..” Sungmin diam menutup wajahnya yang menahan sakit luar biasa.

Kyuhyun yang melihat itu mulai ‘ngeh’ bahwa kekasihnya merasakan sakit yg mendalam. Kyuhyun melepas juniornya perlahan dan mendekati sang pinky boy.

“Sungmin… neo gwaenchana?” tnya Kyuhyun mulai prihatin.

Sungmin tidak menjawab. Wajahnya basah. Dia menangis.

“Aigooooo….” Kyuhyun terkejut dengan reaksi Sungmin yg tidak terduga. Kyuhyun pun memeluk Sungmin dan menyelimuti tubuh polos mereka dengan selimut. Ternyata, Sungmin begitu kesakitan sehingga menangis.

“hiksss…. Itu sakit Kyuhyunnie…” Sungmin merengek kecil di dada Kyuhyun.

“Cup… Cupp… mianhae…” gumam Kyuhyun dan mengecup bibir Sungmin cepat.

Tangisan Sungmin semakin reda. Kyuhyun kembali mempererat pelukan mereka dan membelai pipi mulus Sungmin. Sehingga Sungmin tertidur dipelukan hangat Kyuhyun.

“Mianhae… kkkk~” gumam Kyuhyun dan tidur bersama Sungmin.

*****

[backsound: True Love – Super Junior M]

Esok paginya, semua member SJM bersiap2 untuk pulang ke korea. Sungmin terlihat mengangkat beban berat dan tiba-tiba Siwon lewat.

“Perlu bantuan?” tnya Siwon.

“Ah, boleh,” jwab Sungmin cepat.

Dengan sigap Siwon mengangkat koper berat itu. Kyuhyun yg melihat dari kejauhan mulai menghampiri Sungmin.
“Jika kau berani selingkuh, aku akan bersikap lebih kasar dari semalam!” ancam Kyuhyun berbisik dan meninggalkan Sungmin yang membatu.

“Dasar Evil Magnae…” gumam Sungmin tersenyum kecil.

Kyuhyun juga tersenyum dari kejauhan. Bahkan, Kyuhyun sempat tertawa2 sendiri membayangkan apa yang dia dan Sungmin lakukan semalam. Itu benar2 malam yang tak terlupakan.

“Bagaimana semalam? Sukses?” tnya Zhoumi yang terlihat sibuk ngeberin uang-uang apertemen.

“ah, iya… sukses besar!” senang Kyuhyun duduk disamping Zhoumi.

“Eh … aku dengar kalian mendesah mantap di kamar. Jangan bilang kalau kalian…” belum sempat Zhoumi berbicara panjang lebar, Kyuhyun sudah menutup mulut Zhoumi dengan buah anggur.

“Ssssstt!! Jangan keras2 !! Nanti didengar yang lain gimana? Babo!” jengkel Kyuhyun yg sudah memerah karena malu.

“hahhaa!” Zhoumi terkekeh pelan dan mengacak2 rambut coklat Kyuhyun.

“Tenang. Sampai kapanpun, aku adalah pelindung dari KyuMin Couple! Ora Iso!?” ucap Zhoumi tersenyum manis.

“Hyung… yang bner itu Arasseo, bukan Ora Iso! Itu mah, bahasa jawa atuh hyung…” gumam Kyuhyun dengan logat Indonesia seadanya.

“Puahahaaa!!!” tawa Kyuhyun dan Zhoumi barengan.

*****

Akhirnya, SJM member-deul sampai di korea dengan selamat. Entah Siwon, Eunhyuk, Donghae, Henry, Zhoumi, Ryeowook, Sungmin, atau Kyuhyun, semuanya bergegas ke dorm untuk istirahat sepuas-puasnya.

“Aaaaaahhh….. CAPEK GILA~!” gumam Eunhyuk tiduran di sofa putih di ruang tamu.

“Sama hyung…” tambah Donghae cepat dan tidur disamping Eunhyuk.

“Aku masak makanan, ya? Siapa mau???” tnya Ryeowook bergegas ke dapur.

“Aku! Aku!!!! Aku!!” teriak Eunhyuk dan Donghae lalu menyusul Ryeowook di dapur.

Sementara tiga manusia itu sibuk sendiri, Siwon terlihat tenang dengan berdoa sambil baca al-kitab untuk berterima kasih pada Tuhan karena mereka bisa pulang dengan selamat. Henry terlihat update twitter lagi dengan kaos lamanya yang baru ia pake sepulang dorm(?). Kalo Zhoumi update t.sina.cn. Lha, what about KYUMIN ???

“nhmmmm…”
“ahhhh….
“nggghhhh…..”
“oooohhhh…. Ahhhh yessss”

“Suara apaan tuh?” tnya Henry yang baru ‘ngeh’ ada suara tidak-jelas dari kamar KyuMin.

Zhoumi hanya tersenyum dan bergumam kecil, “mereka mulai lagi,”

_END_

Bagaimana readers sekalian? ^^
Do you like it? Hahaa~ namanya juga yaoi sejati, hehee~ #plak

K-Pop Fanfict : “True Friendship/진정한 우정” [Part 3]

11 Feb

Annyeonghaseyo ^^

sneng deh gw dnger comment2 kalian di ‘Jinjunghan Ujeong‘ part 2 ^^

bner2 mmbuat saiia trsenyum #alay bgt deh#

langsung lanjut baca part 3 ini, yah^^ di ff ini, kbnyakan romance-nya. maklumi, ya? gw kan lagi dilema Shiyoon~~ ^^
sneng deh, gw bisa buat part ini sambil dngerin lagu Kyuhyun, OST King Of Baking, Kim Tak Goo ^o^ Smoga pada suka, deh~

 

Cast :

- Yoon Shi Yoon

- Cho Kyuhyun

- Lee Sungmin

- Kang Hye Sun.. and others^^

 

Genre:

Friendship, Romance, and Gaje ^^ kkk~

*****

 

Hyesun membalikkan badannya.

 

“Mwo?” tnya Hyesun ketus.

 

Shiyoon trsenyum.

“Mau makan bersamaku di tepi pantai? Ayolah~ kita rayakan berdua,” pinta Shiyoon dengan baby face-nya.

 

Hyesun tdk bisa menolak.

“Nde~” jwab Hyesun dan mngikuti Shiyoon.

 

 

@di warung tepi pantai..

 

Shiyoon dan Hyesun mnjalani hari itu dengan pnuh tawa. Wlaupun Hyesun hnya trpisah sbgai manajer, tpi bagi Hyesun itu hal yang sakit.

Stelah makan sampai kenyang, mreka berjalan2 di tepi pantai, tempat favorit Shiyoon.

 

“Kau bner2 akan pergi dari Taxi Entertainment?” tnya Hyesun tiba2.

 

Shiyoon menoleh kaget.

“Knpa? ada yang salah?”

 

“anni… itu bagus,” jwab Hyesun pelan.

 

Shiyoon menatap Hyesun lekat.

“Ah! aku tidak akan melupakanmu, Manajer Kang. Eh~ maksudku Hyesun-ah,” kata Shiyoon trsenyum.

 

Hyesun hnya trsenyum senang mndengarnya.

 

“hyesun-ah…” panggil Shiyoon.

 

Hyesun menoleh.

“ada apa?”

 

Shiyoon trsenyum dan memeluk Hyesun.

“Terima kasih sudah bersabar mnjadi manajerku. Mianhae, kalo aku bnyak salah padamu,” kata Shiyoon mempererat pelukannya.

 

Hyesun menahan air matanya krna trharu.

“Chonmaneyo,” lalu Hyesun membalas pelukan Shiyoon.

 

 

*****

 

 

Shiyoon kembali ke apertemennya dan duduk di sofa-nya.

“aku tdk menyangka akan memeluk Hyesun tadi… ah! Babo!!!” gumam Shiyoon frustasi.

 

Shiyoon membuka kotak bekal pemberian Hyesun. Kemudian Shiyoon menutupnya lagi.

“besok saja deh dimakan, aku kenyang juga tadi,” Shiyoon pun mengganti baju-nya dan telponan ama Kyuhyun. ^3^”

 

 

…..

 

Esok Paginya, Shiyoon terjatuh dari tempat tidurnya…

 

BUKKH!!!

 

“Aw!!! Sakit!!!” Shiyoon trbelalak kaget melihat bekal pemberian Hyesun jatuh. Semua kue2nya tercecer dmna2.

 

“Omo!! kue-nya Hyesun!”

 

Tapi, saat Shiyoon sedang mengambil kue-kue itu, Shiyoon melihat di belakang kotak bekal itu, ada secarik kertas bertuliskan;

“Dong Goo-ah, mungkin ini makanan pertama dan terakhir yang pernah kuberikan padamu. Ini hnya kenang2an, muda2han kita bisa brtemu lagi. hehe~ ini hanya kue kecil yang kubuat dengan tanganku sendiri. Semoga kau suka. Aku juga akan berangkat ke Busan besok pagi. Kontrakku di Taxi Entertainment telah dicabut karena kau pindah agency. Semoga kita masih bisa brtemu^^ I’ll miss you, Dong Goo-ah! Fighting untk karir baru-mu!”

 

Tanpa Shiyoon sadari, air matanya sudah jatuh membasahi kertas itu, tepat di kata-kata ‘From: Kang Hye Sun’ . Shiyoon meremas kertas itu dan berlari sekencang2nya ke rumah Hyesun.

 

“ini masih jam 6, mungkin masih bisa kukejar!!” gumam Shiyoon selama mengendarai mobilnya.

 

 

@dirumah Hyesun…

 

Shiyoon dtg dan dikejutkan oleh sepupu Hye Sun…

 

“Ah, Park Ji Young! Hyesun-nya ada ??” tnya Shiyoon cepat.

 

“Lho, Hyesun udh berangkat ke bandara daritadi..” jwab Jiyoung.

 

“Mwo??? dimna??,”

 

“Dibandara Soekarno Hatta,” jwab Jiyoung lagi. *mian, gw gag tau nama bandara di Seoul, hahaa*

 

Shiyoon membungkuk.

“Kamsahamnida!!” Shiyoon pun nyetir dgn cepat ke bandara itu.

 

 

(Nah, di bagian ini, setel lagunya Kyuhyun ya^^ apa saja dah~ yang OST King Of Baking juga boleh…. biar lebih dapet feel-nya^^)

 

 

Shiyoon mengelilingi bandara itu dan sesekali bertanya pada orng2. Dan beberapa kali bnyak yeoja yang berteriak histeris krna melihat artis papan atas itu berkeliaran di Bandara.

 

“Hyesun-ah, kau dmna…” Shiyoon hampir menangis tidak mnemukan Hyesun.

 

Tiba-tiba, dari kejauhan shiyoon melihat seorang gadis dengan syal merah muda. Syal yang tidak asing dimata Shiyoon.

“Syal itu~ itu syal yang aku rajut dengan Hyesun saat musim dingin… hah! HYESUN-ah!!!!!!!” teriak Shiyoon dan membuat orng2 di sekitarnya melihat ke arahnya. Kecuali Hyesun. Hyesun tidak mndengarnya karena trlalu jauh. Jadi, Hyesun melanjutkan langkahnya memasuki tmpt pembayaran tiket.

 

Shiyoon mngejar Hyesun dengan cepat. Tapi, kecepatannya harus di hadang dengan security yang menahannya.

 

“Maaf, apa anda sudah membeli tiket tujuan ke Busan?” tnya Security itu.

 

“Itu Hyesun!! Hey, lepaskan aku!!! Lepaskann!!!” teriak Shiyoon berusaha memanggil Hyesun. Hyesun tetap tidak mndengar karena ia semakin mndekati Pesawat yang akan ditumpangi.

 

Shiyoon hnya bisa menangis dan melepaskan pegangan Security itu dan membalikkan badannya pergi.

 

“eh~ itu Yoon Shi Yoon, kan?”

“kok dia nangis?”

“ah~ lagi syuting film kali…”

“tpi, gag ada kamera…”

“Kamera trsembunyi tuh…”

 

Shiyoon melirik orng2 yang mengkritiknya, dan trsenyum.

“aku tidak berakting,” kata Shiyoon dan kembali pulang.

 

cwek2 disitu hnya teriak2 gaje krna ditegur oleh Shi Yoon.

 

 

*****

 

Shiyoon kembali ke apertemen dan melihat sisa kue yang tercecer di bawah kasurnya. Shiyoon kembali menangis dan duduk di tepi kasurnya. Shiyoon mengambil kue itu dan menatapnya se-akan2 itu Hyesun.

“Aku tidak sempat menegurmu. Dan mengucapkan ‘annyeong’, aku memang babo!” Shiyoon memakan kue itu dan tangisannya semakin deras.

 

“Dong Goo??? kau kenapa??” tegur seorang namja yang tiba2 muncul di depan Shiyoon.

 

“Kyuhyun-hyung…” Shiyoon menundukkan kepalanya.

 

Kyuhyun duduk disampingnya.

“Kau kenapa? apa2an kau menangis dengan pintu terbuka lebar begitu?? orng2 bisa membuat gosip kalo yoon Shi Yoon itu cengeng sperti Ryeowook Suju,” kata Kyuhyun asal.

 

Shiyoon membaringkan badannya dan memeluk gulingnya.

“Hyesun-ah!!!!!” teriak Shiyoon dengan isakan tangis.

 

Kyuhyun menggeleng dan bergumam, “Dong Goo bner2 mrip bocah~ baru saja dilema cinta, udh nangis gaje gini,”

Kyuhyun mengambil guling putih itu dari pelukan Shiyoon.

 

“Yah! Bangunlah dan hadapi hidup baru. Siapapun Hyesun itu, kau harus bisa tegar! Kau itu artis trkenal, kau bisa mndapatkan yeoja yang lebih baik,” kata Kyuhyun ketus.

 

Shiyoon langsung bangun dan menatap Kyuhyun.

“yah! Dia bukan sembarang yeoja! Dia teman baikku sebelum aku trkenal sperti ini! Dia sama spertimu, dia peduli denganku, dia baik denganku, tapi kenapa dia meninggalkanku tanpa pamit?!??”

 

“Dia tidak mau kau memikirkannya,” jwab Kyuhyun.

 

Shiyoon merubah raut wajahnya.

“mksudmu?”

 

“Molla. Mungkin dia suka padamu. Buktinya dia bersikap misterius padamu, iya kan?”

 

“Lho, hyung tau darimana?”

 

“dikasih tau ma authornya tadi, gw baca naskah,,” #PLAK!!

 

(back to story..)

 

“Jadi, apa yang harus kulakukan untk Hyesun?” tnya Shiyoon msih dengan berlinang air mata.

 

Kyuhyun menjitak Shiyoon.

“Yah, kau itu cowok! sharusnya kau bisa mnjadi lelaki sejati kalo mau Hyesun kembali padamu,” kata Kyu lagi memperjelas.

 

Kyuhyun pun berdiri dan memakan kue yang ada di atas meja.

“Wow~ kue-nya kok rasanya aneh?”

 

Shiyoon trtawa.

“itu kan bekas mulutku tadi,” jwab Shiyoon.

 

“UWEEKK!!!!” Kyuhyun berlari ke WC.

 

Shiyoon hnya trtawa gaje ngeliat Kyuhyun.

 

 

*****

 

 

“Klo gtu aku pulang, yah~ udah sore~” kata Kyuhyun pamit.

 

“Ya udah~ bsok kita sama2 ke kantor SM, yah? aku mau join Super Junior kalo boleh…” kta Shiyoon.

 

“Yah~ tnya Leeteuk dlu… kkk~ ya udah, annyeong~”

 

“Ne, annyeong~”

 

[Kyuhyun POV]

 

Sungguh hari yang melelahkan. Padahal aku datang ke rumah Dong Goo untk mndapat inspirasi. Aku kan mau nulis lagu untk album baruku. Tapi, kenapa dia malah curhat gaje sama gw? haha~ gpp deh, demi sahabat. Lagipula, aku udh dapat bnyak inspirasi dari curhatan cintanya.

 

BUKHHH!!!

 

ah, sial! aku menabrak seorang yeoja dan menjatukan berkas2nya…

 

“mianhae…” aku tertegun saat melihat wajahnya. Dia…

 

 

——–

 

sampe sini dlu, yooo~~~^^

comment, comment!!!

Fanfict : “Dear, Cho Ahra…”

20 Jan

[][][][][][]

Handphone Ahra berdering. Dengan sigap Ahra mengangkatnya.

“Yoboseyo?”

“Ahra…”

“Kyuhyun?”

“Saengil chukhae…”

TUT~ TUT~ TUT~

****


Ini hari yang menyenangkan dalam hidup Kyuhyun. Kyuhyun melihat Ahra masih terlelap dalam dunianya. Padahal ini msih jam 3.15 sore. Seperti inilah ahra jika tidur siang. Kyuhyun pun berjinjit masuk ke kamarnya dan mengecup keningnya.
“Selamat pagi…” kata Kyuhyun pelan.

Ahra menggeliat geli saat kutiup telinganya. Dia bangun dan tertawa kecil.

“Haha~ babo, ini sudah sore dan ini hari Rabu! Ulang tahunku besok,” kata Ahra.

Kyuhyun trsnyum evil.
“Memangnya siapa yg mau ngucapin Ulang Tahun ke Noona?” jwab Kyuhyun asal dan turun dari ranjang Ahra.

Itu salah satu sikap yg membuat Ahra, Sang Kakak, gemas pada satu dongsaeng kecilnya ini. Ahra trsnyum angel dan turun mengikuti Kyuhyun.

“Yah, kau mau kerja ya?” tnya ahra sambil memberikan tas kecil Kyuhyun.

“Ne,” jwab Kyuhyun singkat.

“makan dulu… tempat kerjamu jauh sekali. Datang kesana saja, membutuhkan waktu 5 jam, kan? Lebih baik makan dulu,” perintah Ahra.

“Tenang saja. Aku sudah makan tadi dan sudah siap membawa bekal, hehee… lagipula aku Cuma kerja dimalam hari, Noona tidak perlu khawatir,” jelas Kyuhyun yg masih mengikat tali sepatunya.

Ahra mndekati Kyuhyun dan duduk disampingnya.

“Ya, aku tidak mau, jika kau tidak pulang besok. Pokoknya, kau harus datang kerumah, karena appa dan Eomma juga akan datang dari Eropa untk ulang tahunku yang ke-26 ini, kkk…” bangga Ahra dengan tawa kecilnya.

Kyuhyun manyun meremehkan sang Kakak.

“Ya, kau sombong sekali! Aku saja baru 24 tahun, tapi tidak pernah kedatangan Appa-Eomma sperti hari besar saja,” kata Kyuhyun.

“Tenang, kan tiap tahun ada Noona,” jwab Ahra dan mengacak2 rambut Kyuhyun.

Kyuhyun trsnyum lagi dan memeluk Noona-nya itu.
“Gomawoyo,” kata Kyuhyun singkat dan bergegas pergi dengan sepedanya.

“Aku pergi dulu, Noona!” teriak Kyuhyun melambai2kan tangannya pada ahra.

Ahra trtawa kecil dan ikut melambaikan tangan.
“Iya, Kapten Cho! Hati-hati!!!”

[Ahra POV]

Dia semangat sekali, Si Kyuhyun kecilku sudah besar sekarang. Dia senang sekali sewaktu dia bebas dari kontrak SM Entertainment dan tinggal denganku di ujung pulau Incheon *si author ngarang abis!*
Mungkin blum banyak yang tahu kalau Kyuhyun sudah memberikan surat pengunduran diri dari SM. Mengundurkan diri dari boyband popular, Super Junior. Tapi, Kyuhyun masih terlihat manggung bersama hyungdeul lainnya di SS3. Yap, sekarang Kyuhyun  sudah resmi keluar dari SuJu. Dia hanya ikut bersama sekali2. Itu karena Kyuhyun tidak mau fans-nya kecewa dan nyerbu kantor SM sperti tragedy Hangeng oppa waktu itu.

Aku sampai lupa, sekarang Kyuhyun bekerja di kantor yang-tidak-kuketahui-apa. Dia sudah bekerja selama 2 bulan, dan hari ini adalah tanggal pembagian gaji. Dia berjanji akan menggunakan uangnya untuk jalan2 kepasar malam bersamaku besok, untuk merayakan ulang tahunku yang ke-26. Ah, aku sangat tua ^^
aku berharap perjuangan Kyuhyun tidak sia-sia.

[POV-END]
“SORRY SORRY SORRY SORRY~~”

Handphone Ahra berdering. Dengan sigap Ahra mengangkatnya.

“Yoboseyo?”

“Ahra…”

“Kyuhyun?”

“Saengil chukhae…”

TUT~ TUT~ TUT~

“Apa-apaan itu?” heran Ahra pelan dan belum menutup telponnya.

Tiba-tiba handphone itu bersuara lagi.
“Ahra!”

“Ah, Eomma?” Ahra tersadar itu suara Eomma-nya.

“Eomma akan sampai 1 jam lagi, kau jangan kemana2, ok?”

“Ne, arasseo,”

“Ok, sampai jumpa, saranghae…” kata eomma lagi dan menutup telponnya.

Ahra trsnyum kecil sesaat dan snyuman itu langsung hilang. Ahra mengingat lagi kejadian singkat yang ia alami.

“Kenapa tadi aku berhalusinasi Kyuhyun menelponku? Dan itu… dia mengucapkan Ulang Tahun dengan suara setengah2. Ya Tuhan, Ada apa dengan Kyuhyun?” tnya ahra pada dirinya sendiri dengan firasat yang aneh.

[Kyuhyun POV]

Woohooo!!! Aku bebas!
sekarang aku bisa bebas kemana saja di desa kecil ini. Well, tidak banyak orang mengenaliku. Aku hnya bisa berteriak gaje sperti orang tak dikenal. Biasanya jika aku keluar sebentar saja, ELF sudah berdatangan dan mnta tanda tangan. Sekarang, aku bisa bebas berjalan2 dengan tenang tanpa teriakan disana-sini. Malahan, aku mendapat senyuman dari orang2 yg ramah disini.

“Kyuhyun!!!” teriak seseorang padaku.
Dan saat aku menoleh, gigi putihnya yang sehat mengawali penglihatanku padanya.

“Ah, Gohyun! Kau cepat sekali datang kesini. Biasanya aku sempat sampai kerumahmu dulu,” jwabku nyengir.

“Yah! Aku bisa lebih cepat hari ini, soalnya hari ini pembagian gaji!” balas Gohyun tidak kalah mantapnya.

Aku tertawa dan mengacak2 rambut coklatnya.
“Misun, kau ini yeoja aneh,” gumamku dan mengayuh sepedaku lagi.

“Yah! Sudah kubilang aku ini namja dan namaku Nam Gohyun!”

“Kau yeoja dan namamu Choi Misun!”

“Tapi, kita sudah sepakat kau tidak memanggilku Misun lagi dan menganggapku namja!” teriakannya semakin keras. Spertinya dia marah.

Dia berhenti di jembatan dan aku berhenti disampingnya.

“aku lebih suka kau sebagai yeoja, Misun-ah,” kataku sambil memegang pipinya yang mulus.

Dia terlihat gugup. Ya, Ya! Aku menang!

“Hahaha! Mau mengerjaiku lagi, evil kyu?” tnyanya sinis dan membalapku.

“Aisshhh!! Aku bukan Evil Kyu lagi! Aku Cho Kyuhyun!” teriakku berusaha membalapnya.

“Ne, aku tahu, Kyuhyun-ah,” jwabnya pelan.

Belum kuceritakan? Temanku yang cerewet dan tomboy ini adalah Choi Misun, atau orang2 biasa memanggilnya Gohyun, Nam Gohyun. Bisa dibilang itu namanya sebagai namja. Sebenarnya, dia gadis yang cantik dan manis. Tapi, sejak dia sering bertingkah layaknya pria, bnyak yeoja yang suka padanya. Haha, aneh juga.
Ah, Dia bekerja di Pabrik kue yang sama denganku. Tugas kami sama2 di malam hari, makanya kami sangat dekat. Kalau aku tugasnya menjaga gerbang, semacam satpam gitu. Nah, Misun bertugas memeriksa kue yang ada di dalam pabrik. Tiap 2 bulan begitu. Makanya aku juga mulai sayang padanya seperti adikku sendiri. Tidak mungkin aku memacarinya, karena aku yang mencomblanginya dengan temanku sendiri, Lee Sungmin. Sengaja kucomblangi, supaya Sungmin bisa terlihat lebih lelaki jika bersama si tomboy Gohyun ini. Sebenarnya aku menyesal melakukan itu. Tapi, aku harus berusaha trsenyum di depan mereka. Lagipula, Misun juga menyukai sungmin, sama sperti Sungmin…

“Kyuhyun, Ahra Eonni besok ulang tahun, ya?” tnyanya ditengah perjalanan, membuyarkan lamunanku.

“Mwo? Tahu darimana?”

“Sungmin Oppa, hehe…” dia tertawa. Giginya mirip Sungmin.

“waeya? Kau tidak suka?” tnyanya lagi.

Aku menggeleng dan trsnyum.

“Annia… hehe,” aku melanjutkan perjalanan lagi.

“Yah, kau namja aneh!” teriaknya gag nyambung.

***

“wah indahnya!” pekikku keras.

Aku berhenti di lapangan luas dan dipenuhi bunga matahari yang sudah mekar. Sungguh indah!

“Kau baru pertama kali kesini?” tnya Misun heran.

“Ne, biasanya aku lewat jalan besar kalau ke Pabrik. Tapi, sekarang saat aku lewat gang ini, aku melihat pemandangan indah sepanjang masa!” jelasku agak lebai.

Misun tertawa.
“Haha! Ini toko bunga pamanku, kau mau singgah sebentar? Mungkin melihat2 untuk hadiah Ahra eonni?” usul Misun padaku.

Mataku berbinar-binar menatap Misun. Aku tersenyum dan memeluknya.
“Terimakasih Misun!” ucapku langsung. Misun trlihat senyum dan trtawa juga.

“Kalau begitu, khajja~” ajak Misun dan duluan mengayuh sepeda birunya.
aku mengikutinya dari belakang.

****

“Paman Choi,” panggil Misun saat masuk di toko sederhana itu.

Baru masuk saja, aku sudah melihat banyak keragaman bunga disitu. Ada Mawar Merah, Mawar Putih, Bougenvil, Anggrek, Melati, Tulip, dan lain-lain. Ternyata, lebih banyak bunga Matahari, hehe.

“Ah, Misun! Lama tidak main kesini,” sapa seorang ahjusshi yang kuyakini itu Paman Choi.

“Iya, Paman. Yah! Aku ini Gohyun tau!” balas Misun rada ngambek. Dasar yeoja jadi-jadian ==”

“ah, Ne! Paman lupa. Wah, ini siapa pacarmu??” tnya Paman Choi yang sukses membuat pipiku merah.

“Andwae! Pacarku itu member Super Junior, ini temannya, namanya Cho Kyuhyun! Namja yang paling baik sepanjang masa!” jwab Misun ikut2an lebai sepertiku tadi.

“Oh, Kyuhyun-sshi, aku Choi Hwang Jun, Pamannya Misun… eh! Maksud Paman, Gohyun. Kkk~”

“Aissh! Paman ini!”

Aku hnya trtawa kecil melihat tingkah Paman-Ponakan itu.

“Kyuhyun, kau mencari bunga apa?” tnya Misun yang tiba2 berada disampingku.

“Aku… ini…” aku kebingungan sendiri. Ahra suka bunga apa?

Misun tersenyum padaku dan memeberikanku bunga kecil berwarna putih. Eh, itu tidak ada mahkotanya, itu sperti benang sari, kalau ditiup benang2 sari itu bisa terbang (?)
*Sumpah! Gue lupa itu bunga apa. Yang pasti itu bunga pernah muncul di MV Hangeng-Holding an Umbrella ^^ semoga ngerti, kkk*

“aku tahu kau bingung dengan pilihanmu. Berikan saja ini pada Ahra, dia pasti suka. Bunga ini, mewakili perasaan seorang yg bahagia. Jika Ahra trsenyum saat melihatnya berarti dia senang dengan pemberianmu, dan jika dia berusaha meniup benang sari putih ini, berarti kau sukses membuatnya bahagia, Kyuhyun-ah,” jelas Misun trsnyum.

Aku menerima se-ikat bunga putih kecil itu. Melihatnya saja aku sudah tersenyum.
“Terima kasih, Misun-ah. Spertinya kau tahu bnyak mengenai bunga, ya?”

“ahahaa, biasa saja!” balasnya dengan menggaruk2 kepalanya yang tidak gatal itu.

“Paman Choi, kami pamit, ya! Mau pergi kerja dulu, annyeong!”
“Annyeong, Choi Ahjusshi!”

“annyeong! Hati-hati, kalian!”

****

“Bunga ini indah sekali,” kataku sedikit berteriak pada Misun, habisnya dia mengayuh terlalu kencang.

“Ne! Aku tahu, itu salah satu bunga favoritku,” jwabnya yang bisa kudengar jelas.

Sambil mengayuh sepeda, aku terus memperhatikan bunga itu. Sudah kubayangkan bagaimana ekspresi Ahra saat menerima bunga ini dan menaruhnya di meja yang berada tepat ditengah antara tempat tidurku dan tempat tidurnya. Aku tidak sabar pulang kerumah ^^

“KYUHYUN!!! AWASS!!!”

Teriakan Misun yang agak nyaring itu membuatku kelabakan memegang bunga itu dan…

BRAK!!!!

Aku terbaring didepan bis itu.

Misun terlihat panik dan mengayuh sepedanya dengan cepat ke arah seterusnya.

Aku berusaha bangun dan menopang badanku untuk berdiri.

“Bis Babo! Kenapa nabrak gag bilang2! Ah, untung aku tidak apa-apa,” gumamku sedikit jengkel dan berusaha mengangkat sepedaku.

Kulihat bunga untuk Ahra masih utuh dengan ikatan pita ungu yang lucu itu.

“Lain kali hati-hati,” Ucapku pada pengemudi yang tidak kulihat siapa.
Whatever… Yang penting bunga untuk Ahra masih utuh.

*****

Hari mulai gelap. Sudah kuduga, pasti aku sampai di pabrik tepat jam 9 malam. Aku turun dari sepeda dan memakirkannya di samping rumah kecil untuk satpam tuh #PLAK.

Aku trsenyum melihat topiku yang bertuliskan “LITTLE KYU” yang dirajut oleh Misun. Tapi, aku kaget saat melihat seorang yeoja yang duduk dipinggir gerbang menangis.

“Misun?” tegurku.

Tapi tidak digubris olehnya. Dia menangis semakin keras.
“Kyuhyun! Kenapa begini?” ucapnya pelan, tapi aku bisa mendengarnya.

“Misun, kau kenapa? Aku kenapa?” tnyaku heran.

Dia berdiri dan menaiki sepedanya lalu pergi pulang. Tunggu dulu, dia sama sekali tidak menyadari aku disini dan pergi begitu saja? Ada apa dengan Misun?

“GUK!!! GUK…GUKK!!!” kudengar suara anjing menggonggongiku.

“Wah, Bada!” pekikku senang.

Itu anjing penjaga di pabrik ini. Aku senang sekali bisa bermain dengannya.
aku membuka bekal yang ada di tas-ku dan memakannya bersama Bada. Aku terus2an memberikannya tulang sapi yang kudapat dirumah tetanggaku. Ya, Tulang sapi adalah camilan favorit untuk anjing sperti Bada.

“Kau tidak mengantuk?”

“Guk! Guk!!!”

“Ya, aku juga… kau mau main?”

“Guk!!!”

“bagus!”

Aku mengambil tulang dari ekor Bada dan melemparnya jauh. Dengan lihai, Bada berlari lincah dan mengambilnya lalu berlari lagi kearahku.

“Anjing pintar! Aku semakin sayang padamu, tepatnya pada orng2 didesa ini, duh~ kau lucu sekali, Bada!” teriakku gaje sperti orng gila.

Beberapa waktu terlewati, kulihat Bada sudah tertidur dibawah kursiku. Padahal ini masih jam 2 subuh. Aku trsenyum melihatnya. Aku pun duduk dan mengambil pulpen juga secarik kertas. Aku mulai menulis isi hatiku tentang desa ini dan perasaanku. Mulai dari tinggal di Incheon bersama Ahra, kerja di Pabrik Roti, bertemu Bada dan Misun, sampai2 tinta pulpenku habis. Ah, Sial! Padahal isinya masih banyak? Mungkin macet. Uah, aku bersandar di kursi itu dan mengambil bunga untuk Ahra. Bunganya mulai layu, kuharap tidak sampai besok.

[POV-End]

****

[Author POV]

Pagi jam 05.00, Kyuhyun bangun dari tidurnya yang hanya berbaring di meja. Kyuhyun berdiri lagi dan menguap besar.

“GUk!!!! GUKK!!!!” Bada sudah menyapa Kyuhyun.

“Hahaa, selamat pagi, Bada~ oh, ya, aku harus pulang. Sperti biasa, hehe~ bye!” ucap Kyuhyun dan bergegas mengayuh sepedanya pulang.

Tentu saja ini hari yang membahagiakan untuk Kyuhyun. Karena kakak perempuannya, atau lebih enak dalam korea dibilang Noona, yaitu Cho Ahra, berulang tahun yang ke-26. Kyuhyun melihat bunga mungil itu msih terlihat utuh walaupun beberapa tangkainya mulai layu, Kyuhyun mempercepat gerakan kakinya untuk cepat sampai dirumah.

Sesampainya di rumah kecil dan sederhana itu, banyak orang yang mengerumuni rumah Kyuhyun. Kyuhyun yang terlihat bingung, mulai tersenyum kecil.

“Noona, kau memulai acara tanpaku yah? Kkk…” gumam Kyuhyun dan memarkirkan sepedanya di sembarang tempat.

Namun, Kyuhyun melihat wajah orang2 ditmpt itu bukan senang, melainkan terlihat berduka cita. Ada beberapa yang terlihat kecewa dan ada yang menangis.

Kyuhyun melihat ibunya dan ayahnya menangis berpelukan. Misun terlihat menangis tersedu-sedu dan Sungmin ada di sampingnya untk menghiburnya.

“Ada apa ini, Sungmin-ah?” tnya Kyuhyun pada Sungmin. Tapi Sungmin tidak menjawabnya. Sungmin terlihat ikutan menangis dan memeluk Misun.

Kyuhyun mndengar suara ahra memanggilnya.
“Kyuhyun…”

Kyuhyun semakin mndekat pada sumber suara itu, Sampai akhirnya menemuka ahra sedang menangis dan memeluk jasad seorang namja yang berdarah2 dan terlihat tak bernyawa.
Kyuhyun memfokuskan pandangannya dan berusaha menopang kakinya untk berdiri.

“yang dipeluk Ahra itu… itu aku!!???” gumam Kyuhyun seakan berteriak, tapi sekali lagi, tidak ada yang mendengarnya.

“Kyuhyun! Kau berjanji akan pulang kan?? Tapi, kenapa kau pulang seperti ini!!??” teriak ahra pada jasad Kyuhyun yang pucat.

Kyuhyun melihat wajahnya yang pucat, dengan kening yang berdarah, bibir memar, dan badan yang terlihat dilumuri darah dari kepala.

“Kyuhyun, ini terlalu cepat~ ELF bahkan sudah menunggu kita untuk SS3 di Indonesia. Sial,” gumam Sungmin pelan, tapi didengar jelas oleh arwah Kyuhyun yang sedang menangis.

“Maafkan aku, Sungmin-ah,” jwab Kyuhyun tapi seakan berbicara dengan tembok.

Semua orang disitu merasa kehilangan terutama Sang Kakak, Cho Ahra.

[][][][][][]

3 bulan berlalu, aktivitas kembali seperti biasa. Hari ini adalah hari tepat SS3 di Indonesia dimulai, ahra mulai menyalakan TV-nya.

“…saat ini, saya reporter Choi berada di Balai Sarbini, Jakarta, tempat dimana idola kita Super Junior mengadakan konser tanpa seorang Cho Kyuhyun. Disini hujan sangat lebat, dan ELF sungguh terkejut mendapat kabar duka dari Leeteuk sang Leader yang dengan tegas mengatakan Cho Kyuhyun meninggal dunia. Terlihat juga, Super Junior member sedang menangisi kepergian sang Magnae. Kembalinya Kibum, Kangin, dan Hangeng di Super Junior, tetap tidak bisa mengobati rasa sakit yang dialami ELF di Indonesia dan diseluruh dunia. Semoga dengan ini, Kyuhyun bisa mndengar ELF memanggilnya dan kita doakan yang terbaik untuknya. Cho Kyuhyun Oppa, Saranghaeyo! Saya, Choi Misun, dari Jakarta, kembali pada Mnet TV,…”

TES… TES… TES…

Hujan di Indonesia turun beriringan dengan air mata Ahra. Selama 3 bulan ini, Ahra terus2an menangis meratapi kepergian sang adik. Ahra benar2 kehilangan.

TOK…TOK!

Terdengar suara jendela kamar Ahra diketok seseorang. Dengan cepat Ahra mendekati sumber suara itu. Betapa terkejutnya Ahra menemukan tulisan, “SAENGIL CHUKHAE, SARANGHAE~” yang ditulis tangan dari air hujan yang mengalir.
Air mata Ahra semakin deras dan Ahra hanya bisa berusaha tersenyum melihat peristiwa itu.

“Kyuhyun~ dasar Evil,” gumam Ahra dan trsnyum dalam tangisnya.

Tidak ada lagi yang melihat update twitter dari @GaemGyu itu…

Tidak ada yang tahu bagaimana rupa wajah Cho Kyuhyun sekarang…

Atau pun siapa yang Kyuhyun sayangi…

Sekarang, Kyuhyun hanyalah bayang2 yang pergi selama-lamanya.
Tapi, asal kalian tahu saja, ELF tetap mencintainya.

-END-

Ini fanfict terinspirasi dari MV Hangeng – Holding An Umbrella *mian kalo salah judul*
Tapi, gw ubah dengan versi gua sendiri~ ho ho ho! ^^
Mianhae kalo jelek atau gajelas gtu alurnya, haha~ semoga kalian suka deh :D

P.S : saya kangen ma Hangeng TT_TT #gaAdaYangTanya!PLAK#

oh, ya…

fanfict ini juga pernah dipublish di –> http://www.superjuniorff2010.wordpress.com

K-Pop Fanfict : “True Friendship/진정한 우정” [Part 1]

15 Jan

Annyeonghaseyo, nae chingudeul~ ^^

saiia Choi Mi Sun (gnti nama korea lgi, hehe) pngen buatin chingudeul sekalian ff lagi, ^^

starringx siapa hayooo~~???

♥ YOON SHI YOON !!! ♥ *smngat 45*

kan jarang2 ada fanfiction yg muncul Yoon Shi Yoon~ #PLAK

hoho~ saiia lgi ngontrak dia di drama ff gw yg terbaru ini. haha~
met baca aja smuanye… ^^

Cast :

- Yoon Shi Yoon

- Cho Kyuhyun

- Lee Sungmin… and others.

Genre :

Friendship

****

[ShiYoon POV]

Ini sudah jam 3 pagi. Huwa~ aku bangun untk merapikan meja kantorku, haha~ sbenarnya, hnya meja kecil kesayanganku dengan shabatku dlu. Eh~ modemku msih nyantol di laptop. Udah ah, ksempatan online sbentar, hehehe^^

aku mulai iseng2 membuka google dan searching nama “Super Junior”. Wah~ ternyata shabatku mulai populer sekarang. Aku trsenyum bangga. Dulu kami berharap bisa menjadi master game bersama. Ternyata takdir mengatakan lain. Aku yang sekarang, beda dengannya yg sekarang. Kami terpisah jauh. Walaupun, sekarang aku mulai terkenal dan menjadi bnyak pujaan hati para yeoja. Tapi, yah~ dia selalu mengingatkanku dengan satu hal, “jangan sombong jika kau berada diatas, sewaktu2 kau akan malu jika berada dibawah,”

haa~ kata2 itu selalu teriang dikepalaku. Wlaupun anaknya agak bodoh, tapi dia pintar juga sih~

~~[FLASH.BACK]~~ saat Shi-Kyu berumur (sekitar) 16thun~

[Author POV]

“Kyu-Hyung, kenapa kau lama sekali? aku sudah menunggumu untk bermain starcraft bersama..” desah Shi Yoon manja pada shabatnya, Kyuhyun.

Kyuhyun manyun.

“Yah, Goo-hyung~ kau itu yang lebih kakak dariku, kenapa kau selalu memanggil ‘hyung’ pada namaku?” jengkel Kyuhyun karena di anggap tua.

“udahlah~ gag udah marah… orang2 juga bilang kita ini sperti kkak-adik. mreka bilang kau yang kkak dan aku adiknya. Well~ wjahku memang lbih cute dan manis, sedangkan kau, sperti ahjusshi yang gag laku, hahhaaa~” tawa Shiyoon dan merangkul Kyuhyun yg tengah manyun.

“YAH, YAH! kau memang imut, tapi mlutmu pedas…” sindir Kyuhyun mrah.

“Hahaha~ gtu aja mrah~ ntar gag keliatan sperti kakak, lho~”

“aku gag pduli~” Kyuhyun manyun lagi.

“Ayo kita main starcraft, aku yang bayar~ jangan mrah ya, hyung~” rayu Shiyoon trpksa.Kyuhyun trsenyum.

“AYO!!”

Bgitulah persahabatan Shi Yoon dan Kyuhyun. Dua orng shabat yang sekarang tengah berada di atas kepopuleran mreka. Sahabat yang dulu bercita2 mnjadi master game, tpi berjalan di jalan yang berbeda…

~~[FLASH BACK. -END-]~~

[ShiYoon POV]

Arghhh!! kenapa tiba2 aku ingat dengan masa indahku saat bersama Kyuhyun. Ah! Tidak! Dia itu masa lalu… Dia bahkan tidak pernah kontak lagi denganku. Pdhal, saat bertemu di SBS Strong Heart tempo hari yg lalu, aku sudah mmberikan nmor telponku dengan temannya, Lee Sungmin. Tapi, kenapa dia belum menelponku juga?

“Eonjena bami jina gago tto bami jina gago

tto bami jina na giogik himiejodyo,”

handphoneku brdering, langsung kuangkat..

“Kyuhyun-ah??” sahutku langsung.

“Dong Goo? ini aku Kang Hye Sun,”

“owh!” aku menunduk.

“Mian, HyeSun-ah~ mm.. ada apa?”

“kita ada rapat untk drama terbarumu,”

“Baiklah aku kesana,”

aku mnutup tlponku. ternyata Manajer Kang. Haa~ kapan Kyuhyun menelpon!??

****

Aku sampai di kantor Taxi Entertainment, tempat dimana aku memulai talentaku sebagai seorang aktor.

“Shi Yoon! kau datang juga,” kata Manajer Kang padaku.

“ada apa?” tnyaku langsung.

“Pak Presdir ingin menawarkanmu drama baru. Stelah drama ‘King of baking, Kim Tak Goo’ itu sukses, spertinya kau akan ditawarkan drama baru,” jelas Hyesun padaku.

Aku tersenyum.

“ok, gomawo Hyesun-ah,” lalu aku pergi menuju ruangan Presdir.

Sesampainya disana, aku melihat Pak Presdir membaca suatu berkas. Mungkin itu file untk drama terbarunya.

“ah, Yoon Shi Yoon aktor favoritku! Kau datang juga…” sapanya sok suci.

“…….” aku hanya diam.

[Author POV]

*pertama2 para readers, mian kalo gw buat agak alay dan mrip2 drama Roti itu yah~ krna aku memang suka akting Shiyoon sbgai orng yg ceria, pendendam, dan jago kelahi ^^

So~ nikmati saja alur ceritanya~ ^^*

“namaku Yoon Dong Goo!” pekik Shiyoon tegas.

“Apa2an kau? nama itu sudah pasaran! Lbih baik kau gunakan nama Yoon Shi Yoon. Nama ini membuatmu tenar dan terkenal, iya kan? Nah~ ayo sekarang kita bicarakan drama terbarumu..” ajak Presdir.

“Aku tidak mau!!” bantah Shiyoon.

Presdir nganga.

“kau kenapa? kau msih marah karena aku tidak mmberikan bagian yang cukup untkmu dan tmen2mu di drama Roti itu??”

Shiyoon menghela nafas. Emosinya melunjak.

“Kau… Presdir macam apa kau??? Memegang entertainment sperti ini dan mengambil untung,” ujar Shiyoon pelan.

“Kau masih marah dengan kejadian itu trnyata,” Presdir duduk di bangkunya.

“Maaafkan aku, ShiYoon… itulah bisnis. Kau tidak pernah tahu, bagaimana cara untuk tetap berdiri dan menghancurkan entertainment lain,” Presdir mengubah raut wajahnya. “Terutama SM entertainment… Ya, dia sudah banyak mengambil untung dariku… Lihat saja mreka,”

Shiyoon terbelalak kaget.

“Kau mau apa dengan SM ??” tnya Shiyoon pnasaran.

“haha~ kau lihat saja nanti. Lagipula untk apa bocah spertimu tahu?” Presdir menyerahkan kertas2 pada Shiyoon.

“ambil… ini surat pnyetujuan untk drama barumu,” jelas Presdir.

Shiyoon mntap Presdir tajam.

“aku bilang, aku tidak mau menerima tawaran apa pun darimu!” bantah Shiyoon lagi dan pergi meninggalkan Presdir di ruangannya.

Presdir mnghela nafas pnjang.

“anak itu~ haa… spertinya msih mnyimpan dendam padaku,”

****

ShiYoon jalan sampai ke parkiran Taxi Entertainment yg cukup luas dan duduk di salah satu bangku.

“Haaaaaa!!!!! Mnyebalkan! sampai kpan aku harus trjebak dalam entertainment gila ini!” kata Shi yoon mrah2.

“kau harus bersabar,”

Shiyoon kaget saat seorang wanita mnegurnya.

“Hye… Hye sun???”

Hyesun dduk disamping Shiyoon.

“Shi Yoon, kau itu pria yang tegar. Mirip sekali dengan watak Kim Tak Goo. Orng yg ceria, penuh semangat, dan penuh percaya diri. Hadapilah masalahmu sperti apa yang Tak Goo lakukan,” nasehat Hyesun.

“aku mirip Tak Goo?” heran Shi Yoon.

“Ne~ dari caramu berbicara, bersikap, tertawa… ya, tentu saja. kau kan pmeran Kim Tak Goo~ kau juga manis, dan..”

“Apa? Manis?”

Hyesun keceplosan.

“eng~ Shiyoon, aku pergi dlu, ada urusan~ bye~” Dengan buru2 ia meninggalkan shiyoon yang kebingungan.

“manis?” ujar Shiyoon trsenyum.

****

Mlam harinya,

[ShiYoon POV]

Ah~ akhirnya aku berada dsini. Di tepi pantai yang sejuk dan dingin. Ini tempat saat aku dan Kyuhyun memakan mangga dari hasil curian kami. Hehe~ bisa kuakui, kami dulu pencuri kecil disekitar blok di rumah kami yang dulu. Entah sekarang, dia masih ingat atau tidak.

Owh~ aku sangat lelah. Aku ingin duduk di suatu tempat. Tapi, disini ramai sekali.

Ah~ Mataku tertuju pada bangku panjang yang diduduki seseorang disamping pohon. Aku langsung mendatanginya karena kupikir cukup beruda untkku ^^

“Permisi, boleh aku duduk dsini?” tnyaku ramah.

“Ne~” jwab orng itu singkat. AH, orng yg cuek sekali. Dia menggunakan jaket warna hitam panjang sampai lutut, celana tissu warna hitam, dalaman biru sapphire, kacamata hitam, memakai topi dengan angka 13, dan mndengarkan iPod sambil menunduk membaca buku. Tapi, bukan sembarang buku, itu rumus matematika.

Gila aja. masih ada orng yg memikirkan hal sperti itu di pantai yang santai sperti ini… =3= masih mending aku yang hnya mnggunakan kacamata hitam, hnya supaya orng tidak mngenaliku.

[Author POV]

Kyuhyun dan Shiyoon berdiam sangat lama sampai akhirnya shiyoon bersuara.

“Aku ingat dulu bersama sahabatku disini… kami suka melakukan apa pun di tmpt ini, tepat dikursi ini, kami pasti mengambil kelapa di atas pohon itu dan meminumnya bersama, ha~ sungguh kenangan indah bersamanya,” jelas Shiyoon trsenyum memandang lautan biru yang menyilaukan krna cahaya bulan.

Kyuhyun pun menutup bukunya dan ikut memandangi lautan.

“aku juga bgtu. Dia sahabat baikku. Aku ingin bertemu dengannya. Aku rindu masa2 indah bersamanya,” ujar Kyuhyun ikut terlarut bersama Shiyoon dengan kenangan mreka sendiri2.

“Eonjena bami jina gago tto bami jina gago

tto bami jina na giogik himiejodyo,”

Kyu langsung menoleh ke arah Shiyoon.

“hallo?” Shiyoon mengangkat telponnya.

“Ah~ iya…. baiklah…. Ne, arasseo…,” Shiyoon langsung berdiri dan membungkuk pada pria disampingnya.

“Chingu, aku pergi dulu~ sampai jumpa,” kata Shiyoon pada Kyuhyun dan berlari pergi.

Kyu hnya heran mmperhatikan Shiyoon. Lalu Kyu trsenyum.

“hh~ dia itu namja yang aneh. Tp, dia menggunakan lagu Listen To You sebagai ringtone-nya. Wah~ spertinya dia k-pop lovers juga. btw, Sikapnya sopan sekali. Caranya berbicara, mengingatkanku pada seseorang… Ah, sudahlah~ mungkin hanya mirip,” kata Kyuhyun lagi dan melanjutkan membaca buku matematika.

****

Suju dorm.

[Kyuhyun POV]

Akhirnya nyampe dirumah. Ah~ aku bner2 senang menghiruo udara bebas tanpa diketahui seorang pun tadi. Mungkin aku pikir namja tadi fansku, dan bermaksud minta tanda tangan. Tapi, gak mungkin lah~ tempat itu hanya aku dan sahabatku yang tahu. Apa mungkin, namja tadi adalah~

“Kyuhyun-ah!” pekik Sungmin padaku.

“Owh~ SUngmin, ada apa?”

“Kenapa kau lama sekali pulang.? Aku dan Ryeowook sudah menyiapkan mkan mlam untkmu,”

“Ah, Mianhae Sungmin-ah~ aku hnya pergi jlan2 sbentar,”

“Okeh~ kalo mau mkan, ambil saja di dapur, aku mau tdur dluan~ annyeonghi jumuseyo~”

“Ne~ Annyeonghi jumuseyodu,” balasku dan sungmin pergi dluan ke kamar kami.

Haa~ kuakui Sungmin mmberikanku perhatian lebih akhir2 ini. Dia jadi sering mengajakku keluar dan menyiapkan apa pun yg kubutuhkan. Bner2 sperti kkak sndiri.

Selesai makan dan ganti baju, aku langsung mnyusul Sungmin dikamarnya. Saat aku membuka pintu, aku mndapati sesuatu yg jatuh dari saku jaket Sungmin.

itu secarik kertas yang bertuliskan,

“Kyuhyun-ah, ini aku Yoon Dong Goo! Hubungi aku setelah acara ini,”

Lalu dibelakang kertas itu terdapat nmor telepon.

“Yoon… Yoon Dong Goo ??!??” pekikku agak keras sehingga membngunkan Sungmin.

“mhmm… ayam goreng,, hmmm….” ternyata sungmin mengigau.

“Fuhh~~ hampir saja,” aku berjalan perlahan keluar dari kamar itu dan menuju balkon dorm kami.

TUT…TUT…

Aku mencoba menghubungi nmor itu, siapa tau itu Dong Goo, shabat lamaku.

“Heh~ siapa ini?” suara seorang ahjusshi.

“………..” aku blum mnjwab.

“heh~ kau salah sambung, ya?”

“maaf, bisa bicara dengan Yoon Dong Goo?” tnyaku.

“Ah~ mau bicara dengan bocah tengik itu?” eh, kenapa suara ahjusshi ini sperti menantang?

“Bicaralah padanya,” kata ahjusshi itu lagi.

“Uhuukkk… ohoekkk…” Aku hnya mndengar suara batuk2.

“Hey! Dmna Yoon Dong Goo?!” tnyaku lagi.

“memangnya kau siapa, hh? penggangu,” dia langsung mematikan telponnya.

“Mwo!? Yoboseyo!! Yah, jwab aku!! Aisshh!!!” aku pun frustasi dan langsung mengambil jaketku dan pergi keluar lagi.

Tadi aku mndengar suara pantai. Aku yakin ada Dong Goo dsana. Tunggu aku Dong Goo !

——-

[Shi Yoon POV]

Aku berlari meninggalkan pantai yang sejuk itu dengan senyuman. Well~ bnyak orng yg bilang aku ini orng yg murah senyum. Tidak juga, sih~

Eh, tiba2 aku di hadang oleh mobil BMW berwarna hitam.

“Siapa kalian??” tnyaku langsung.

Tiba2 seorang ahjusshi keluar dari mobil itu.

“kau mau masuk, Yoon-Shi Yoon-Shi ??” tnyanya.

“KAU! Pak Presdir…” tanganku sudah mngepal.

“Ayo masuk~ aku yakin kau mau mempertimbangkan lagi tentang..”

“SEKALI TIDAK TETAP TIDAK! Kau pikir kau siapa? Berani mengancam sperti itu? Dasar ahjusshi tua!” bantahku lagi padanya.

Dia terlihat marah.

“Bner2 nyari mati,” kata Presdir singkat. “Hajar dia,” katanya lagi.

Otomatis aku langsung berlari, tapi pengawalnya banyak sekali. Belum sempat berkata2, aku sudah di tonjok dan di gebukin habis2an.

“akhhh….” aku mndesah ksakitan.

“hnya itu… hh~ hnya itu kmampuan klian!?!!” tantangku lagi.

Baru ingin membalas satu pukulan, mreka sudah menendang perutku.

RAsanya perih, perutku sperti di goncang hebat, sperti mau muntah~

“Eonjena bami jina gago tto bami jina gago

tto bami jina na giogik himiejodyo,”

handphone-ku berdering lagi. Ah, sial~ Presdir mengambilnya.

“Ughh!!!” aku dihajar lagi. Sialan! Andai aku mmbawa geng-ku yang lain.

“bicaralah padanya…” tiba2 Presdir menempelkan handphone-ku di telingaku.

“Uhukkk~” aku hanya batuk2 ingin mengisi tenaga yang aku punya untk berbicara.

AH! Damn! Dia langsung menariknya dari telingaku dan memaki orng di hp itu. Kemudian mematikannya dan melempar hp-ku di dpn mataku.

“EH! KADAL RAKSASA, ITU HP PEMBERIAN TEMANKU!!! SIALAN KAU!!” aku berusaha menonjoknya.

“SINI KALO BERANI, HADAPI AKU SENDIRIAN!!! KADAL GILA!!!”

PLAKKK!

satu tamparan melayang di pipiku.

Presdir menatapku dengan marah dan menarik rambutku agar kepalaku sejajar dengan wjahnya.

“Heh, bocah tengik~ siapa yang mengajarimu bicara kasar sperti itu?? NUgunde!!?? Bner2 tidak berpendidikan!” Presdir melepaskanku sperti melempar bola basket ke tanah, sehingga aku jatuh dan masih menatapnya dengan nafas setengah2.

[Author POV]

Mobil Kyuhyun melaju dengan cepat di gang dekat pantai itu.

“DAPAT!” gumam Kyuhyun senang.

Presdir dan anak buahnya langsung naik ke mobil dan cabut. Mreka mengira bahwa Mobil Kyuhyun adlah polisi.

Kyuhyun memakirkan mobilnya tidak jauh dari tmpt Shiyoon tergeletak. Kyuhyun pun menyusul Shiyoon.

“Dong Goo!! Dong Goo-ah!” pekik Kyuhyun panik krna mndapati tmennya stengah sadar di jlanan itu.

“Dong Goo, lihat aku! astagaa~ kenapa kau babak belur begini, Dong Goo???” Kyuhyun terus2an menyadarkan Shiyoon.

SHiyoon mnatap Kyuhyun.

“Hey~ Hyungnim, apakah itu kau?? ughh…” Shiyoon msih dlam ksadarannya.

“Ya~ ini aku, Tak Goo~” jwab Kyuhyun brcnda.

Shiyoon trtawa.

“Jangan panggil aku bgtu~ aku benci nama itu, namaku Yoon Dong Goo~” jwab Shiyoon ketus.

“aku tahu,” jwab Kyuhyun lalu menggendong Shi yoon ke dalam mobil.

“Kyuhyun~” panggil Shiyoon saat Kyuhyun ingin menjalankan mobilnya.

“Ne?”

“aku senang brtemu denganmu~”

Kyuhyun trsenyum, “Ne, aku tahu,”

Shiyoon trsenyum sekilas dan langsung tak sadarkan diri. (read: pingsan)

Kyuhyun trtawa kecil melihat Shiyoon.

“Kkk~ wajah Dong Goo ttep baby face aja,” gumam Kyuhyun dan mnjalankan mobilnya.

======

segini aja dlu~ gw JANJI lanjutin kalo klian suka >_<

Comment! ^^

Lee Sungmin main drama terbaru, “President”

4 Nov

Annyeong vitaMINs ^^

skrng ada berita trbaru tntang Sungmin oppa. mngkin udh ada bberapa yg tau, kekeke^^

jadi, kalian tau kn akan ada drama terbaru KBS, jdulnya “President”, dan akan tayang 8 Desember ini. Drama yg tayang tiap Rabu-Kamis ini disutradarai Kim Hyeong-il (김형일) & naskahnya ditulis Son Yeong-mok (손영목). nah~ Di drama ini, member Super Junior, SUNGMIN LEE juga akan berakting sebagai anak laki-laki, sang pemeran utama^^

Choi Soo-jong akan jadi pemeran utama, yg bernama Jang Il-joon. Cerita drama ini bercerita soal usaha Jang Il Joon mencalonkan diri sebgai presiden di Pemilu 2012.. Il-joon tumbuh normal dan lulus sebagai mahasiswa hukum. Lalu, bekerja sebagai pengacarar HAM. Jang Il-joon ingin menyelesaikan konflik yg ada di Korea antara ideologi, strata sosial dan ingin menyatukan seluruh wilayah di Korea.

Jadi, bgaimana mnurut kalian ?? ^^
Sungmin oppa psti terlihat sgt menawan di drama ini, dengan kesan anak laki-laki yg childish atau yang dewasa~~~??

jwabannya, saiia tdk tau :D krna saiia juga blum prnah nnton dramanya, khkkhh….
(ya iylah~ drama baru getooo~~)

jadi gak sabar pngen nnton ><

 

cr: http://asianfansclub.wordpress.com/2010/11/04/sungmin-super-junior-akan-beraktingdi-drama-baru-president/

KyuMin FanPICS ^^

2 Nov

Hai~ Hai~~

ELF indonesia ^^ gw buat fanfict nih, pake pics, jadix fanpics,, kekeke~^o^

tntang KyuMin sihh~~ ^^ehehheh~~ *lagi-lagi….*

Happy Reading !

*****

…. Kyuhyun dan Sungmin ikut berpartisipasi dalam perginya Kangin ke wamil. Kalian tau kn gmna Kyuhyun itu ?? Ya. dia orngx suka menggangu para hyungnya, terutama couplex satu ini~~

Kyuhyun : “Hyung~ lagi ngapaen?”

SungMin : “ssshh… diam,”

Kyuhyun : “hyung~ beli minum yuk! Panasss~~”

Sungmin : “bisa diam gak seh!!?”

Kyuhyun : (manyun) (kepikiran ganggu Min lagi) “hmm… hyung~ aku bosan…”

Sungmin : (pura2 kagak dengar..)

Akhirnya, si Kyu kena telak~ *hahah~ makax jgn gangguin umin* :-P

Kyuhyun pun mulai berolahraga atau bahasa kerennya ‘nyari-kesibukan-sendiri’, hehe~

kyumin~

Kyuhyun : “huh~ bete~ minniehyung kagak ngerespon gua~~~ serasa bicara ma batu ah~”

Sungmin : (berbisik) “eh~ bbabo~ mslhx skrng, Kangin hyung lagi pidato. hormati dkit dong, kyu…”

Kyuhyun : (dketin telinga ke Sungmin) “hyung ngomong opo?? gak kdengaran…”

Sungmin : (merasa dikacangin) “gak jadi!” (mnjauhi kyuhyun) ==”

Nah~ si Kyuhyun mulai ‘kepanasan’ lagi tuh~ skrng dia malah tambah menganggu Sungmin ==” *dsar magnae aneh*

Kyuhyun : (serius mndengarkan Kangin pidato)

Kangin : “maka dari itu, saiia sbgai member paling cute tidak akan mninggalkan fans2ku~~ saranghamnida~~ ^^ dan oleh karena itu, untuk menjunjung prestasi yang blhablahblhablahlahba…  (penonton : prok,prok,.prok)

Kyuhyun : “what ? member pling apa..??”

Sungmin : (menyambung kata-kata Kyu) “member cute…”

Kyuhyun : “isshhh~~ Kangin hyung kn member paling ganas di suju~”

Sungmin : (jitak Kyuhyun) “ssttt!! Kangin itu couple aku juga tau~!”

Kyuhyun : (kcewa)” mm… mianhaeyo…”

skrng si Kyuhyun malah terdiam karena kena TELAK dari Sungmin ==

tpi~ spertinya dia tidak mau mnyerah!!?

Kyuhyun : (deketin Sungmin) “hyung~ tadi liat gak Yesung hyung ngapain?”

Sungmin : (geleng) “knapa dia.?”

Kyuhyun : “dia…. hmmphh~~ keke~~ (nahan ketawa) kkkkkkk~~~ tadi dia… ngupil~~~ hehehhehheeeeekkkekekekkkkkk~~”

Sungmin : “eh~ suaramu ! kdengaran sampe Bogor tau~”

Kyuhyun : “ah~ hyung lebai~ haha~” (cubit sungmin)

Siwon : “hush! KyuMin diam!!”

Kyuhyun : “hmpmpmphpmp…” (nutup mulut, tp ttep ktawa)

Sungmin : (memaklumi si Kyu..)

Nah~ blum juga slesai penderitaan sungmin~

Kyuhyun msih menyerangnya…

Kyuhyun : “hyung~ skrng boleh pulang kagak.?? makin sore nih~”

Sungmin : “Siapa suruh kau ikut, huh.?? mendingan kao maen game aja tdii, babo!~”

Kyuhyun : “Kyuhyun gtu lho~ kalo gak babo, bukan kyuhyun namax…”

Sungmin : “hmm… iya lha tuh~~” (nyerah)

Kyuhyun : “hyungnim, aku-“

Sungmin : “kyu! bisa gak diam sbentar aja smpe pulang…!??? daritadi ngoceh terusss~~”

Kyuhyun : (cuek bebek) “gak bisa! emangnya hyung bisa apa, heh.?? kekeke~”

Sungmin : (merasa ditantang, lngsung ngedeketin kyu, cium pipi kyu) :-*

Kyuhyun : (terdiam) (megang pipi) “h-h-hyung..???”

Sungmin : (pura2 ngeliat arah laen) :-)

Kyuhyun : (makin salting) “em.. Sungmin hyung, apa kabar.??” (salting gaje ==)

Akhirnya, Pidato Kangin slesai dan Kyuhyun bisa diam di detik-detik kepergian Kangin.

- END -

NAh~ udh slesai deh~ RCL, yah^^

ini fanpics pertama gw~~ hehe.. … ditunggu part.2 yah~~ kekeke^^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.